Perspektif bermedia sosial
Sejatinya hidup ini dipenuhi dengan kepingan-kepingan perspektif tentang semua yang ada dihadapan kita. Pastinya berbeda orang, berbeda pula perspektif atau pandangannya terhadap sesuatu. Dan dorongan perspektif itu banyak dipengaruhi oleh perkembangan zaman dan teknologi.
Zaman semakin canggih, semakin maya, semakin tidak nyata, dan semakin luas. Kehadiran teknologi digital khususnya berbagai platform media sosial tentunya menimbulkan banyak perspektif tentang media sosial itu sendiri.
Menurutku, Perspektif itu lahir sesuai kebutuhan dan keimanan individu.
Dalam kasus media sosial ini, Ada yang berpandangan positif, ada juga yang negatif. Ada yang memanfaatkan dengan baik media sosial untuk perkembangan diri, ada juga yang anti sosial media. Ada yang membranding diri di semua sosmed, ada yang tidak punya akun sosmed sama sekali. Ada yang dijadikan ladang cuan, ada yang tidak percaya bisa berpenghasilan dari sosial media. Ada yang memanfaatkan jadi konten kreator, bisnis, sampai vlog kehidupan, Ada juga yang sangat anti kamera, yang hidupnya tidak tersentuh media sosial. Ada yang memanfaatkan menjadi ladang berkarya, dakwah, belajar, Ada juga yang memanfaatkan untuk hal-hal buruk seperti menyebar hoax, nonton ... dll. Ada yang sebagai market kebaikan seperti sedekah dll, Ada juga yang kebalikannya seperti pinjol, judol. Ada yang hanya untuk sekedar hiburan, screen time, self healing, Ada juga yang bermedia sosial untuk penipuan dsb.
Semua ini, tergantung dengan bagaimana setiap dari kita melihat media sosial, Karena semua kembali pada kebutuhan dan keimanan kita masing-masing.
Semoga kita memiliki kebutuhan dan keimanan yang baik sehingga melahirkan perspektif yang bijak dalam bermedia sosial.
Jadikan media sosial sebagai ladang berkarya, berdakwah, bersyiar sesuai bidang kita masing-masing dengan mengharap ridho Allah ta'ala