Patah hati bukan melulu soal cinta. Bisa jadi tentang jiwa yang lelah atau mimpi yang patah.


#batman#bruce wayne#batfam#dick grayson#tim drake#batfamily#dc fanart

seen from Japan
seen from Malaysia
seen from Italy

seen from Germany

seen from United States
seen from Ukraine
seen from Finland
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from France

seen from Germany

seen from Germany
seen from Germany
seen from Germany
seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States

seen from United States
Patah hati bukan melulu soal cinta. Bisa jadi tentang jiwa yang lelah atau mimpi yang patah.
RELEVAN
Hal yang aku kira akan ku dapatkan dari segelintir pertanyaan di otak kepala, hal yang aku kira bisa menjadi awal dari sebuah cerita, hal yang aku kira mudah ternyata sebegitu susahnya, membuat peluh perlahan membasahi muka, menyentuh gurat-gurat di dahi, sekilas ada saja yang masuk ke mata, buram sejenak ku usap mata, sambil terus berusaha menguatkan hati, karena beberapa kali hati ini tak punya inti layaknya bumi,tak punya keyakinan sedikit pun terhadap tempat berteduh, berlari ku ke selatan, semoga kau dan aku bisa berdekatan, salah satu petikan kata di setiap doa yang ku panjatkan, perihal dari sebuah pertanyaan yang menunggu jawaban relevan
Tanpa Judul
Gue pernah menunggu kendaraan Di sebuah halte gue menunggunya Tapi tak kunjung datang kendaraan itu Padahal rute nya melewatkan halte yang tempat gue menunggu itu Gue tak punya waktu cukup lama Tapi kendaraan yang gue tunggu tak kunjung datang pula Perasaan menjadi dilema Antara menunggu terdiam Atau Berjalan pelan-pelan yang seolah-olah tidak mengharapkan kehadirannya Langsung saja gue coba pakai cara menunggu yang kedua Berjalan pelan-pelan yang seolah-olah tidak mengharapkan kehadirannya Dan keringat pun bercucuran membasahi tubuh gue Dimulai dari hidung gue yang sering basah dengan keringat Kemudian kening gue juga ikut mengeluarkan keringat Hal hasil bercucuran keringat tubuh gue Pakaian gue menjadi basah pula Terutama pada baju yang basahnya cukup dibilang lepek [udah kaya habis hujan-hujanan] Kampretnya setelah itu sungguh tak ku duga Kendaraan yang gue tunggu datang juga Hati ku mulai senang Harapan yang hampir saja sirna tanpa jawaban Kini nampak kembali lagi dimata gue karena akhirnya terjawab Itu saja sih, sekedar terlintas di pikiran, saat gue sedang berjalan. - ANONIM
POLISI MORAL
Polisi moral ini memiliki ciri-ciri, salah satunya mereka merasa sudah paling benar dan kamu sepenuhnya salah. Kerjanya adalah menyinyir segala tindak tanduk orang yang dianggap menyimpang oleh mereka dan tidak sesuai dengan standar moral mereka. Melihat akhir-akhir ini, banyak sekali orang yang merangkap menjadi polisi moral khususnya kaum adam. Mereka suka “menghakimi” orang-orang yang memiliki standar moral yang berbeda. Banyak sekali kaum adam yang dengan mudahnya menyebut seorang wanita itu murahan, padahal setiap perempuan berhak atas tubuhnya sendiri. Setiap perempuan berhak berpakaian sesuai dengan kemauannya dan keinginannya. Berbelahan dada, menggunakan rok mini, berpakaian manis, berpakaian terbuka, dan berpakaian tertutup adalah pilihan yang bebas dipilih oleh setiap perempuan. Jika kamu menilai perempuan hanya dari pakaiannya saja dan memberi legitimasi dia pantas dilecehkan berdasarkan pakaiannya, maka yang harus dipertanyakan adalah isi otak dan hatimu. Bukan bagaimana cara perempuan berpakaian yang harus kauatur dan kaupusingkan. Tapi bagaimana kamu tetap mengatur dan menjaga moralmu untuk tidak menilai seseorang hanya dari cara dia berpakaian. Perempuan berhak atas tubuhnya sendiri, berhak memiliki selingkuhan, berhak memiliki friends with benefits, berhak merasakan no strings attached, berhak mendapat penilaian “normal” meskipun menyimpang. Karena mengapa begitu mudah memaafkan laki-laki yang punya banyak friends with benefits dengan ucapan, “Laki-laki kan, berhak memilih nggak apa-apa dong, celup sana, celup sini.” lalu sibuk menghujat perempuan yang punya friends with benefits dengan ucapan, “Dia, sih, emang pecun mau dicobain siapa aja.” Mengapa begitu mudah memaklumi laki-laki yang bersalah, namun begitu sulit memaklumi perempuan dengan kesalahan yang sama? Mengapa begitu mudah menilai bahwa lumrah jika ada pria dengan banyak wanita, namun begitu mudah pula menilai perempuan dengan banyak laki-laki pasti disetarakan dengan pecun? Apakah serendah itu kalian menilai perempuan yang sejatinya adalah ibu dari bumi? Tuhan tidak sejahat itu, hanya tuhan yang boleh menghakimi umatnya, bukan kalian para polisi moral! ANONIM
Jangan merasa senang melihat orang lain susah, sedangkan kita santai-santai saja tanpa banyak masalah boleh jadi karena Tuhan menilai kemampuan kita memang cuma sebatas itu. Dan mereka lebih mungkin dijatuhkan cobaan karena mereka dinilai Tuhan lebih capable untuk lulus ketimbang kita. Jadi, jangan terlalu banyak menilai, membandingkan diri kita dengan orang lain apalagi meremehkan. Lebih baik fokus sama diri kita agar bisa lebih baik dan capable dari diri kita yg lalu.
Kita selalu mampu mengganti sudut pandang, apapun keadaannya, apapun kondisinya, kitalah yang menentukan. Dunia ini penjara bagi orang-orang yang beriman.
Yang aku lupa dari rindu adalah, ternyata ia pun menyimpan kehangatan. Tak melulu gigil, tak selalu beku.
6 Hal Unik Dari Tukang Nasi Goreng Keliling
6 Hal Unik Dari Tukang Nasi Goreng Keliling
“Teng, teng, teng, teng” bunyi wajan yang beradu dengan sodet ini seringkali terdengar tiap malam, apalagi jika lagi lapar tentu bakal terdengar lebih keras dari sebelumnya. Siapa sih yang tidak suka nasi goreng? Semua pasti pernah mencoba nasi goreng. Makanan khas nusantara yang sudah diakui kelezatannya oleh public figure dunia ini seakan sering jadi makanan utama orang Indonesia. Tetapi, kalau…
View On WordPress
Welcome to the other side of me
“Sometimes, we just have to find another side of ourselves.”
Pernyataan itu memang benar adanya. Terkadang, ada rasa jenuh dalam diri saya manakala saya tidak bisa mengekspresikan sebagian dari isi pikiran dan jiwa saya sendiri. Alasannya tak lain karena ketidakbebasan dalam diri. Mengapa saya katakan tidak bebas?
Saat ini, saya, anda, hidup dalam sebuah lingkaran tertentu. Tempat di mana anda tinggal, menjadi saya yang ini, saya yang itu, dengan embel-embel ini itu. Ada semacam label yang ditanamkan dalam diri kita sedari kecil. Keadaan yang sudah mengakar itulah yang kadang membuat saya tidak bebas. Terutama untuk hal pengekspresian diri.
Apa salahnya menunjukkan sisi diri yang sebenarnya?
Well, that is a good question. Harusnya kita jadi diri apa adanya, tak ada sebuah kedok tertentu dalam diri kita. Tapi, yang namanya hidup juga perlu sebuah citra yang mau tidak mau harus dijaga hingga seperti apa citra itu membentuk layaknya keinginan kita.
Di sini, saya hanya ingin menyampaikan sesuatu yang memang sulit untuk saya ungkap di dunia nyata. Dunia dengan sekat nama, identitas, jati diri, atau apalah itu. Saya hanya menginginkan hidup saya dalam cerita-cerita di blog ini menjadi hidup yang memang apa adanya diri saya, tanpa label. Saya ingin mengutarakan pendapat saya tanpa takut dikritisi. Saya ingin bercerita tentang mimpi saya tanpa takut dicela. Saya ingin berekspresi dengan kata-kata.
Ini adalah alter ego buatan saya. Sisi lain dari kehidupan saya yang biasanya hanya berkutat dengan lingkaran yang itu-itu saja. Semoga dengan adanya “identitas baru” yang saya buat, tanpa menghiraukan bagaimana saya sebelumnya menjalani kehidupan, saya bisa berekpresi lebih baik.
Welcome to the other side of me.
*Note: I use a fake name here. But, all the stories here are true that I experience it by myself*