Atomic Habits
Ini adalah buku nonfiksi pertama yang kubaca hingga tuntas. Nonfiksi bukanlah genre bacaanku, namun seiring usia sepertinya diriku perlu terjun ke dalamnya agar mengalami perkembangan. Semula, kupikir nonfiksi dapat kukuasai hanya membaca judulnya. Dari judul, seolah aku telah khatam menafsirkan setiap kalimat di dalamnya. Ternyata salah besar.
Buku ini, benar-benar hal yang datang dan memenuhi kekuranganku dalam hidup. Di buku ini benar-benar disiratkan bagaimana cara mengubah diriku menjadi identitas yang kuinginkan. Buku ini mengajarkanku untuk membunuh rasa malas dan memberi jawaban mengapa selama ini aku selalu kalah dalam konsistensi. Ada sebuah kalimat di buku ini yang cukup menampar, "Profesional bertahan pada jadwal yang telah dibuat; amatir mencari alasan untuk melewatkannya". Dan akulah sang amatir tersebut. Aku sering merasa bosan dan tidak pernah bertahan dalam sebuah situasi. Selalu mencari alasan untuk melewatkan tanpa beban.
Di buku tersebut, juga disebutkan perbedaan pemenang dan pecundang, pemenang selalu pulih dengan cepat dari kegagalan. Dan aku, adalah pecundang dalam hal ini. Selama ini aku selalu terjebak dalam "all or nothing". Aku masuk dalam pola pikir bahwa jika tidak melakukan sesuatu dengan sempurna, lebih baik tidak melalukannya sama sekali. Melalui buku ini, sepertinya aku mendapatkan sebuah pencerahan dan petunjuk untuk mengembangkan diriku. Saat ini, satu langkah yang telah kukerjakan dari buku adalah memberi ganjaran pada perbuatan yang kulakukan. Aku membuat daftar kegiatan dan setelah kukerjakan, aku akan men-check list kegiatan tersebut. Semoga aku dapat konsisten dan mendapatkan kebiasaan baru.
Hal yang kuinginkan menjadi kebiasaan baru adalah work out, tidak kecanduan scroll tiktok, dan tidak tidur pagi. Selama ini, aku telah mencoba untuk melakukan work out secara rutin, tapi hanya bertahan maksimal 3 minggu, tidak lebih. Untuk sosmed, aku selalu mengatakan kalimat pamungkas, "cuman 15 menit", namun berakhir hingga ber jam-jam. Dan tidur pagi, entah mengapa hawa dingin di pagi hari selalu berhasil mengalahkan pandangan mataku.
Dari semua kebiasaan baru yang ingin kukembangkan, akan ku update lagi satu bulan mendatang. Semangat.
Catatan: Aku membaca buku ini di ibi library, di aplikasi ini hanya menyediakan 1 buah copy, dan akulah orang beruntung tersebut. Rasanya, aku telah membawa sebuah jackpot dalam hidupku, mengingat betapa populernya buku ini.












