Sebut saja Fun Trail ; Pengalaman baru bagi saya, ternyata banyak hal yang sebenarnya simpel tapi sulit di pahami. Se-simpel menyadarkan diri sendiri bahwa olahraga itu Penting, meskipun penting tapi olahraga itu sendiri sulit di realisasikan, karena berbagai alasan. Alasan utama nya adalah ; MAGER. Jadilah harus cari alternatif lain, agar punya motivasi lain untuk olahraga. Kebetulan kangen nge-gunung dan cuma punya waktu yang sangat singkat alias sehari, maka jadilah kita coba nge-trail ke Gede. Niat awal cuma ke curug Cibeurum, berangkat dari pos pendakian pukul 06.30 WIB dan dikira akan ngedrop di awal, ternyata bisa sampai di Pos panyangcangan dalam waktu 30menit, alias pukul 07.00 WIB sudah sampai di pertigaan jalur pendakian - Curug Cibeurem. Hari masih terlalu dini untuk menapaki jalur menuju Curug Cibeurem, jadilah di bulatkan niat untuk coba sampai ke Air Panas, setelah dijalani dengan metode 1/5 (5 menit jalan, 1menit berhenti 😅) sampailah di Pos Air Panas sekitar pukul 08.45 WIB, pikiran masih bersikeras bahwa saat itu masih pagi, so dicobalah diteruskan menuju Kandang Badak. Seiring rasa dengkul yang semakin tegang dan jari kaki yang keram, sampailah di Kandang Badak pukul 09.30 WIB, akhirnya kembali diniatkan untuk ke Puncak Gede. After ngeteh dan jajan gorengan tempe super renyah di Kandang Badak, berangkatlah menuju Puncak Gede dengan melalui jalur yang yahud bikin dengkul terasa pedes dan sampai di puncak Gede sekitar 11.25 WIB, Finally we meet again beibehhhhhhh. Btw, keadaam puncak Gunung Gede ga berubah banyak semenjak pertama pertama kalinya kesini sekitar 8 tahun yang lalu. Beda nya sekarang lebih rame dan agak kotor, sangat disayangkan. Tapi tetep sih kondisi geografis nya selalu buat jatuh cinta. Setelah istirahat, makan dan sesi ritual wajib (re;Foto) terlaksana di puncak Gede, siap-siap deh turun dari puncak sekitar pukul 12.20 WIB dengan melewati tanjakan setan yang lumayan bikin deg-degan dan sampailah di Kandang Badak jam 13.00 WIB, lalu isi air untuk stock di perjalanan turun. Kandang Badak merupakan lembahan di antara puncak Gede - Pangrango, tempat yang perasediaan air nya ga habis-habis dan tempat yang hampir tiap wekeend nya lebih mirip perumahan dikawasan pinggiran Jakarta alias semraut yang berlebihan dan penuh tenda. Setelah melewati jalur yang rasanya jauh lebih panjang saat turun dan jalur berbatu yang licin serta bikin kangen pos pintu masuk, sampailah di bawah pada pukul 15.30 WIB dengan disambut hangat oleh si Mamang telor gulung yang siap menyajikan cara lain menikmati telor cuma dengan biaya 10ribu rupiah sudah dapat 6 telor gulung (agak mahal sih ini, wong di Jakarta satu gulung cuma seribu). Catatan nya adalah : *cari alternatif tujuan lain, disat long weekend. Sebab, kemacetan di Gunung lebih berperan aktif menurunkan mood berkegiatan. *Bawalah /pakailah gear wajib; Headlmap, jam tangan, Hypo blanket, obat/p3k, raincoat/ponco, Sepatu yang sesui dengan kegiatan & nyaman digunakan, pakaian yang sesuai, bekal makanan & minuman dan Hp berkamera(sebab, niscaya mood mu akan naik setelah selfie :D). Terakhir, Saat yang paling sulit adalah ketika kaki dan dengkul terasa mau copot, tapi pikiran bersikeras pasti bisa sampai dipuncak. Tapi justru disanalah psikismu bermain, antara perasaan super lelah, dengkul luar biasa pegal,betis kenceng ga karuan dan motivasi beradu. Alhamdulillah saat itu semuanya bisa berdamai dengan strategi "Jalan aja dulu, pelan-pelan asal sampai". Finally, Yeayyyyyy mission completed & i've successful challange myself. Next trail? cooming soon 🤘


















