Kapan, Syunik Province, Armenia.

#dc comics#batman#dc#bruce wayne#dc fanart#tim drake#dick grayson#batfamily#batfam



#iwtv#interview with the vampire#the vampire armand#assad zaman


seen from Latvia
seen from Argentina
seen from China
seen from Canada
seen from Malaysia
seen from Russia
seen from Türkiye
seen from Canada
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Saudi Arabia

seen from France

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Spain
seen from Japan
Kapan, Syunik Province, Armenia.
Special gift for Valentine to my lovely bestie:3
@saranoona
previous permission if I use the art for a jedag-jedug video :3🙏
The art by: @saranoona
Stickers, Shibuya 渋谷
Just dropped a new character on artfight :3
ONE MEMORY IN JAPAN
Juli: Kapankah Aku dan Kamu menjadi Kita?
Jika ini soal waktu, harus berapa lama lagi aku perlu sabar menunggu? Jika ini soal rasa, berapa banyak hal yang perlu dikompromikan agar tenang itu bisa bertahan lama dan terus ada? Jika ini tentang orang-orang terkasih yang masih perlu diyakinkan, berapa jumlah kata dan laku yang perlu dilakukan sebagai bentuk pembuktian?
Jawabannya mungkin tak terbatas.
Untuk sebuah ibadah terpanjang kedua setelah menuntut ilmu, tentu angka-angka itu sudah semestinya tak terbatas. Sabar yang tak berujung, kompromi tanpa pamrih, dan pembuktian secara terus-menerus.
Lantas, apa yang menjadi penghujungnya?
Penghujungnya adalah maut, saat dimana semuanya terputus dan berhenti bagi seorang hamba. Kecuali tiga hal.
Dua dari tiga hal itu masih bisa aku usahakan, semaksimal yang aku mampu. Hari ini, tanpa tapi, tanpa nanti. Namun tidak dengan salah satu dari tiga amalan yang tetap mengalir meski jiwa telah terpisah raga. Sesuatu yang belum bisa kumiliki sebelum aku dan kamu menjadi kita.
Pun, jika aku dan kamu telah menjadi kita, usaha yang dilakukan tidak lagi sendirian tetapi harus berdua. Pun, itu hanya sebatas usaha dan doa, perkara hasil, lagi-lagi hanya Allah yang tahu dan tentukan.
Aku mau mengusahakan hal itu. Hal ketiga berupa doa tulus dari anak-anak yang shalih dan shalihah, yang lahir dari diri kita dan dibesarkan untuk mencintai Allah, Tuhan satu-satunya. Untaian hadiah paling indah yang berpilin ke langit. Buah dari kata dan limpahan kasih yang tercurah tanpa mengenal waktu, tak terbatas sekat jarak. Doa-doa bagi kita, ayah dan ibunya. Meski kita sudah tiada nantinya.
Aku mau mengusahakan hal itu. Walaupun aku juga belum tahu, kapankah aku dan kamu menjadi kita?
Semoga doa-doa yang telah dilangitkan sebelumnya, bahkan sebelum kita saling menemukan, Allah jawab dengan kata yang sama. Jawaban yang hadir segera sebelum tahun berikutnya tiba.
Ditulis dini hari di Depok, 3 Muharram 1446 H pukul 00.33 WIB.
Âhiret tatbîkâtı..