reminiscence...
dear bee, pada barisan jalan yang kita lalui berlawanan pada ribuan kilometer bentang jarak rasa dalam kesunyian aku mencarimu. mencari bisik yang selalu ku cari di tiap tiap pagi. mempertaruhkan segalanya pada keajaiban waktu hari itu. walau hanya sebatas sapa. sebatas senyum yang tak kulupa. mengingat hangat buaian angin sore di lapangan udara, dan waktu yang berhenti berputar kala kau ku sapa, logika dan jantung ku tak beirama. aku jatuh pada hari itu, padamu dewi senja... bayangkan, tentang puisi asmara picisan yang biasa kita baca, "kau dan aku terbang ke angkasa, menuju surga..." kita pun terbang bersama, hanya saja ini di pesawat udara. menembus gumpalan putih awan, mengingatkanku tentang; gulali kapas dan tawa ceria mu, suatu malam, di bulan ramadhan 4 tahun yg lalu. lalu... kemana kau saat ini? kabarmu tak lagi ku dapati. rindu yg mengental. serta ambisi yang sempat kulupakan, kini hadir lagi. aku mencarimu di balik bungkus cakrawala, di daratan yang ku jelajah tiada habisnya, semakin jauh... semakin hilang. dan aku bagimu hanya sekelebat fragmen yg tak prioritas tuk di kenang. dan selalu waktu, selalu takdir yang kusalahkan. selalu aku yang berusaha mencari senyummu. mencari sapa ramah mu, walau ku tau jiwa mu tak ada di sini. andai waktu bisa ku ulang. tiap kali... lagi dan lagi... ...









