Behind the scenes sebelum menikah hampir 3 th yg lalu,
Setelah keluarga calon suami datang, dan menyatakan keinginannya utk turut mengundang beberapa jumlah undangan pada hari H walimah
Malamnya berembug dg ummi dan abi, kalo-meskipun itu akan ditanggung bersama- tapi diluar kemampuan kami saat itu
Dan keputusan yg kubuat,
"Oke sampaikan saja poin keberatan kita mi, bi. Kalo memang jodoh akan lancar jalannya. Kalo bukan ya yaudah, Allah ganti juga tidak masalah"
Karena niat dari awal membuka diri utk menikah bukan tambah menjadi beban org tua... di saat aku yg saat itu masih koas, belum bisa banyak urun biaya..
Dan semalaman hanya melafalkan QS An Najm : 48
"Allahu aghnaa waa aqnaa"
"Allah Maha Kaya lagi Maha Mencukupkan", sambil mbrebes mili..
Dan alhamdulillah, Allah mudahkan jalannya
Keluarga calon suami Oke tidak mengundang banyak pihak.
2 minggu setelah akad,
Atas kebebalanku, mahar hanya ku sisakan 1 buah cincin, selebihnya kami jual
Agar tidak perlu ada tanggungan hutang saat memulai menikah
Karena menikah, lagi-lagi bukan gemebyar pesta yg kami cari..
Tapi semoga ridha Allah satu-satunya alasan kami.. dan menyederhakan prosesinya mjd salah satu ikhtiar kami..
Ah, bukankah doa yg disunnahkan utk pengantin baru hanya barokah yg diharapkannya?
















