LET GO
Hei Agustus. Kamu, ditahun ini. terlalu pedih untuk aku ceritakan.
Rasanya, terlalu menyakitkan. Menyimpan perasaan - Menunggu kamu datang ke jakarta kembali selama itu (4thn) - bertemu di bandara secepat itu (3 jam) - lalu di tinggal menikah se mendadak itu.
Ternyata, bandara menjadi tempat paling menyakitkan untuk aku kenang. Bertemu dan Berpisah denganmu.
Tiket karcis. pintu masuk bandara kala itu (16 Desember 2020) masih aku simpan. aku laminating. biar tulisannya tidak hilang. Biar bisa aku pandangi, kalau aku rindu kamu.
Waktu itu, dikala kepergianmu kembali ke gorontalo. Aku sempat berfikir. Apakah aku harus menunggumu sekali lagi? Ataukah aku harus menyelesaikannya secepat yang aku mampu. Menyeselsaikan sesuatu yang memang tidak pernah kita mulai.
Terlalu menyakitkan bukan? atau terlalu aneh? Menyelesaikan sesuatu, yang bahkan tidak pernah ada garis start nya. Tapi harus kamu pangkas atau kamu akhiri habis-habisan.
Disini aku belajar.
Ternyata, memang bukan aku orangnya.
Bukan aku, orang yang kamu mau.
Tapi, aku berterima kasih banyak sama kamu. Berkat kamu, value diri aku menjadi sangat bertambah. Aku merasa, kala itu. Aku harus meningkatkan value diri aku, paling tidak. sedikit di bawah value mu.
Dan aku berhasil capt! heheh
Tapi. Aku gagal. Aku gak berhasil menjadi wanita yang kamu inginkan.
Aku gagal. Aku gak berhasil membuat kamu bersanding sama aku.
Ohya, aku sudah baik-baik saja. Melihat kamu sudah menemukan pendamping hidupmu.
Capt, aku egois ya? dan terlalu men-dikte Allah rasanya. Aku selalu sebut nama kamu dalam setiap doa aku. Aku merasa, kamu orangnya. Karena, kamu sudah membuat aku sampai sebegini ambis nya meningkatkan value diri aku. Aku kira, orangnya adalah Kamu capt.
Ternyata, aku salah orang hehe.
Tapi, aku benar-benar berterima kasih banyak. Karena kamu, dulu. Aku selalu memiliki tujuan dan arah yang mau aku capai. Capt, disini aku selalu bangga sama kamu. Semoga kebahagian selalu berjalan menujumu ya capt.
Baik-baik ya capt. Walaupun kita sudah tidak akan bisa lagi menjadi satu.
Kamu, sudah tidak lagi menjadi tuju buat aku capt.
Sehat-sehat my aktivis!
eh salah, sehat-sehat bang rein. Semoga bahagia selalu :)
Regards, -Pluviophile








