Monolog Kedua
"Sepertinya belakangan ini kamu sering mengunggah foto-foto pernikahan teman kamu, sedang menyindir siapa sih ?"
"Menyindir ? Maksudnya ?"
"Ya, siapa tahu, dibalik unggah-unggahan itu yang meskipun hanya sekedar 'story' terselip pesan,
'tuh liat temen sebaya saya itu udah pada nikah, kita kapan nih ?'
dan pesan itu sebenarnya ingin kamu sampaikan kepada seseorang."
"Wah, luar biasa analisa kamu ya. Nah, sekarang beri saya ruang untuk klarifikasi.
Saya mengunggah foto-foto pernikahan teman saya itu tujuannya untuk menyampaikan pesan bahwa saya juga ikut senang atas pernikahan mereka, itu saja.
Dan perihal nikah bagi saya,
Saya memang sudah menjadi orang yang ingin menikah, bahkan sejak beberapa tahun yang lalu, tapi bukan berarti harus buru-buru hanya karena teman sebaya banyak yang sudah.
Bagi saya,
Pernikahan itu bukan sesuatu yang harus disegerakan,
Pernikahan adalah sesuatu yang harus diupayakan.
Masalah kapan, itu urusan Tuhan.
Terakhir, tentang seringnya mengunggah foto-foto pernikahan teman, memang kebetulan saja belakangan ini sedang banyak teman saya yang menikah dan menyempurnakan separuh keimanannya."
Tidak ada maksud lain. Sungguh.















