Kamu kah itu?
Kamu kah itu?
Manusia yang meringankan urusan-urusanku. Di pagi hari sebelum fajar datang, menghadap pada Tuhanmu dan berdoa kebaikan dunia akhirat bagiku. Tentu saja, selepas doa panjangmu untuk Ibu-Bapakmu.
Kamu kah itu?
Manusia yang membersamaiku meski kita tak lagi dalam temu. Saat adzan Zuhur berkumandang, dengan tetap tegak berjalan menuju Masjid tempatmu menimba ilmu atau pun mengikhtiarkan penghidupan. Kau tatap langit-langit masjid, seraya berujar pada ALLAH, "ya Allah, mudahkan semua urusannya." Meski pun, saat itu dirimupun sedang lelah.
Kamu kah itu?
Manusia yang berusaha menjadi jalan Allah memenuhi segala kebutuhanku kelak. Katamu, asal aku bahagia. Menjaga baik-baik setiap yang masuk ke perut ku adalah halal lagi toyyib. Menjaga dengan baik setiap apa yang ku dapatkan darimu adalah rizki terbaik penuh berkah.
Kamu kah itu?
Yang kelak, mengucap akad memintaku pada Ayah, katamu, kamu siap menggantikan semua tanggungjawab Ayah dalam menuntunku bahagia dunia dan akhirat.
Kamu kah itu?
Sosok yang sesiapapun kamu dan dimanapun kamu, entah kita senyatanya pernah berjumpa atau malah baru saja saling mengenal, terimakasih telah hadir ke kehidupanku.
Meski pun hingga kini, tak ku ketahui seperti apa sosok dirimu. Semoga ALLAH menjagamu dengan sebaik-baik penjagaan, memudahkan semua urusanmu, mengokohkan imanmu, dan memampukan semua cita-citamu.
Sama sepertimu, akupun berdoa, tanpa menyebut namamu, karena tak ku ketahui siapa gerangan dirimu.
Semarang, 31 Juli 2019 | FadhilahNF














