Bonus spesial untuk pengguna baru! Pengguna baru mendapatkan Rp800 setelah login. Gunakan terus CekiCeki, kumpulkan koin sebanyak – banyakny
check
Sweet Seals For You, Always
Cosmic Funnies
RMH
One Nice Bug Per Day
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

No title available
The Bowery Presents
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
sheepfilms

Kiana Khansmith
noise dept.

Product Placement
Misplaced Lens Cap
occasionally subtle

izzy's playlists!

if i look back, i am lost
untitled
KIROKAZE
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

oozey mess
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Colombia

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Albania

seen from United States
seen from France
seen from United States
seen from Brazil

seen from Peru

seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@talunang
Bonus spesial untuk pengguna baru! Pengguna baru mendapatkan Rp800 setelah login. Gunakan terus CekiCeki, kumpulkan koin sebanyak – banyakny
check
Bonus spesial untuk pengguna baru! Pengguna baru mendapatkan Rp800 setelah login. Gunakan terus CekiCeki, kumpulkan koin sebanyak – banyakny
flashgo webapp
check
flashgo webapp
flashgo webapp
Semoga kamu mendapatkan suami yang seromantis ini ^^
Aku merekamnya, Dik. Merekam dengan mataku bagaimana kamu menjadi istri di hari pertama pernikahan kita. Aku menyaksikan punggungmu dari bingkai pintu, saat kamu sedang asyik membuatkan nasi goreng di dapur untukku. Kamu menoleh, aku sembunyi. Kamu mengerutkan dahi, kayak ada yang ngintip? Begitulah mungkin kamu berfikir. Memang, batinku… hehe. Aku menutupi tawa renyah dengan gumpalan tangan. Aku merekamnya, Dik. Merekam dengan retinaku bagaimana kamu mengusap peluh di pelipismu. Kamu sepertinya capek sekali. Pagi-pagi sudah membereskan rumah, menyiapkan sarapan, dan juga merapikan baju-baju. Maafkan jika hari itu aku pura-pura tidur, tak membantumu. Aku hanya ingin merekam semua kebaikanmu. Agar saat aku marah dan kesal padamu, rekaman itu dapat diputar kembali. Kamu, yang dengan rela meninggalkan orangtuamu demi menemani dan melayani aku. Meninggalkan kemanjaan bersama papahmu. Meninggalkan kehangatan bersama mamahmu. Itu semua demi aku? Lelaki yang baru dikenalmu ini? Oh sungguh, Dik. Aku akan memurkai diriku sendiri jika seandainya aku menyakiti dirimu. Tidak. Aku tak akan menyakitimu. Aku akan berusaha untuk itu, Dik. Kamu, seorang perempuan yang dengan ikhlas melepaskan harapan, cita-cita, dan impianmu hanya untuk mewakafkan sisa hidupmu untuk lelaki seperti diriku. Melayaniku di sepenuh hari. Menenemaniku di sepanjang umur. Oh, Dik. Bagaimana mungkin mata ini melototimu sedang aku melihat semuanya. Melihat pengorbananmu untukku. Tidak. Aku mungkin akan marah di sesekali waktu, namun sekeras-kerasnya marahku adalah setukil senyuman. Tidak akan kubiarkan tangan, lisan, atau bahkan hatiku menyakiti dirimu, Dik. Insya Allah. “Abi, sarapan dulu,” titahmu di mulut pintu. Aku masih membungkus tubuhku dengan selimut. Tak berani menoleh. Aku takut kamu tahu kalau mataku sedikit basah. Maaf, aku memang selalu cengeng untukmu, Dik. Makasih, barangkali itulah pesan yang ingin disampaikan derai ini. “Abi masih tidur? Capek ya?” katamu lagi. Kini kamu sudah duduk di tebing kasur. Mengusap bahuku. “Ya udah, adik panasin aja ya nasgornya.” “O gak dik,” ujarku sambil menyingkap selimut, “Udah bangun kok.” Kamu menatapku. Menyipitkan mata, lalu menyentuhkan ujung jempol di sudut mataku, “Abi kayak orang nangis?” Tanyamu. “Siapa yang nangis, Dik,” kilahku, “Kalau bangun biasa berair seperti ini abi mah.” Aku nyengir. Kamu ikutan nyengir. “Kebiasaan yang aneh,” katamu menggeleng. Maafkan aku, Dik. Ini kebohongan pertamaku kepadamu. “Ini nasgor spesial buat abi,” katamu di meja makan, “Cobain deh.” Kamu tahu, Dik. Andai ini keasinan, maafkan sebab aku akan berbohong lagi, mengatakan bahwa ini makanan terlezat di muka bumi. Aku mengacungkan dua jempol, “Enak,” pujiku dengan makanan yang masih tertahan di mulut. Aku tak perlu berbohong, ini memang enak. Sebenarnya, ada kebohongan lagi. Ini hari Senin, dan aku selalu melaksanakan puasa Sunnah di hari ini. Aku sudah sahur jam dua tadi saat kamu terlelap. Tapi baiklah, tak apa tak puasa sehari. Demi menghormati kamu. Demi mencicipi makanan kamu. “Adik tak ikut makan?” Tanyaku sambil melahap, menghabiskan hampir setengah piring. “Ini kan hari Senin, Bi. Maaf, ya. Adik lagi puasa.” Aku tersedak. Mataku membulat. “Kenapa, Bi?” “Abi sebenarnya sedang puasa juga, Dik. Curang.” “Kenapa gak bilang dari tadi,” tanyamu sambil menahan tawa. “Ya adik gak nanya.” Tak disangka, kamu meraih gelas. Menenggak air. Menatap dengan sedikit senyum saat mulutmu tepat di ujung gelas. “Katanya puasa,” heranku. “Dibatalin aja, ngehormatin kamu.” Aku tersenyum, Islam adalah ajaran sederhana. Puasa di luar ramadhan adalah Sunnah, sedang menyenangkan pasangan adalah wajib. Kita harus bersyukur dengan ajaran mulia ini, Dik. “Abi?” “Iya, Dik?” “Suapiiiiiiin….” Ah, selain Iman dan Islam, kamu adalah nikmat terindahku, Dik. Kamu adalah surgaku. Selamanya.
***
Sumber : https://www.facebook.com/niee.azzahra/posts/1173170432713950
(via senyumsyukur)
Aku pernah menjadi teduh bagi seseorang, menjadi apa yang pertama kali dicari saat ia basah kuyup terkena hujan, atau saat ia tak kuasa menahan peluh karena terik. Aku pernah menjadi teduh, Sebelum aku dipaksa berubah, ikut menjadi hujan yang lebur pada pipiku sendiri
(via bulangerimis)
jatuh cinta yang paling menyenangkan adalah jatuh cinta yang tidak direncanakan.
S.A (via pena-kecil)
Aku rindu. Tapi aku tak ingin bertemu. Aku ingin bercerita. Tapi aku mencoba untuk tidak jatuh lagi di tempat pertama.
(via mbeeer)
Segala yang ada di dunia ini adalah sementara. Kecuali mencintaimu.
@cindyjoviand (via kunamaibintangitunamamu)
Pada angin desember kutitipkan doa doa, semoga tak ada lagi kutulis cerita dengan airmata. Semoga selamanya, kita.
(via pratamakenzo)
Biarkan Rindu ini berkumpul Bukankah itu lebih menyenangkan… Selamat menikmati Rindu..
Senjaberaksara (via senjasenjaberaksara)
Kurindukan hujan membasahi tanah tempat aku berpijak sekarang. Tak beda jauh dengan kurindukan engkau, yang hilang di gerbang pagi menuju siang.
(via kotak-nasi)
Selamat beristirahat. Jangan lupa bersyukur sudah diberi lelah untuk hari ini. Itu pertanda kamu masih mampu ‘merasa’.
salam bahagia,
Minko~
(via tumbloggerkita)
Lihatlah cermin, lalu tersenyumlah. Manis bukan? Ya, itulah yang membuatku jatuh cinta, jadi tolong dijaga sampai aku halal memilikinya.
(via kujagabulanbersinaruntukmu)
~ Ada kamu disudut sana yang sedang merapal doa Erat…erat sekali…. Hingga Tuhanmu saja begitu engkau dekati. Semoga hatimu tabah dalam penanti(an)
Senjasenjaberaksara (via senjasenjaberaksara)
~ Terima kasih hingga detik ini Kamu mau menunggu Bersama memperbaiki Bersama menyimpan rindu Semoga esok berjumpa ya… Aku kangennnnnn….
Senjaberaksara (via senjasenjaberaksara)