MUNGKIN RINDU INI PERLU DIJEDA, TAPI AKU INGIN PULANG
Akhirnya aku tahu kepada siapa aku harus pulang.
Jarak membuatku semakin ingin berkata rindu atau mungkin hanya berharap pada kepulangan. Terkadang aku ingin dikembalikan di mana aku tinggal sebelumnya. Ketika dunia tidak lagi bersahabat denganku. Ketika semua nyata meleset jauh dari perkiraanku. Kejenuhan mulai memenuhi otakku, semuanya lesu dan terlihat palsu. Izinkan aku untuk pulang sebentar saja.
Rumah juga terkadang membosankan bagiku ketika pikiran kami tidak sejalan. Tidak hanya itu, mulut kami juga saling beradu pada suatu hal yang tidak begitu berpengaruh pada kenyataan. Ketika mereka mulai tidak acuh, sibuk sendiri dengan dunianya. Ketika aturan mulai mengikat seluruh anggota badanku dan hanya mulut ini yang beradu. Tapi aku tidak pandai merayu dan akhirnya aku tetap tinggal di sana.
Perantauan tidak juga menjamin kebahagiaan. Tapi bukan berarti hanya luka di sini. Di sini aku belajar bagaimana menghargai hidup, bagaimana menghargai setiap detik waktu dan bagaimana menahan rasa rindu. Ketika di sini tergores luka yang dalam. Bahkan setiap langkah terasa berat menahan luka dan rindu. Belum lagi mereka yang hobi datang kemudian pergi, mengetuk pintu dan menghilang. Klasik memang.
Pada akhirnya aku tahu siapa yang pantas dirindu. Kepada siapa aku harus pulang. Kepada siapa aku harus mengadu dan tetap bertahan. Tetapi tidak semudah itu, waktu yang mengatur itu semua dan aku tidak bisa mengelak adanya takdir. Sekedar pengharapan dan kerinduian yang perlu dijeda.