Twerking, Dance of The Jezebel Spirit

seen from Singapore
seen from South Korea
seen from Japan

seen from Canada
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Germany

seen from Australia
seen from United States

seen from United States

seen from T1

seen from New Zealand

seen from United Arab Emirates
seen from France
seen from China
seen from Germany
seen from China
seen from New Zealand
seen from Russia
Twerking, Dance of The Jezebel Spirit
YOUNG GENERATION “Pemuda banyak karya bukan banyak gaya”.
Kata demi kata, isyarat demi isyarat rupanya tak henti hentinya terus berevolusi di dunia maya. Belum lama telinga kita di akrabkan dengan kata kece, yang dapat diartikan mereka yang berjiwa stylis berpenampilan mahal bak artis yang sedang turun kondang. Duit yang tak seberapa besar nilainya disombongkan, rela dihabiskan dan kobarkan demi berpenampilan kece. Terlebih jika bokab dan nyokap sedang tidak ada uang mereka memilih maksa untuk dibelikan baju atau kaos distro yang sedang trendy!. Setelah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, bergegaslah mereka ambil pose dengan gaya bak model majalah yg memamerkan pakaian yang akan di jual belikan. Sebegitulah pemuda.
Jika kita ingin di katakakan kece ambilah sisi yg menegaskan kepada generasi bangsa bahwa pemuda harus banyak karya bukan banyak gaya. Bahkan lahir ditengah masyarakat sebuntan teranyar, yakni ADM (anak dunia maya). Mulanya saya mendengar dari temen-temen yang seringkali terlihat bermain diwarung internet, berpenampilan super gaul stylish, super manja dan sedikit lebay.
Hari ini kita hisup di zaman yang dengan keluhan. Merengek ketika ia ditekan dan dan menindas ketika berkuasa. Padahal dahulu seringkali kita di ceritakan oleh kakek kita tentang banyak kisah pemuda yang tahan banting dan pemimpin di zamannya. Salah satunya adalah kisah sahabat Rasulullah Saw, dan termasuk kedalam jajaran Khulafurasyidin, dia adalah Usman bin Affan. Di kisahkan beliau memaksa ikut perang di usia dini demi menegakan panji-panji islam. Begitu pula dengan abdullah bin auf rela meninggalkan ketampanannya, harta banyaknya dan penampilan-penampilan super kerenya hanya untuk menegakan agama Allah. Lalu ada pula Muhammad Al Fatih menjadi pemimpin pasukan pada umur 19 tahun, sekitar dua tahun berikutnya beliau dapat menaklukan konstantinopel. Dan masih banyak lagi generasi muslim zaman dahulu yang berhasil akan kepemimpinanya.
Untuk itu sebagai generasi penerus, marilah kita bersama sama belajar dan mulai memilih prilaku yang pantas dan tidak pantas serta bijak dalam memilih segala sesuatu yang pantas kita tiru dalam kehidupan kita sehari-hari.
THU, 28 Mei 2020
silhouette #hongkong #discoverhongkong #streetphotography #theimaged #freehk #香港 #younggeneration (Hong Kong) https://www.instagram.com/p/B4RzXwtlOwb/?igshid=199iojab2g8wm
“Fine Young Artists”
is a continuously growing collection of scalp-casts of contemporary visual artists. In fact it is representing an emerging new generation of artists, born in the 1980s and early 1990s.
The collection is currently holding the following artists:
Tobi Keck, Konrad Hanke, Lars Fischer, Julia Kiehlmann, Peter Fahr, Myriam Mayer, Inho Choi, Philipp Putzer, Nadja Kurz, Dominik Schäfer, Karl Kowalke, Carolin Richter, Euiyoung Hwang, Grit Aulitzky, Marten Schech, Rasmus Roos-Lindquist, Simon Mann, Gabriel von Bethlen, Lisa Wölfel, Ulrike Hild, Jonas Johnke, Melanie Börner, Andrea Barzaghi, Alexandre Karaivanov, Lilly Urbat, Nadine Baldow, Manaf Halbouni, Marco Stanke, Florian Birk, Sophie Altmann, Michael Ullrich, Carolin Trunk, Eva Schmidt, Katina Rank, Sascha Patzig, Jacob Friedländer, Max Stühlen, Moritz Liebig, Ruth Unger, Maria Kazimierczyk, Karin Armbruster, Eric Beier, Jan Kunze, Amanda Ziemele, Sten Gutglück, Theresa Tuffner, Johannes Listewnik, Johannes Bünemann, Hansol Kim, Mirjam Kroker, Robert Czolkoß, Lars Frohberg, Julia Langhammer, Thomas Schmelzer, Gala Goebel, Steve Braun, Alexander Endrullat, Jonas Lewek, Winnie Seifert, Birke Bonfert, Michael Eppler, Andi Fischer, Hannah Gottschalk, Theresa Rothe, Philipp Zörndlein, Florian Witt, Jasmin Schmidt, Liselotte Gammaschlag, Matthias Garff, Karoline Schneider, t.b.c.
GENERASI EMAS Tak lekang karena panas, tak lapuk karena hujan.
Era yang sedang kita hinggapi saat ini, merupakan era yang kita kenal dengan era Milenial. Pada era ini dimana zaman telah berubah 180 derajat dari yang sebelumnya, segala sesuatu dapat kita raup, baik teknologi, ekonomi, sosial maupun politik. Tentu, dalam mengelola zaman 4.0 ini, kita sebagai anak bangsa yang telah diberikan tampuk kepemimpinan yang akan datang, harus mempersiapkan dengan semaksimal mungkin. Segala aspek kehidupan yang kita jalani saat ini perlu diperbaiki seiring terus berjalannya waktu.
Perbaikan umat harus berbanding lurus dengan perbaikan diri umat itu sendiri. Perubahan generasi tidak akan pernah berhasil, tanpa adanya perubahan dalam diri generasi itu sendiri. Perbaikan dan perubahan tidak akan pernah berbuah manis tanpa bimbingan dan pendidikan yang baik dan berkelanjutan dalam istiqomah. Bimbingan dan pendidikan tidak akan terasa hasilnya tanpa membekali uamat dan generasi muda dengan ilmu pengetahuan yang cukup, dan mengisi jiwa mereka dengan nilai-nilai keimanan yang mantap kepada Allah Swt.
Iman dan Ilmu akan melahirkan generasi masa depan yang berahlak terpuji dan mulia. Iman dan Ilmu akan melahirkan generasi emas yang mampu mengharumkan nama baik orang tua, bangsa, maupun agamanya. Sebagaimana jika kita menilik sedikit fenomena saat ini, dimana banyak serta bertaburan orang-orang pintar di negara kita, akan tetapi sungguh dengan kepintaran yang mereka miliki tanpa didasari dengan Akhlak, maka hancurlah bangsa ini. Terseret dalam arus korupsi, kolusi, dan manipulasi, yang segalanya penuh dengan Imajinasi.
Oleh karena itu, perlu kita persiapkan generasi masa depan dengan sejuta harapan. Generasi emas yang mampu menorehkan sejarah peradaban manusia, terukir denfan tinta emas, generasi yang tak lekang karena panas dan tak lauk karena hujan. Lalu, apa yang dapat kita lakukan dalam mempersiapkan hal tersebut ? sebagai jawabanya adalah, mari mulailah kita tabur kebaikan dari dalam rumah. Momentum inilah yang harus kita manfaatkan saat ini. Khususnya dalam penanganan virus Corona, Pemerintah telah mewajibkan warganya, untuk berdiam diri dirumah, belajar dan bekerja dari dalam rumah. Lalu apalagi yang kita tunggu ? inilah saatnya kita memulai keteladanan dari dalam keluarga. Mulailah kita berikan pengajaran serta pembimbingan pendidikan, akhlak, dan aqidah yang benar didalam diri generasi muda, agar kelak mereka terhndar dari perbuatan keji dan mungkar.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (QS. At-Tahrim/66 : 6)
Mudah-mudahan kita selalu diberikan kekuatan, kesehatan, dan kebaikan, dalam misi Izzil Islam Wal Muslimin, untuk selalu berikhtiar serta bertawakal untuk menciptakan Balaadan aminan, ma’muran, wal mubarak. Amiin yaa Rabbal’alamiin.
THU, 30 April 2020
Introducing our new trendy audio player, perfect for the young generation. Stay fashionable while enjoying premium sound quality. 🎵👌
A Call to Arms:
Empowering the Voice of a Generation
In the face of pressing challenges and the need for change, we must rally together and empower the voice of a generation. This is a call to arms, an urgent plea for young people to rise up, make their voices heard, and actively participate in shaping the future. Now is the time for action, for passion, and for creating a better world. Together, we have the power to make a difference.
Our Power, Our Responsibility:
We, the young generation, hold immense power within us. Our energy, creativity, and determination can drive transformative change. It is our responsibility to harness this power and channel it towards creating a future that aligns with our vision—a future of equality, justice, sustainability, and compassion. The world needs our unique perspectives, innovative ideas, and unwavering commitment to shaping a brighter tomorrow.
Stand Up, Speak Out:
It's time to stand up for what we believe in. Let our voices be heard, loud and clear. Speak out against injustice, discrimination, and inequality. Challenge the status quo. Let our passion fuel us as we advocate for social and environmental causes that demand our attention. We have the power to drive policy reforms, influence decision-makers, and shape public discourse. Our collective voice is a force to be reckoned with.
Engage, Educate, Empower:
Engagement starts with education. Let us empower ourselves with knowledge, delve into the issues that matter, and become informed citizens. Educate ourselves about the political process, policies, and the intricacies of the world we inhabit. Let us engage in respectful dialogue, embracing diverse perspectives and fostering understanding. Together, we can bridge divides, build coalitions, and find common ground to address the pressing issues of our time.
Vote, Impact, Lead:
The power to effect change lies within our votes. Register to vote, become active participants in elections, and make your voice count. Voting is not just a right; it is a responsibility and a tool for change. Hold our elected officials accountable, demand transparency, and advocate for policies that align with our values. But let us not stop at voting alone. Let us engage in grassroots movements, volunteer for causes we believe in, and assume leadership roles. We are the change-makers of today and tomorrow.
Together We Rise:
This call to arms is a call for unity. We are stronger when we stand together, supporting one another and amplifying our collective voice. Let us embrace our differences, recognizing the power of diversity as we strive for a more inclusive society. Lift each other up, inspire one another, and create a sense of belonging within our generation. Our shared vision and collaboration will lead us towards the future we envision.
The time for complacency is over. We are the catalysts of change, the agents of progress. Let this call to arms ignite a fire within us—a fire that drives us to act, to inspire, and to make an impact. Together, we can shape a future where our voices are valued, where justice and equality prevail, and where compassion and empathy guide our actions. Now is our time to rise, to stand tall, and to create a world we are proud to call our own. Will you answer the call?
The Impact of TikTok on the Young Generation
Explore the pros and cons of TikTok's impact on the young generation, from creativity and community to addiction and cyberbullying.