Enam Belas Nama Penggiat Doodle
Salah satu kegemaran yang paling senang aku lakukan belakangan ini adalah menggambar doodle atau coretan abstrak dengan media teknik tinta hitam. Mungkin sedikit karyaku sudah terpajang di deviantart, tumblr, dan facebook. Meski tidak banyak, tapi aku punya tingkat kenikmatan tinggi ketika mengerjakan salah satu jenis kegiatan kreatif ini.
Seorang sahabatku bernama Eva telah membuktikan bahwa tidak memerlukan bakat atau muluk-muluk jiwa seni untuk bisa menghasilkan karya doodle. Perempuan pengajar berlatar belakang dunia programming ini bahkan bisa langsung memproduksi doodle keren hanya dengan satu kali melihat karyaku. Modalnya hanya satu, ingin mencoba!
Berbicara tentang doodle juga, aku bergembira atas lahirnya sebuah grup kecil yang tergerak oleh gagasan tentang doodle. Grup facebook yang masih sangat muda ini, ternyata berhasil membuka mataku lebih banyak tentang passion doodle yang selama ini aku pertanyakan. Doodle Art Indonesia yang digagas oleh seorang perempuan enerjik bernama Dinar Safitri, bisa jadi adalah satu cahaya kecil yang berpotensi menjadi sesuatu hal yang besar nantinya. Jika aku berhasil menekuninya.
Lalu ada apa dengan enam belas nama?
Salah satu sharing yang dipajang di halaman grup Doodle Art Indonesia telah mempertemukan aku juga dengan beberapa jenis dan ragam gaya dalam doodle. Meski dalam satu teknik doodle, ternyata keragaman dan variasi yang dihadirkan dalam aneka medianya juga sangat berkarakter. Ada yang kaya akan tingkat kerumitan, atau malah tingkat kesahajaan yang malah jadi elegan sekali.
Nama pertama adalah Irvin Ranada.
Memasuki galeri karyanya di tumblrnya, dia sudah menelurkan banyak sekali karya doodle. Bahkan jika kalian beruntung, temukan juga instagramnya. Menilik blognya, karya doodlenya sudah banyak yang diproduksi sebagai karya digital art. Dengan teknik photoshop tool, dia juga menggarap sebagian karyanya dengan warna dan variannya.
Nama kedua adalah Matthieu Bessudo.
Karya yang terpajang melalui situs galerinya menunjukkan bahwa sosok ini memiliki profesionalitas dan keseriusan tinggi sekali tentang ilustrasi doodlenya. Butuh kesiapan mental bagi penikmatnya untuk bisa merasa nyaman dengan karakter karyanya yang cenderung mind-blowing, gelap, surealistis, dan dewasa. Beberapa karyanya bisa menggambarkan jelas obsesinya terhadap musik dan sosok tubuh wanita. Sekali lagi, penikmatnya butuh kekuatan mental untuk bisa kritis menilai karyanya.
Nama ketiga adalah Helen Kaur.
Karya perempuan yang satu ini banyak ditemukan di galeri deviantart yang ia punya. Ketekunannya akan ilustrasi doodle sangat menarik untuk dinikmati. Selain memiliki warna-warna yang ceria, sebagian besar karyanya juga memiliki konsep potret dan personal yang sangat cocok diterapkan dalam desain sehari-hari.
Nama keempat adalah James Jean.
Sosok bernama James Jean ini memiliki karya seni dengan tingkat kematangan yang sangat apik. Karyanya tidak hanya mencakup seni visual dua dimensi seperti doodle saja, tapi juga mencakup seni tiga dimensi seperti patung seni / sculpture, dan miniatur akan beberapa bentuk organik. Konsepnya juga sangat matang dan menyeluruh mencakup konteks dan tema.
Nama kelima adalah Pat Perry.
Galeri karyanya dipenuhi oleh gambar-gambar seni yang memiliki konsep tinggi akan surealisme, potret, dan panorama. Semuanya digabung dalam satu bingkai karya ilustrasi yang umumnya menggunakan media teknik melukis dan menggambar.
Nama keenam adalah Justine Ashbee.
Tenyata hampir semua karya yang terpajang dalam galeri karyanya hanya menggunakan satu pola bentuk gambar sederhana, yaitu menyerupai jaring atau rambut lengkung. Hampir dipastikan semuanya memiliki pewarnaan yang ringan dan enteng, berpola besar, dan abstrak tanpa bentuk sesuatu spesifik. Yang menarik adalah penggunaan elemen geometris sederhana ini justru dimanfaatkan sebagai elemen pengisi dari kompleksitas pengalaman visual. Penikmat diajak merasakan sekuen / irama / penghayatan melalui lekukan tak terduga dari bentuk-bentuk sederhana tersebut.
Nama ketujuh adalah Billie Jean.
Jangan kaget melihat sendiri bahwa karyanya sebagian besar justru diterapkan tidak dalam media kertas saja. Bahkan juga piano, sepatu, dinding, dan meja. Dengan hobinya yang cenderung liar, dia juga memiliki hasrat besar tampaknya dengan musik dan mesin. Itu terlihat dari beberapa karyanya yang cenderung bergenre populer dan komik.
Nama kedelapan adalah Eric Olmstead!
Aku selalu penasaran alasan kenapa aku sangat familiar dengan nama ini? Laki-laki hebat ini adalah pemilik salah satu konsep karya yang berisikan nama-nama negara tetangga yang menjadi lokasi travellingnya. Yah, dia hobi sekali melakukan travelling, lalu menggambarkan esensi di tiap kunjungannya sebagai karya ilustrasi dan doodlenya.
Nama kesembilan adalah Mike Rohde.
Adalah perancang yang sangat menggemari kegiatan membaca, menulis dan menggambar sketsa. Dia sangat terkenal dengan ekspertisenya untuk menggambar di atas sketchnote atau moleskin sketchbook. Adalah sebuah buku kecil berupa note tidak bergaris yang dibawanya kemana mana, bahkan dijadikan konsep beberapa produk bukunya. Seperti buku panduan tur, dan sejenisnya. Kunjungi tumblrnya, maka kalian akan menemukan ketertarikannnya akan fotografi dan perjalanan (travelling).
Nama kesepuluh adalah Amaia Arrazola.
Mungkin jika kita sudah terlalu disumpekkan dengan gambar doodle yang memiliki kedewasaan, keseriusan, kegelapan, dan terlalu mendetail seperti nama-nama sebelumnya; kita bisa refreshing sejenak dengan gaya doodle sang Amaia Arrazola ini. Dengan menggunakan garis-garis pendek, simplifikasi bentuk, geometris sederhana yang terlihat kasar, namun warna dan komposisi kanak-kanak; Amaia memiliki karya yang sangat menarik untuk dinikmati sebagai ilustrasi ceria. Bukan berarti tidak memiliki kapabilitas dalam hal gambar detil, Amaia justru memiliki kemampuan sketsa detail arsitektur dan latar yang sangat baik.
Nama kesebelas adalah Delphine Durand.
Lucu banget dan gembira banget rasanya ketika aku singgah ke galeri karyanya. Di samping memiliki keceriaan dalam warna dan keringanan dalam komposisi karakter, karyanya juga didominasi oleh monster-monster yang terkesan lucu.
Nama keduabelas adalah Kerby Rosanes.
Bisa dibilang, karyanya adalah karya yang sebenar-benarnya hanya doodle. Dengan menggunakan drawing pen dan sketchbook, dia telah mengabadikan karya doodlenya di dalam satu blog yang diberi nama Sketchy Stories. Jika beruntung, temukan juga grup facebooknya yah. ^_^
Nama ketigabelas adalah PodgyPanda.
Laki-laki yang satu ini adalah salah satu penggiat doodle yang bergenrekan panda. Bahkan, sebagai jenis kreasi lainnya, panda-panda tersebut tidak hanya digambar dalam bentuk doodle melainkan juga dibuat tiga dimensi dengan menggunakan resin.
Nama keempatbelas adalah Chris Piascik.
Wow! Hal yang sangat jelas konsisten menjadi orisinalitas karya Chris Piascik ini adalah permainan font / lettering / atau huruf bacanya. Dengan komposisi dan pewarnaan yang bisa jadi sangat berkelas, dia mampu mengemas informasi berita apapun menjadi sangat atraktif lewat visual. Produknya yang juga meliputi buku bersepeda, nampaknya menjadi karyanya yang menunjukkan keseriusannya menggeluti jenis lettering seperti ini.
Nama kelimabelas adalah Andrea Joseph.
Ternyata persis dugaanku, ada yang istimewa dengan gambar coretan di atas ini. Setelah ditelisik, ternyata kreator yang satu ini memang sangat cerdas. Terlihat bagaimana aku bisa menemukan keseimbangan otak kiri lewat inteligensi terstruktur dari setiap gambarnya, dan otak kanan yang ternyata kentara sekali lewat lengkungan dan penempatan elemen estetis. Desainnya bisa aku katakan efisien. Dan sangat penuh perhitungan. Ada yang sangat jelas disini mengingatkanku akan komposisi kerja kaum arsitek. Yang mana hubungan sebab akibat masih bisa distrukturisasi lewat gambar sketsa apapun. Alhasil, gambar seni pun tidak menjadi terlalu liar dan seolah memiliki alasannya masing masing. Beware, blog dia keren dan layak tengok semuanya :
Nama keenambelas alias terakhir adalah Johanna Basford.
Demi apa yah, doi atau perempuan yang satu ini terlihat sekali bersahaja lewat foto-fotonya yang sedang menggambar doodle. Memang agak terlalu sederhana, karena karyanya banyak sekali menggunakan jenis-jenis flora dan sulur yang banyak disebut feminin. Namun konsistensinya dalam menghasilkan segala jenis packaging, produk karya, dan grafis sampul buku, nampaknya patut dikagumi. Karyanya yang justru tidak monoton sama sekali, bisa menjadi tantangan kreatif yang sama sulitnya dengan karya seniman lain. Ironisnya, karyanya justru semakin terlihat segar dan selalu segar. Tidak membosankan.
Senin, 15 Juli 2013 | ditulis oleh Widyarin Kusumaningtyas @wiedesignarch.