Some days your imaan feels strong. Other days you struggle just to focus in salah. Some days you feel close to Allah. Other days you feel distracted, tired, or overwhelmed by life. And thatโs real. Islam was never meant to make you feel perfect, it was meant to keep you returning. Even if your dua feels weak, make it. Even if your khushuโ feels small, pray anyway. Even if you slipped, repent again. Allah does not expect flawlessness; He loves consistency and sincerity. So donโt give up on yourself. As long as youโre still turning back to Him, youโre not failing, youโre growing.
Ramadhan, kehilangan dan do'a yang tak pernah berhenti.
beberapa waktu lalu bahkan hingga kemarin memasuki bulan Ramadhan, kabar duka berturut-turut datang disekitar lingkungan ku. tetangga dekat rumah yang sedari kecil aku sudah mengenal rahimahullah. kolega yang baru ku kenal, dan orangtua temanku yang mana aku mengenalnya sedari masih remaja. mereka berpulang. tidak ada yang menyangka bahkan barangkali mereka yang meninggal tidak akan menyangka bahwa Ramadhan tahun lalu adalah Ramadhan terakhir mereka. semoga Allaah mengampuni dan menerima amal kebaikan mereka yang telah berpulang.
beberapa hari ini aku kembali tersadar, rupanya aku sudah tua, ya. sudah banyak orang-orang di sekitarku yang aku kenal pergi meninggalkan dunia ini. maka benar nasihat yang seringkali ku dengar untuk memperbaiki diri setiap waktu, sebab kita tidak tahu nasib masa depan. apakah masih bisa memperbaiki diri di bulan yang penuh pengampunan ini. Ramadhan pasti akan datang, tapi belum tentu kita akan mendapatkannya kembali.
orang-orang dahulu yang meninggal adalah sama dengan kita hari ini. mereka hidup dan menjalani hari-harinya sama dengan diri kita saat ini. barangkali kitapun akan demikian. kita hari ini juga entah kapan tiba waktunya juga akan seperti orang-orang dahulu yang lebih dulu meninggalkan dunia ini. dan sebaik-baik tempat kembali adalah jalan menuju ampunan Allaah.
aku menuliskan ini dengan mata berkaca-kaca, dengan perasaan naik turun berkecambuk. rasanya takut sekali jika membayangkan hari itu akan tiba. itu artinya aku akan pergi meninggalkan dunia ini sendiri. dikubur sendiri, tidak ada yang menemani. tidak dengan harta yang susah payah aku kumpulkan, tidak dengan kedua orangtua yang aku cintai, tidak dengan saudara yang aku sayangi, tidak dengan anak yang aku doakan, dan juga tidak dengan suami.
aku menuliskan ini hanya berharap aku dapat kembali kepada Allaah dalam keadaan Allaah mengampuniku, dan Allaah Ridha kepada diriku ini. setiap hari aku mencoba hidup dengan menjadi sebaik-baik diri setiap waktunya, jika aku terpleset, aku selalu mencoba kembali memohon ampunanNya. tidak ada Dzat yang Maha Pengampun kecuali Allaah. tidak ada Dzat yang Maha Penyayang kecuali Allaah.
menuliskan ini aku mulai menangis, aku jadi teringat bapak ibu dirumah. keduanya semakin hari semakin menua. aku merasa takut, takut jika hari itu akan tiba waktunya. apakah aku akan siap kehilangan keduanya? atau bisa jadi aku yang lebih dulu pergi. kita tidak tahu nasib masa depan kan? namun satu hal yang bisa aku syukur saat ini, ternyata doa bulan puasa tahun kemarin Allaah kabulkan, buktinya aku masih bertemu kembali dengan Ramadhan dan kedua orangtua yang masih utuh dan sehat.
di bulan ini untuk tidak pernah lepas mendoakan keduanya. sebab tidak ada doa tulus selain doa kedua orangtua kepada anak-anaknya. maka benar, ya, sebagaimana doa termaktub, "sayangilah mereka, sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil"
kita yang dulu kecil tumbuh menjadi dewasa adalah salah satu bentuk dari doa dan cinta kedua orangtua kita di masa lalu. maka doa itu kembali kepada mereka sebagaimana mereka memperlakukan kita di masa kecil dulu.
Allaahumma a'tiq riqaabanaa wa riqaaba aabaa'inaa wa ummaahaatina minan naar
(Ya Allaah hapus nama kami, nama ayah dan ibu kami dari api neraka)
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda: Sesungguhnya di bulan Ramadhan Allah menghapus nama-nama hambanya dari siksa api neraka. dan itu terjadi dari setiap malam malam di bulan Ramadhan.
"apakah harus menunggu perginya mereka dulu baru kau akan menabur bakti? dan kehilangan keduanya tidak akan bisa mengembalikan mereka kembali sekalipun engkau menangis dengan air mata darah." -salah satu nasihat ustadz Hasan Al Jaizy hafidzhahullah beberapa tahun lalu.
tidak ada kedua orangtua yang sempurna, sebagaimana mereka baru pertama kali menjadi orangtua. mereka dulupun tidak diajari bagaimana menjadi orangtua. sebagaimana kita sebagai anak punya luka, barangkali merekapun demikian sama, sama juga punya luka. namun mereka tambal dan sembuhkan sendiri tanpa kita tau dari sudut pandang mereka sebagai orangtua.
ya Allaah, sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil, maka sayangilah mereka dengan kasih sayangMu yang Maha Pengasih dan Penyayang itu. aku mohon, kumpulkan lah kami semua di SurgaMu, tempat dimana tidak ada lagi merasakan sakit. ampuni kami, ampuni kedua orangtua kami. tidak ada balasan terbaik selain balasanMu. dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa membalas kebaikan, cinta kasih, rasa sayang, pengorbanan fisik, waktu, harta, dan semua kebaikan mereka (bapak dan ibu). hanya doa yang bisa ku panjatkan untuk keduanya ya Allaah. dan upaya untuk menjadi anak yang sholih untuk keduanya. sebagaimana mereka telah mendidik ku dengan baik.
bapak, ibu, sayang. terimakasih sudah menjadi orangtua yang baik. terimakasih sudah menjadi tauladan yang baik. aku tau kalian tidak sempurna, karena bagaimanapun kalian juga manusia. tapi terimakasih untuk semua kebaikan kalian kepadaku. Allaah yang akan balas kebaikan kalian dengan sebaik-baik balasan.
yang sangat mencintaimu, anakmu tersayang. menuliskan ini di hari ke 7 Ramadhan 1447 Hijriyah, 24 Februari 2026 || 21.40
if someone is written for you, Allah will move both of your hearts not just yours. It will feel like peace between you and them, it will feel like true love. never chase anyone in this dunya. Trust and believe Allah's plan
With every struggle Allah shapes your personality for the better. With every hardship Allah carves you into a better human being. With every challenge Allah makes you a stronger person. With every stream of tears that flow Allah makes you a softer person. Every difficulty that you go through has a well defined purpose. Trust Allah and Trust his process. He is with You all along the way.
When I stopped tolerating matters that are haram/makrooh in speech and conversation, I became "boring."
Matters that are Haram:
- Lying
- Backbiting
- Tale carrying (spreading information between people)
- False oaths
- Mocking others
- Insulting the Deen
- False testimony
- Foul language and cursing
- Slander
- Deception
Matters that are Makrooh:
- Excessive and aimless talk
- Over arguing and quarrelling
- Speaking loudly without need
- Interrupting others
- Flattery for wrong reasons
- Speaking about matters you do not know
- Excessive joking
Sufyan bin 'Abdullah Ath-Thaqafi said:
I said: "O Messenger of Allah! Inform me about a matter that I may hold fast to." He said: 'Say: My Lord is Allah, then be steadfast.' I said: "O Messenger of Allah! What do you fear most for me?" So he took hold of his tongue and said: 'This.'"