Jatuh Cinta
Jatuh cinta kadang selelah ini. Saat aku berfikir aku tak sanggup lagi jatuh cinta ternyata aku masih melakukannya. Terlalu mudah jatuh cinta? Bukan, aku rasa aku terlalu lelah untuk berlayar tanpa henti dan tak pernah berlabuh. Aku takut sekali jatuh cinta tapi kenyataanya tak bisa aku hindari, aku jatuh cinta lagi. Bukan aku mendahului takdir aku tau akhirnya aku yang akan menanggung sakitnya, aku menanggungnya sendirian. Cinta bertepuk sebelah tangan. Sebagai wanita cinta bertepuk sebelah tangan itu sungguh mengerikan, karena aku wanita aku tidak bisa berjuang. Aku sangat yakin akan ada pria yang memperjuangkanku, tapi sungguh aku butuh untuk berlabuh. Kapan? Aku tak perlu tanyakan itu. Siapa? Aku tak perlu tau itu sekarang. Mungkin aku butuh lebih banyak bersabar, lebih banyak. Ketika kekuatanku di uji aku malah merasa paling lemah, serasa tak ada yang menguatkanku. Dunia dan seisinya menertawakan kelemahanku. Mungkin Tuhan ingin aku belajar lebih dari orang lain, sesungguhnya semakin berat cobaan doakupun harus semakin banyak. Aku selalu lupa bahwa ibadah hidup dan matiku hanya untuk Allah semata. Maka ketika aku rapuh, seharusnya aku minta kekuatan pada-Nya. Begitulah kadang sakit sekali, kadang aku percaya cinta. Sudahlah hidupku sudah seimbang antara penyakit dan obatnya.













