Indah tapi semu. Jadi? #senjadinegeritetangga
𩵠avery cochrane š©µ

Andulka
No title available

gracie abrams

#extradirty
No title available
Cosmic Funnies

No title available

No title available
No title available
Sweet Seals For You, Always
Mike Driver
Claire Keane
tumblr dot com
No title available

Jar Jar Binks Fan Club
Aqua Utopiaļ½ęµ·ć®åŗć§čØę¶ćē“”ć
No title available
EXPECTATIONS
Lint Roller? I Barely Know Her

seen from Ecuador
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Russia
seen from Brazil
seen from Iraq
seen from United States
seen from United States

seen from Sweden

seen from Malaysia
seen from Switzerland

seen from United States
seen from Colombia

seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from Ecuador
seen from United States
seen from Canada
@ukhasana-blog
Indah tapi semu. Jadi? #senjadinegeritetangga
Kau ini Tidak Sedang Berlomba Dengan Siapa-Siapa
Kau ini sebenarnya tidak sedang berlomba dengan siapa-siapa. Tidak mencari pemenang perihal siapa yang lebih banyak atau siapa yang lebih cepat sampai duluan.
Tidak ada.
Jika melihat hasil orang lain lantas membuatmu malah merasa kalah, merasa berkecil hati, merasa tertinggal, dan justru bukan bersemangat, maka berhentilah untuk melihat ke arah sana. Berhenti melihat orang lain. Stop, tinggalkan, lepaskan, unfollow. Tidak ada peraturan yang mengatakan bahwa kamu harus menjadikan pencapaian orang lain itu sebagai pemacu semangatmu, tidak ada.
Jangan mengikuti kata-kata orang brengsek yang bilang bahwa pencapaian orang lain itu harus dijadikan sebuah motivasi, apabila jauh dalam dirimu kamu tidak bisa merasa seperti itu. Hidupmu ini ya hidup kamu sendiri, kamu tau mana yang kamu suka dan mana yang nggak kamu suka. Masa harus ngikutin kata orang lain? Nggak usah sok dewasa kalau memang tidak bisa.
Setiap orang punya rezekinya masing-masing, punya waktunya masing-masing, punya jalannya masing-masing. Jadi ya nggak bisa disamaratakan bahwa semua orang harus mampu menjadikan keberhasilan orang lain itu sebagai pemacu untuk bisa berhasil juga. Ya nggak bisa, kalau kamu nggak nyaman ya tidak apa-apa, tidak ada yang salah, kamu boleh egois. Hidup kamu sendiri ini.
Jangan sampai dengan bergaul dengan orang-orang itu malah membuatmu merasa kalah dan tidak berguna sehingga sulit sekali untuk mau menghargai diri sendiri. Lepaskan, keluar dari lingkaran itu, pergi, berhenti bertemu, lalu masuklah ke lingkungan di mana kamu nyaman di dalamnya. Jika kau memang bukan tipe orang yang hidup karena berlomba dengan orang lain, maka baiknya hiduplah sekali lagi, mencobalah banyak hal tanpa ada perasaan diburu-buru untuk sukses, nikmati semua yang kamu kerjakan tanpa harus merasa kamu butuh mengejar seseorang yang sudah lebih dulu sampai. Carilah jalan di mana kau bisa sukses dan merasa bahagia tanpa perasaan iri dan kurang bersyukur.
Karena sejatinya,
Satu-satunya lomba yang harus kau menangkan adalah lomba dengan dirimu sendiri. Hidupmu ini perihal melampaui batas-batas yang kau gariskan sendiri, tentang segala pencapaian yang harus dilebihkan dari apa yang sudah pernah dicapai sebelumnya. Tumbuh, dan menjadi lebih baik dari kamu sebelumnya.
Kamu tidak sedang berlomba dengan siapa-siapa. Rencanakanlah untuk bisa melebihi pencapaianmu di masa lalu. Bukan dengan pencapaian orang lain.
Sukak bgt sma tulisannya ā¤
Jadi mana yang harus di dahulukan?
Ya PR kita memang banyak. Dan PR kita bukanlah hanya tentang urusan pribadi kita saja karena PR ummat juga adalah PR kita. Terus manakah yang harus segera diselesaikan?
Dalam diri-diri kita pasti inginnya PR diri pribadilah yang ingin segera diselesaikan, baru PR ummat. Tetapi dalam kenyataannya apakah memang sperti itu? apakah selalu mulus seperti itu?
Jawabannya tentu saja tidak. Terkadang kita sudah mengatur waktu bagaimana caranya agar PR pribadi kita segera selesai, supaya kita juga segera menyelesaikan PR ummat, tetapi ditengah kita sedang menyelesaikan PR pribadi kita PR ummat āmemanggilā kita juga untuk meminta diselesaikan terlebih dahulu. Kemudian kita memilih mana?
Dalam ego kita pasti ada keinginan ingin menyelesaikan PR pribadi kita, baru PR ummat. Tetapi apakah itu adalah pemikiran dan keinginan yang benar? padahal dalam Islam selalu mengutamakan berjamaah daripada seorang diri. Ya tidak? Kenapa?
Karena ketika berjamaah dalam kebaikan keberkahan dan yang didapatkan akan lebih itu adalah hal yang pasti, dibandingkan dengan seorang diri. Begitupun ketika kita segera menyelesaikan PR ummat, selain kita mendapatkan keberkahan dan pahala yang lebih, tetapi permasalahan yang berhubungan dengan banyak orang juga akan segera terselesaikan, dibandingkan PR pribadi kita, kebermanfaatannya hanya dirasakan oleh diri sendiri.
Semoga Allah menutup luka yg masih membiru, meredakan tangis yang menderu, menenangkan perasaan yang mengebu, mantapkan hati yang ragu dan gambarkan lagi senyum di wajahmu.
Walau terkadang kegelisahan, ketakutan, rasa sakit, hinga kenangan masih kerap menghambur dalam ingatan, semoga itu tak menjadikan halangan untuk langkahkan kaki lebih jauh ke depan.
Masih terlalu banyak pekerjaan, mimpi, cita yang harus kamu selesaikan. Tak ingin bukan jika semua itu kandas kembali, karena sibuk mikirin yang ada di belakang?
Ketahuilah kawan, kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang disediakan. Sudah selayaknya momentum ini jadikan kita lebih menghindari kesia-siaan.
PR kita cukup banyak, termasuk PR ummat. Selamat melesatkan diri! Mari menyemai keimanan, menebar kebahagiaan, dan berkarya untuk kebaikan.
Ya PR kitaĀ memang banyak. Dan PR kita bukanlah hanya tentang urusan pribadi kita saja karena PR ummat juga adalah PR kita. Terus manakah yang harus segera diselesaikan?
Dalam diri-diri kita pasti inginnya PR diri pribadilah yang ingin segera diselesaikan, baru PR ummat. Tetapi dalam kenyataannya apakah memang sperti itu? apakah selalu mulus seperti itu?
Jawabannya tentu saja tidak. Terkadang kita sudah mengatur waktu bagaimana caranya agar PR pribadi kita segera selesai, supaya kita juga segera menyelesaikan PR ummat, tetapi ditengah kita sedang menyelesaikan PR pribadi kita PR ummatĀ āmemanggilā kita juga untuk meminta diselesaikan terlebih dahulu. Kemudian kita memilih mana?
Dalam ego kita pasti ada keinginan ingin menyelesaikan PR pribadi kita, baru PR ummat. Tetapi apakah itu adalah pemikiran dan keinginan yang benar? padahal dalam Islam selalu mengutamakan berjamaah daripada seorang diri. Ya tidak? Kenapa?
Karena ketika berjamaah dalam kebaikan keberkahan dan yang didapatkan akan lebih itu adalah hal yang pasti, dibandingkan dengan seorang diri. Begitupun ketika kita segera menyelesaikan PR ummat, selain kita mendapatkan keberkahan dan pahala yang lebih, tetapi permasalahan yang berhubungan dengan banyak orang juga akan segera terselesaikan, dibandingkan PR pribadi kita, kebermanfaatannya hanya dirasakan oleh diri sendiri.
Sabar. Lagi-lagi ujiannya adalah tentang kesabaran.
Musibah
āKenapa ya, akhir-akhir ini aku ngerasa lemah banget? Bentar-bentar tidur. Padahal dulu pergi dari habis subuh pulang malem, lanjut nugas sampe tengah malem kerasa biasa banget.ā
ā Kamu tau gak musibah itu kaya gimana ?ā
ā Musibah? Banjir, longsor, gunung meletus. Lagi banyak musibah sih sepertinya musim ini. Tapi apa hubungannya coba sama pertanyaanku tadi. Kamu mah suka gak nyambungā
āNyambung tau. Kalo misalnya kamu sering ketinggalan Tahajud, Dhuha, tilawah gak nyampe se-juz tiap hari, puasa sunnah juga jarang, kira-kira itu musibah gak?ā
ā Hmmmā¦ā
ā Itu musibah.. Bahkan musibah yang besar, kalau kamu sadar. Bisa jadi, beratnya mata kamu buat tetap terjaga, rumitnya masalah yang kamu hadapi, dan beratnya beban yang kamu emban itu, itu karena kemaksiatan-kemaksiatan yang kamu lakukan. Dan kemaksiatan itulah yang bikin kamu lemah. Kenapa dulu kamu begitu kuat? Karena ruh mu juga kuat. Jadi fisik, pikiran, dan hatimu ikutan kuat. Semangat dan kekuatanmu itu bahan bakarnya ruhiyah. Kalo ruhiyahmu lemah, jasadmu pun ikut lemah.ā
ā Aaah.. bersyukur ya sama kamu. selalu punya kaca mata keren yang sanggup nampar aku berkali-kali.ā
ā Yang selalu mesti kita inget, amanah itu dari Allah. Apapun itu. Semelelahkan dan semenyenangkan apapun itu. Jadi, kalau lagi banyak dipuji karena keberhasilanmu mengelola amanah, jangan pernah menyombongkan diri dan merasa kamu lah yang paling hebat. Pun ketika kamu lagi banyak diuji karena keburukanmu mengelola amanah, jangan pernah berpikir untuk menyerah dan melarikan diri. Karena semua itu dari Allah. Akan kembali juga pada-Nya. Dan DIa gak akan pernah mungkin biarin kamu menghadapi hal yang kamu gak bisa ngejalaninya. Bukan kamu yang gak bisa, tapi kamu yang gak berusaha lebih buat minta petunjuk sama yang ngasih amanah itu.ā
:ā))))
ā-
Musibah itu bukan hanya hal-hal menyesakkan sesaat yang lebih banyak berbau dunia. Tapi musibah yang jauh lebih besar dan seringnya tak disadari adalah ketika kita bergelimang pada kemaksiatan. jauh dari keimanan dan ketaqwaan. Jauh dari-Nya. Dan parahnya, ngerasa baik-baik saja
Faghfirli ya Rabb..
Apresiasi
Dear my dear self,
Enggak apa-apa. Silahkan sesenggukan dipojokan kamar nggak apa-apa. Sudah sejauh ini melangkah. Kamu kini hanya perlu tau satu hal, bahwa proses lebih berharga daripada hasil. Bukankah kamu sudah tahu bahwa dunia kini memang seganas itu? Kamu sekarang sudah kuat, kan? Kamu sekarang sudah paham betul kan cara menghadapinya? Setidaknya kamu sekarang sudah tak banyak ngerepotin orang lain lagi. Sudah mau belajar mandiri dan berani. Sudah mau mencoba berdiri diatas kaki sendiri. Sebab katanya mau tak mau, menjadi kuat adalah tanggung jawab pribadi.
Bersyukurlah. Ini bisa menjadi cerita hebat dan menarik untuk anak-anakmu kelak. Maka ketika mereka kamu ceritakan tentang hal-hal seperti ini, mereka akan dengan bangga menjadikanmu sebagai guru besarnya. Sebagai teladan terdekatnya. Sebagai cahaya didalam hatinya. Bahwa kamu adalah perempuan hebat dan kuat untuk mereka.
Ini tentang sebuah apresiasi untukmu. Agar kamu tak mudah lagi untuk mengeluh dan menyerah. Agar kamu tidak pesimis lagi dalam mencoba suatu hal. Agar kamu tau bahwa kamu superhebat. Agar kamu bisa lebih mudah memperbaiki masa lalumu yang sering sekali kamu permasalahkan. Dan kamu besar-besarkan. Agar kamu memiliki banyak alasan bersyukur dan mengikhlaskan. Menerima dan melepaskan.
Terimakasih. Terimakasih karena kamu sudah bersedia mencoba berkali-kali dalam banyak hal. Terimakasih sudah memutuskan bangun lagi dari jatuh. Terimakasih sudah mencoba bangkit dari rasa hampir menyerah. Terimakasih sudah menghapus kata lelah untuk menghadapi semuanya. Pada setiap waktu, setiap detik, setiap keadaan dan setiap musim. Ā Ah, ternyata kamu sekuat itu bukan?
Terimakasih sudah mau belajar sejak taman kanak-kanak hingga diperguruan tinggi. Terimakasih sudah mau menjalaninya dengan sabar. Meski terkadang masih suka ngeluh, sesekali putus asa. Tapi kamu hebat, setidaknya hingga kini kamu tidak menyerah. Kamu masih ingin terus belajar.
Terimakasih sudah mau nurut orang tua dengan belajar ilmu statistika. Dengan belajar ilmu yang menurutmu bukan passionmu. Sudah mau memahami bahwa perkataan, saran dan nasihat dari seorang ibu adalah yang utama. Meski kadang juga masih bertanya-tanya, kenapa harus belajar ini dan itu?
Terimakasih sudah berusaha taādzim, hormat dan berakhlak baik kepada mamah bapak, kepada guru-guru, kyai, ustadz dan ustadzah. Kepada orang-orang yang lebih tua darimu. Terimakasih sudah mau belajar menyayangi kakak, menyayangi adik, menyayangi sepupu-sepupumu. Walaupun terkadang masih suka ngerepotin.
Terimakasih sudah mau mencoba berteman dan berbuat baik kepada teman. Semoga kamu hanya akan selalu mengingat kebaikan-kebaikannya dan cepat melupakan keburukan-keburukannya dimatamuākepadamu.
Terimakasih sudah mau nurut sama Allah, sudah menjadikan Rosul sebagai panutan meski belum sepenuhnya, tapi setidaknya sepenuhnya kamu telah mencoba. Terimakasih sudah mau belajar hidup sederhana dipondok pesantren, semoga kamu selalu istiqomah dan tidak tenggelam dalam kehidupan yang serba mewah dizaman milenial seperti ini. Terus dan seterusnya.
Terimakasih sudah mau mencoba menyelami, menghadapi kemudian memaknai lingkungan yang serba heterogen seperti ini. Dimana warna abu-abu selalu ada setiap saat. Dimana baik dan buruk bisa saja berkumpul dalam satu badan. Meski kadang merasa tidak cocok, merasa risih, merasa takut dan merasa tidak mampu, setidaknya kamu masih bertahan sampai sekarang, bukan?
Terimakasih telah memutuskan keputusan yang paling besar di dunia ini. Terimakasih sudah dengan mantap dan yakin telah menceburkan diri ke dalam dunia Al-Qurāan. Terimakasih untuk tetap bertahan hingga kini. Meski kamu tau bahwa menghafal itu konsekuensinya sangat berat jika tidak diperjuangkan hanya karena Dia. Meski jalannya terjal, curam dan berbatu. Tapi kamu yakin, jalannya pasti lurus. Semoga kamu tetap bisa bertahan sampai 30 juz. Semoga teman-teman seperjuanganmupun bisa bertahan sampai selesai juga. Dan bisa menjaganya dengan baik sampai nafas tak dikandung badan lagi.
Terimakasih sudah mau makan apapun asal halal. Tidak memilih-milih. Ah, dunia memang restoran terbaik dengan menu apapun! Tapi jangan banyak-banyak makan, ya. Nanti hatinya mati. Jadi ilmunya susah masuk.
Terimakasih sudah Ā bersyukur dilahirkan ditengah keluarga yang sederhana dengan caranya sendiri seperti ini. Meski kadang tak cocok dengan keputusan mamah, tak cocok dengan keputusan bapak. Tapi dengan kamu yang mencoba meruntuhkan ego-ego diri, kamu telah berhasil patuh kepada keduanya. Katanya anak boleh mikir, tapi orang tua lebih berpengalaman.
Terimakasih sudah mau bermimpi, memperjuangkan mimpi-mimpi juga meladeni mimpi-mimpi. Diluar sana banyak yang tidak berani bermimpi, banyak yang sudah menyerah dulu sebelum mencoba. Ingat, kamu memiliki Tuhan yang hebat sejagad semesta. Yang menggenggam mimpi-mimpimu, lalu akan dilepaskan pada saat yang tertepat. Tugasmu hanya berdoāa, berjuang dan butuh sedikit menunggu lagi.
Terimakasih sudah mau membaca banyak buku. Meski kadang tidak sepenuhnya paham, setidaknya kamu sudah sepenuhnya mau memahami. Suatu saat kamu pasti akan dipahamkan oleh-Nya. Semoga hasil membaca-baca sekarang tak hanya sekedar menjadi bacaan, tetapi akan bermanfaat dikemudian.
Terimakasih sudah mau menulis. Menuliskan cita-cita. Menuliskan cinta. Menuliskan semuanyaāmenuliskan kehidupan. Semoga arah penamu yang berisi jatuh-bangun, semangat-menyerah, senang-sedih, kecewa-bahagia, dan pembijakan untuk diri sendiri bisa menjadi amal baik yang tak putus hingga ke negeri akhirat kelak.
Terimakasih sudah bersedia patah hati, bersedia menikam setiap rindu yang merasuk kedalam diri, bersedia menyimpan rasa-rasa aneh yang terkadang menganggu pikiran. Terimakasih sudah Ā mempersiapkan diri menjadi perempuan yang lebih baik untuk untuk kelak ditemukan dengan yang tertepat diwaktu yang paling tepat.
Terimakasih sudah mencoba menjadi diri sendiri disaat yang lain memakai bermacam-macam topeng pada wajah mereka. Terimakasih sudah berusaha memaknai setiap kejadian, setiap peristiwa yang kamu alami dan mengambil hikmahnya. Karena tak semua orang diberi ilmu hikmah.
Terimakasih sekali lagi. Ah, kamu ternyata sehebat ini.
Sudah selesai sesenggukannya? Dihapus, ya, air matanya. Yuk ah, bangkit lagi! Ngaji lagi!
Sudah disuruh senyum sama Allaaaah. Senyuuuuum. :))
Sangat mewakili perasaan saat ini. Thnkyou ā¤
Enggak ada yang enggak bisa, Nak. Allah ridho, semua lancar. Nah, biar Allah ridho sama kamu, kamu musti ridho sama Allah. Nanti kalau kamu ridho atas semua yang Allah takdirkan, impasnya pasti Allah balik ridho sama kamu. Tetap langitkan mimpimu. Bumikan keningmu. :)
Nih qih klo Allah udah ridho gaada yg ga bisa, pas bgt yg lg akhir" ini kita omongin hehe @fiqihnisa
Late is better than not at all
Dan baru tersadar ternyata hal baik satu per satu datang kepadaku walaupun datang terlambat dan tidak dapat merasakannya dengan lama. Tetapi meskipun begitu ku tetap bersyukur, lebih baik datang kemudian pergi lagi daripada tidak sama sekali bukan?
Alhamdulillah..
Salah satu hal baik yang datang adalah dia @fiqihnisa walaupun ku mengenal dekat ketika di waktu akhirnya dia berada di tempat rantauan, tetapi tak mengapa ku tetap bersyukur :)
Dan masih banyak lagi hal-hal lainnya yang jelas itu baik yang Allah datangkan untukku.
[ DIA ] Yang namanya perpisahan itu pasti ada di setiap jalan hidup kita masing-masing, tetapi yang menjadi perbedaannya adalah apakah dalam perpisahan itu ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari mereka yang akan berpisah dengan kita atau justru sebaliknya. . Bersyukur ku bisa mengenal sosok dia @fiqihnisaa di tempat rantauan ini. Sosok yang memiliki kepribadian sangat baik, bersemangat, bertanggung jawab, dan amanah terhadap segala hal yang berurusan dengan kehidupannya dia. . Dan ternyata qodarullah langkah kaki untuk selalu berjalan beriringan di jalan ini sejenak berhenti dahulu. Semoga hanya sejenak ya tidak untuk selamanya, karena diri ini masih ingin melangkah bersama beriringan di jalan yang masih sama hanya saja lebih berliku di kemudian hari, semoga Allah meridhoi. Aamiin . #Takakanlekangolehwaktu #kitapilihno2 #karenakitaberdua
Karena yang membedakan kita dengan mereka adalah ketaqwaan kita kepada Allah SWT
Tolong camkan itu!
[BELAJAR DARI MAWAR] Jadilah seperti Mawar yang tidak hanya indah dilihat, tetapi dia dapat membuat orang bahagia dan tersenyum dengan kehadirannya walaupun ia hanya setangkai tiada yang membersamai. Jadilah seperti Mawar yang tetap terlihat anggun dan mempesona walaupun memiliki duri tajam yang terkadang orang mencemoohnya, tunjukkan bahwa duri tajam bukanlah kekurangan tetapi itu adalah kelebihan. #Rosewannabe
Jika kau diuji dengan sedikit kekurangan harta, apa kau sanggup melaluinya? Jika kau diuji dengan sesuatu penyakit, apa kau sanggup melaluinya? Jika kau diuji dengan keluarga, kerabat, bahkan orangtuamu sendiri yang menjadi ujian bagimu, apa kau sanggup melaluinya?
Setiap manusia akan menemukan jalan ujiannya sendiri-sendiri. Sedih, bahagia, marah, kecewa, tertawa, bahkan menangis. Rupa-rupa perasaan itu pasti akan merasakannya.
Jangan pernah menakar kadar ujianmu dengan kadar ujian orang lain. Sebab setiap orang berbeda dalam merasakan setiap apa yang telah diambil darinya.
Maka, berbaik sangkalah atas apa yang telah ditetapkan untukmu. Berbaik sangkalah atas ujian yang menghampirimu.
Allah tidak pernah meninggalkan perasaan hambanya. Ia paham perihal sakit yang dirasakan hambanya. Ia paham, sangat paham perihal patah, remuk, dan kalut atas jiwa-jiwa hambanya.
Ujian yang menyapamu, yang kau rasakan saat ini. Memang akan mengambil sebagian bahkan seluruh perasaan bahagiamu. Dan hanya jiwa-jiwa yang terpilih, yang paham hakikat ujian ini hanyalah sementara. Hanya di dunia saja.
Orang-orang mukmin itu paham, bahwa ujian yang mereka lalui tak lantas membuat mereka kufur atas nikmat yag masih mereka rasakan. Ujian tak membuat mereka tumbang, nikmat yang mereka terima semakin membuat mereka bersyukur dan bersyukur.
Maka, apa yang kau pilih wahai jiwa-jiwa yang saat ini sedang dirudung kesedihan?
kau paham bagaimana harus pulang, mengembalikkan seluruh kesedihanmu kepada-Nya. kau menangis dengan sesunggukkan. Mendapati dirimu kuyup oleh kedua air mata yang membasahi pipimu.
Hanya satu yang bisa kau serukan, āmaafkan aku, Allah. Setiap ketetapan-Mu baik untukku. Izinkan aku ridho atas setiap ketetapan yang Kau tetapkan untukku.ā
Dan pada akhirnya, masing-masing diri kita akan paham. Tempat terbaik untuk pulang dan mencurahkan segala perasaan hanyalah pada-Nya..
Catatan pengingat diri - Ibn Syams
(via quraners)
Reminder banget
[ TITIK BALIK ] Titik balik bisa dirasakan ketika kita sedang berada di masalah yang sangat berat / galau dengan kehidupan kita, kita merasa tidak ada gunanya sekali hidup dan jauh dari Allah, kemudian tiba-tiba hidayah datang itulah namanya titik balik. . Saya pernah berada di fase kehidupan seperti itu. Dan pernah juga merasakan titik balik di kehidupan saya. Alhamdulillah, terimakasih ya Allah. . Kemudian saya berpikir, setelah Allah begitu baik sama saya, lantas apa yang saya harus lakukan? Diam saja? Menikmati manisnya Iman dan Islam seorang diri? Egois sekali saya kalau berpikir seperti itu. Tetapi Alhamdulillah tidak ada niatan dan lintasan pikiran seperti itu. Justru saya ingin menjadi orang yang beruntung karena menyeru kepada kebaikan, mengajak pada yg nahi dan mencegah pada yg mungkar seperti yg telah Allah firmankan pada Q.S. Ali Imran:104. Jadi yuk teman", kita bersama berproses untuk hijrah dan menikmati manisnya iman. Karena untuk mendapatkannya tidaklah mudah harus ada usaha, sama halnya hidayah, hidayah itu dijemput bukan ditunggu. . š· @dhitaayufauziah ⤠#nulislagi #reminder #reflection
Oh tuhan kuatkan aku menerima semua ini
Bersyukurlah ia yang memilikinya. Karena tidak semua memilikinya. Jadi peganglah erat ia yang berjuang bersama dalam ketaatan. Jangan pernah sekali-kali mencoba untuk melepaskannya. Yang belum memilikinya jangan bersedih, suatu saat pasti ada. Walaupun entah kapan itu. Meskipun begitu masih ada Allah yang selalu ada dan menguatkan.
[ Meneladani kisah Mush'ab bin Umair ] " ... Berbahagialah jika di masa mudamu banyak menemukan kegagalan dan rintangan. Sebab bisa jadi itu adalah cara Allah menyiapkanmu untuk pekerjaan besar... ". Kutipan tersebut mengingatkanku dengan sahabat Rasulullah SAW yaitu Mush'ab bin Umair. . Mush'ab bin Umair adalah salah satu sahabat Rasulullah yang ketika di masa jahiliyahnya beliau adalah seorang anak muda yang lahir dari keluarga yang kaya raya, dimana fasilitas kehidupannya sangat mewah mulai dari pakaiannya hingga makanannya. . Tetapi, kehidupan mewah tersebut tidak menemani Mush'ab hingga akhir hidupnya. Sejak beliau memutuskan untuk memeluk agama Islam, ibunya tidak lagi memberikannya fasilitas yang mewah bahkan tidak hanya itu, terkadang ibunya pun menyiksa Mush'ab hingga kulitnya merah-merah dan terkelupas. Namun Mush'ab tetap teguh dengan pilihannya untuk memeluk dan mengajarkan agama Islam, walaupun ibunya sangat membenci hingga menyiksanya. . Mush'ab bin Umair adalah sahabat Rasulullah yang terkenal dengan pendalaman ilmu dan kecerdasannya. Ketika berdakwah di Madinah, beliau memiliki peran yang besar untuk Islam. Beliau pernah dengan mudahnya mengajak pemuka utama di Madinah yaitu Saad bin Muadz untuk memeluk Islam dengan kedalaman ilmu beliau dan pemahaman yang Bagus tentang Islam dan akhirnya dengan mudah Saad memeluk Islam dan setelah itu semua dari kaumnya masuk Islam kecuali satu orang yaitu Ushairim. Sehingga kota Madinah disebut dengan kota Nabi Muhammad. . Selain kecerdasannya Mush'ab juga dikenal sebagai sahabat yang selalu menjadi pemegang bendera perang, salah satunya ketika perang Uhud. Dimana di perang Uhud beliau wafat dengan syahid. Beliau mempertahankan bendera dengan penuh kecintaan terhadap Islam. Ketika bendera dipegangnya di tangan kanan, musuh menebas tangannya, langsung Mush'ab ganti dengan tangan kirinya, tetapi tangan kirinyapun bernasib sama, kemudian beliau tidak menyerah beliau dekap bendera itu dengan dadanya. Masyaa Allah.. . Kutipan dari best of Inspiration and motivation book "Sabar dan Syukur Tanpa Tapi" by @taufikauliaa