Hal yang lagi dipelajari juga sama diri sendiri, ketika kita bisa menjadi teman cerita orang lain dan menenangkan dia, anehnya kita malah sulit buat tenang dan santuy sama masalah sendiri...
Sibuuukk banget memikirkan tiap malam gimana jalan keluarnya, padahal masalahnya juga nggak rumit-rumit banget, rasanya benar kata sebuah tulisan di dalam buku filosofi teras. Ketika kita punya masalah, sebenernya yang bikin kita bingung bukan masalahnya, tapi cara pandang kita sama masalah itu. Kalau apa yang kita pikirin “Wah berat ni” “yampun ujian banget” dan sejenisnya, ya bakalan berat...
Sedang seiring bertambah usia, pola pikir juga jadi rumit bercabang, jadi mungkin itu yang bikin kita nggak bisa biasa aja, padahal kuncinya adalah tenang, dan tetap harus memotivasi diri sendiri kalau “okee aku dapat masalah ini, gak mungkin Allah ngasih masalah ini kalau aku nggak bisa nyelesaiinya” sabarr, doa jangan lupa, besok-besok kita akan bilang “Alhamdulillah, udah lewat”

















