Moving on isn’t about when you don’t remember anymore, it’s being okay even when you do.
perspicacioussithlord, writing prompt #17: Write about moving on (via wnq-writers)
One Nice Bug Per Day

Andulka
styofa doing anything

if i look back, i am lost
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
NASA

@theartofmadeline
hello vonnie
I'd rather be in outer space 🛸

Kiana Khansmith
Xuebing Du

★

Kaledo Art

Discoholic 🪩
h
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
dirt enthusiast
No title available

Origami Around
Alisa U Zemlji Chuda

seen from T1

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from India
seen from T1

seen from United States
seen from Romania

seen from United Kingdom
seen from Brazil
seen from T1

seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from Chile
seen from Singapore

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Israel
@yohanaglorias03
Moving on isn’t about when you don’t remember anymore, it’s being okay even when you do.
perspicacioussithlord, writing prompt #17: Write about moving on (via wnq-writers)
Karena kamu tak pernah tau apakah hari ini adalah kesempatan terakhirmu bertemu seseorang yang entah siapa, maka bersikap baiklah pada siapapun yang kamu temui hari ini.
— Taufik Aulia
Tidak usah repot-repot menanyakan kabarku jika kau memang tidak tertarik dengan kehidupanku.
Hidup terlalu singkat untuk basa-basi yang tidak ada artinya.
// A.W.
(via surat-pendek)
Bukannya tidak dikabulkan, ia hanya belum sampai. Doamu itu tersangkut: di antara langit dan bumi. Ia tak mampu menembus langit. Sebab terhalang oleh dosamu sendiri.
Cinta Bukan Permainan Tarik dan Ulur
Kata mereka, ketika menyukai seseorang, jangan mudah memperlihatkan rasa suka itu.
Jangan dengan mudah memberikan nomor telepon. Jangan terlalu ramah dan menunjukkan ketertarikan kita. Jangan langsung membalas pesannya, biarkan ia menunggu beberapa belas menit. Jangan ini dan jangan itu. Tidak boleh ini dan tidak boleh itu. Semua hal yang menurutku masih dalam batas wajar.
Aku bosan mendengar cara-cara yang kata mereka seharusnya dilakukan pada ia yang benar kusukai. Apa memang ada yang demikian? Apa memang aku perlu menjadi orang lain saat menyukai seseorang? Apa aku perlu bermain tarik dan ulur saat tahu bahwa aku benar telah jatuh cinta?
Bukankah cinta bukan permainan? Bukankah cinta adalah apa yang hati kita sendiri rasakan? Bukan mereka. Cinta kita rasakan sendiri. Cinta membuat getar di dada kita sendiri. Lalu, mengapa harus berpura-pura? Mengapa harus menuruti apa kata mereka. Mengapa?
Aku akan dengan senang hati tersenyum padanya. Aku akan senang hati berbicara lama dengannya, semua hal yang memang ia ingin tahu. Aku akan memberikan nomor teleponku. Aku akan segera membalas pesannya ketika aku membacanya. Aku tidak akan berpura-pura menjadi orang lain, meski kata mereka, aku harus bersikap demikian.
: Perempuan ini hanya sedang jatuh cinta. Bukan hendak menghancurkan hidupnya dengan gila.
—
© Tia Setiawati | Palembang, 16 Oktober 2017
“Jangan jadi bunga yang ‘mendatangi’ banyak lebah hanya karena ingin mendapat pengakuan bahwa kau adalah bunga yang cantik. Jadilah bunga yang terhormat, yang meski didatangi banyak lebah, ia tak mudah membiarkan sembarangan lebah menyerap sarinya”
— Begitu kata seorang kakak laki-laki kepada adik perempuannya.
Stay close to the things that make you feel alive. Listen to your favorite song on repeat. Watch the sunset. Fall asleep to the sound of rain. Build a pillow fort. Let the sunshine from the window pour over you. Gaze up at the stars and count as many as you can until you lose count. Binge your favorite t.v. show. The smell of old books, daytime moons, that feeling of deja vu, thrift shops, long car rides. It’s the little things in life that make everything worthwhile. And when you feel like you wanna give up, when you feel so alone that the aching in your chest won’t go away, when you convince yourself that you don’t matter, try and remember this: There are so many foods you have not tasted. Books you haven’t read. Songs and albums you have never heard and fell in love with. Words you never even knew existed. Spices you have never smelled. Cities you have never explored and gotten lost in. People you have never met. Maybe you don’t love yourself. Maybe you hate the way you look. Maybe you’ve said something you shouldn’t have. Maybe you miss someone. Maybe you’ve lost someone. Maybe it feels like the world is against you and that you can’t do anything right and that it would be better off if you just disappeared. You are here right now. That’s all that matters. What you have done, what you have said, what you have felt, it doesn’t matter. Your mistakes, your fears, they do not define you. You are alive. You are still standing. Your heart’s still beating. The sun still shines in the morning. The rain still falls from the sky. The flowers still bloom in the spring. The world goes on, despite everything. You have survived through everything you have ever went through, gotten over every hurdle they have placed before you. Don’t give up now.
fabuliz, writing prompt #64: write 5-10 things you can do to better your mental health. (via wnq-writers)
Aku mengikhlaskanmu
Aku mengikhlaskanmu Seikhlas hujan yang turun disaat pagi buta, seikhlas semburat senja yang menghiasi langit sore Aku melepaskanmu Seperti semilir angin di ufuk timur pada pagi hari Seperti semilir angin sore di ufuk barat saat matahari terlelap dalam peraduannya Hati ini baik-baik saja meski sedikit harus menahan luka Memar memerah darah, biru membiru cakrawala saat kita duduk di singgahsana taman hati Ku tau hati tak bisa dibagi, konon dicuil sedikitpun tak mungkin bagiku Ibaratkan sebatang pohon sudah menancap terlalu dalam, akar cintamu yang begitu kuat Berteduh saja dibawahnya pun aku merasa begitu kecil Alangkah lebih baik memandangnya saja dari kejauhan Mencoba meresapi rindangnya andai aku berada disitu Hatimu terpatri oleh sebuah jejak waktu selama ribuan hari yang sudah engkau lewati Bahkan tak bisa disandingkan dengan aku yang jari saja masih cukup untuk menghitungnya Aku benar benar mengikhlaskan Tak lagi hanya sebuah kiasan yang indah namun meringis pilu dalam hati Tak lagi hanya sebuah penguatan di dalam diri Kuyakin semesta memberi kan bahagia Kuyakin semesta membiarkan kita melupakan setiap menit yang sudah terlewati di masa lalu Hingga akhirnya sampai kita satu sama lain berani untuk bersikap dewasa dan berteman selayaknya langit yang tak pernah membenci hujan Selayaknya siang yang tak pernah membenci malam