Karena selain angin, rasa lelah juga bisa mengajak kita untuk pergi.
#katasenja
seen from China
seen from Singapore

seen from Georgia
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from Taiwan
seen from Netherlands

seen from Malaysia
seen from Czechia
seen from United States
seen from Venezuela
seen from China
seen from United States
seen from Costa Rica
seen from United States

seen from Canada
seen from United States

seen from Russia
Karena selain angin, rasa lelah juga bisa mengajak kita untuk pergi.
#katasenja
"Yang dipilih Hati adalah yang terindah. Yang dipilih Takdir adalah yang abadi."
Pasti ada alasan mengapa pena membutuhkan kertas. Agar guratan yang dihasilkan pena bisa terbaca. Pena butuh kertas sebagai alas yang paling lumrah. sementara pena dibutuhkan manusia, untuk menyalurkan apa-apa saja yang mungkin tak dapat diuraikan oleh kata-kata. Pena adalah media.
Dan otak manusia adalah akar dari semua perdebatan ini. Siapa paling butuh siapa tidaklah penting. Pada akhirnya semuanya akan berkaitan. Tidak ada pemeran tunggal dalam drama pena dan kertas ini. semuanya saling bergandengan.
Apa yang dikatakan otak akan terurai dalam barisan alfabet yang acak. Dan terkadang hati ingin ikut serta dalam drama perdebatan ini. karena, tidak semua yang dikatakan otak benar menurut hati. Maka hati ambil langkah panjang untuk perbaikan sana dan sini.
Dan perdebatan sesungguhnya dimulai. Bukan antara pena dan kertas lagi. mereka hanya menjadi penonton sekarang. sebab kendali diambil alih oleh otak dan hati.
“Itu tidak benar! Terdengar sangat cengeng.” Otak berseru.
“Kau merasa cukup pintar? kudengar kau cukup ceroboh dan sering salah mengambil keputusan.” Hati membalas.
Dan perdebatan terus berlangsung hingga mereka berdua kelelahan. Hanya sunyi yang ada. Mereka berdua tidak menuntut kemenangan. mereka hanya diam. Sampai-sampai mereka berdua paham.
Segala sesuatunya butuh waktu untuk diungkapkan. Karena tergesa-gesa bukanlah jalan yang imbang. Bagi hati maupun otak yang belum siap berjalan beriringan.
Tenanglah. duduklah. Bersama-sama Kertas dan pena. Hingga kita satu jalan. Hingga kita bisa bergandengan.
Aku bertanya pada Ibu, untuk apa kita hidup. Ia bergeming. Sebab, ia tak ingin Aku tahu. jika saja Aku tak ada, ia ingin sekali mati sejak dulu
#katasenja - senjamelia
Entah sinar yang mana yang ku cari. Lewat sela-sela dedaunan yang mulai kering kala hujan bertemu mentari. Sinar tak ku temui pelangi ku dapati.
#katasenja
Di bawah kita selalu ada manusia. Entah yang kelaparan atau kedinginan. Di atas kita selalu ada mereka. Yang mengangkat kepala bangga dengan kesombongan.
#katasenja - senjamelia
Semakin besar kita. Semakin banyak mau. Miliki ini dan itu. Lupa kalau ada Ayah dan Ibu.
#katasenja - senjamelia
Dan baik bagiku belum tentu baik bagimu. Begitu juga sebaliknya. Bukankah kita hanyalah setetes hujan? Jangan coba mengubah takdir itu menjadi Tuhan
#katasenja - senjamelia