Kerja Kelompok, Yuk! (Part 2)
Selama ini, untuk bekerja kelompok, kita akan mengikuti insting alami. Tidak ada kelas tertentu yang mengajarkan kita bagaimana bekerja kelompok dengan baik. Sayang sekali, padahal kegiatan ini termasuk hal krusial dalam kegiatan akademik. Insting saja belum cukup dijadiin pegangan karena itu tergantung ketajamannya yang relatif. Alhasil, kerja kelompok pun berjalan trial and error, dan mungkin sajas ampai lulus nanti, kita belum menemukan langkah yang tepat. Untuk believers, UB-lieve meramu solusi strategis dalam bekerja kelompok dari Universitas Queensland Australia. Institusi ini dengan serius memperhatikan masalah-masalah yang menyebabkan kerja kelompok tidak berhasil dan memberi solusi untuk hal tersebut. Yuk, kita simak buat jadi pedoman kita untuk mewujudkan “dream team”. Check it out!
Tugas tidak selesai pada waktunya
Masalah fatal yang kita alamin ketika gagal bekerja kelompok dengan baik adalah tidak selesai pada deadline. Oh, No!
Untuk memastikan agar hal ini gak kejadian, ada beberapa hal penting yang bisa kita lakukan :
Diskusikan dan buat timeline yang bisa disetujui SEMUA anggota kelompok.
Minta setiap anggota untuk mempresentasikan laporan progress yang sudah mereka capai semenjak pertemuan terakhir pada setiap pertemuan.
Tawarkan bantuan kepada sesama anggota untuk menyelesaikan tugasnya jika diperlukan.
Dalam kehidupan kampus, kita akan lebih sering bertemu dengan orang asing saat membentuk kelompok. Dengan sistem kelas yang acak setiap semesternya dan jumlah mahasiswa yang beribu, kita bakal lebih sering ketemu orang yang belum pernah kita ajak ngobrol sebelumnya. Kita gak kenal dengan karakter bahkan kemampuan masing-masing anggota. Kalau sudah begini, bakal kikuk deh jadinya untuk nentuin pembagian tugas dan langkah penyelesainnya.
Buat mastiin kelompok kita punya awal yang baik untuk memulai, kita bisa melakukan hal-hal berikut:
Ambil waktu untuk memperkenalkan diri masing-masing terlebih dahulu, termasuk nama, latar belakang, kemampuan spesifik.
Mengembangkan pemahaman mengenai tugas melalui brainstorming.
Pastiin setiap anggota punya kesempatan untuk berbicara dan mengajukan saran.
Buat agenda dan timeline.
Ajukan seseorang untuk bertindak sebagai manager atau leader, baik untuk forum pertemuan maupun proyek tim itu sendiri.
Saling bertukar kontak personal termasuk alamat e-mail dan nomor telepon.
Tentukan tugas yang diampuh masing-masing anggota.
Ide tidak didiskusikan secara komplit sebagai kelompok
Ada kalanya, gak semua anggota memahami ide yang dijabarkan. Kemungkinannya karena pembahsan ide tidak dilakukan secara cukup. Hal yang biasanya terjadi adalah tidak meratanya pengetahuan setiap anggota mengenai penyelesaian tugas. Bisa-bisa, hanya beberapa orang saja yang paham mau dibawa ke mana tugas ini.
Buat mastiin kalau setiap anggota punya informasi yang cukup untuk menunaikan tugas, bakal sangat baik kalau kelompok kita bisa membuat setiap anggota:
Nyambung dalam kegiatan-kegiatan brainstorming kelompok. Khususnya fokus dalam pertanyaan-pertanyaan berupa ‘What if …?’ (“gimana kalo?”) and ‘What else ..?’ (“apalagi yang?”)
Punya keseempatan memberi ide.
Jika hanya sedikit gagasan yang dihasilkan, organisasikan untuk nyelesain beberapa penelitian lanjutan secara individual, kemudian bertemu lagi sebagai tim di kemudian hari.
Anggota tidak berkontribusi
Ini udah jadi hal lumrah di kalangan aktivis kerja kelompok. Hehe. Mau di Indonesia maupun di luar negeri, fenomena kayak gini sangat sering terjadi. Sayangnya, hal wajar ini bukan hal yang baik.
Untuk menghilangkan kewajaran yang tidak baik ini dan dalam rangka membantu setiap orang mendapatkan ilmu yang sama dan sama-sama dapat nilai yang baik, penting untuk membuat semua orang berkontribusi melalui tips berikut:
Temukan jawaban kenapa ada anggota yang diam atau tidak berpartisipasi.
Komunikasikan bahwa semua opini akan dihargai.
Pastiin kalau setiap anggota kebagian tugas untuk berkontribusi (gak termasuk hanya nyediain konsumsi ya. Hehe)
Komunikasi yang tidak efektif
Hal krusial dalam berinteraksi adalah komunikasi. Komunikasi yang baik akan menmbuat pemahaman yang diinginkan tersampaikan dengan baik.
Untuk memastikan komunikasi yang efektif antar anggota, penting untuk kita:
Mengidentifikasi isu-isu yang kelihatan bakal mempengaruhi komunikasi.
Mempertimbangkan bagaimana cara membahas hal tersebut. Misalnya, jika ada anggota yang saling salah paham, sangat penting untuk melakukan klarifikasi dengan menyampaikannya.
Konflik antar anggota kelompok
Wah, yang ini harus segera ditangani. Selain berpotensi merusak hubungan saudara, ini juga membuat tujuan sulit tercapai.
Untuk memastikan ketidakcocokan ini terselesaikan secara efektif, sangat penting untuk:
Menghargai ide-ide dari setiap anggota.
Tunjukan bahwa kita sudah mendengarkan ide anggota yang lain dan ketika tidak setuju, keluarkan jurus sabar dengan menyatakan ketidaksetujuan dengan cara yang makruf (sopan) dan penuh penghargaan.
Pahami lagi, bahwa kerja tim itu membutuhkan beberapa negosiasi dan kompromi.
Beristirahatlah untuk meredakan situasi dan mengingat kembali pemikiran di kemudian hari.
Seringkali dalam sebuah kelompok, kita temukan seseorang yang tidak cukup sabar dalam bekerja tim. Alhasil, anggota ini akan mendominasi diskusi dalam kelompok atau menjadi single fighter. Ini bisa menjadikan kelompok berat sebelah.
Untuk memastikan tidak ada anggota yang mendominasi dalam diskusi kelompok, penting untuk:
Buat batas waktu untuk kontribusi individual.
Pastikan bahwa setiap anggota punya kesempatan untuk berbicara tanpa interupsi.
Ingatkan semua anggota bahwa sangat penting untuk mendengarkan semua opini yang berkaitan dengan topik yang dibicarakan dan menghargainya.
Ingat kembali bahwa kerja tim bukan hanya untuk mempermudah penyelesaian sebuah tugas, tapi juga untuk memberi pembelajaran bagi seetiap anggota.
Nah, itu dia tips buat membangun kelompok kerja yang sukses. Setiap orang juga secara otomatis dituntut untuk membuat komitmen dalam berupaya. Apalagi buat believers, sister in Islam. Kita bisa terhindar dari prinsip pragmatisme, yaitu “yang penting hasil”. Proses yang optimal adalah hal penting buat kita, karena di sana ladang pahala terbuka luas. So, siap-siap jadi aktivis kerja kelompok sholihah? Bismillah!
Nantikan artikel part 3 nya ya!