"Negara aja punya BPJS buat menjamin kesehatan. Sayangnya, belum ada yang menjamin seseorang tetap memilih bertahan."
EXPECTATIONS

★
Claire Keane
YOU ARE THE REASON
🩵 avery cochrane 🩵
Today's Document
we're not kids anymore.
Misplaced Lens Cap

PR's Tumblrdome
𓃗
Sweet Seals For You, Always
Cosmic Funnies

blake kathryn

gracie abrams
he wasn't even looking at me and he found me
taylor price

Kiana Khansmith
The Bowery Presents
No title available
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
seen from Zimbabwe
seen from Mexico

seen from Malaysia

seen from Philippines
seen from Bangladesh

seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
seen from T1
seen from Thailand

seen from Malaysia
seen from Colombia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Canada

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from United States
@bang-hen
"Negara aja punya BPJS buat menjamin kesehatan. Sayangnya, belum ada yang menjamin seseorang tetap memilih bertahan."
"Semoga suatu hari nanti BPJS membuka layanan rehabilitasi untuk orang yang terlalu berharap."
"Kalau patah hati bisa pakai BPJS, mungkin ruang tunggunya nggak akan pernah sepi."
Dulu aku kira, yang paling menyakitkan adalah ditinggalkan.
Ternyata bukan.
Yang paling menyakitkan adalah tetap bertahan ketika orang yang paling ingin kau perjuangkan, justru memilih menyerah lebih dulu.
Aku pernah jadi orang yang memohon agar semuanya jangan selesai. Meyakinkan bahwa kita masih bisa diperbaiki. Tapi waktu itu, cintaku kalah oleh keyakinannya untuk pergi. Katanya sudah tidak melihat masa depan. Katanya sudah lelah.
Jadi aku belajar.
Belajar pulang ke diri sendiri, walau tiap malam rasanya seperti ada ruang kosong yang tak bisa diisi apa pun. Belajar tersenyum di depan orang lain, padahal di dalam kepala masih ribut dengan kenangan. Belajar menerima bahwa kadang, mencintai saja memang tidak cukup.
Lucunya hidup...
Saat aku mulai terbiasa hidup tanpa kabarmu, semesta malah mempertemukanmu lagi. Berkali-kali. Seolah sengaja mengingatkan luka yang belum benar-benar menjadi bekas.
Lalu suatu hari, justru kamu yang datang.
Bukan membawa alasan. Tapi membawa penyesalan.
Katamu rindu. Katamu hampa. Katamu baru sadar bahwa kehilangan itu ternyata sesakit ini.
Ironis ya?
Dulu aku yang mengejar langkahmu. Sekarang kamu yang mencari jalan pulang.
Aku tidak marah. Tidak juga membenci. Karena seiring waktu aku sadar, dendam cuma bikin hati tetap tinggal di masa lalu.
Yang membuatku diam hanyalah satu pertanyaan...
"Kenapa baru sekarang?"
Karena orang yang pernah kau tinggalkan, tidak akan pernah benar-benar menjadi orang yang sama saat kau kembali.
Aku sudah melewati malam-malam yang seharusnya kamu temani. Sudah belajar berdiri tanpa tanganmu. Sudah memaksa hati menerima bahwa namamu mungkin hanya akan tinggal sebagai kenangan.
Jadi kalau hari ini kita memilih mencoba lagi...
Itu bukan karena aku lupa rasa sakitnya.
Tapi karena aku ingin percaya, bahwa dua orang yang sama masih bisa memiliki cerita yang berbeda... selama keduanya benar-benar datang untuk memperbaiki, bukan sekadar mengobati rasa sepi.
Sebab cinta bukan tentang siapa yang pergi atau siapa yang kembali.
Cinta adalah tentang siapa yang akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal.
"Barangkali, kita memang bukan ditakdirkan untuk selalu bersama. Kita hanya ditakdirkan saling menemukan lagi, setelah sama-sama belajar arti kehilangan." ❤️
"Jika dulu kita dipisahkan oleh ego, semoga kali ini kita dipersatukan oleh keberanian untuk saling menjaga."
"Aku pernah membencimu karena pergi. Hari ini, aku memilih mencintaimu karena berani kembali."
Alam bawah sadarku merekam pola: "Kenapa setiap aku sudah nyaman dan tulus, aku selalu dibohongi dan tidak dipilih?"
Alam bawah sadarku diam-diam menyimpan satu pertanyaan yang tak pernah benar-benar terjawab: mengapa setiap kali aku mencintai dengan sungguh-sungguh, aku justru menjadi orang yang paling mudah ditinggalkan?
Lucunya, setiap kali aku mulai merasa aman, alam bawah sadarku justru panik. Seolah ia sudah hafal, bahwa setelah rasa nyaman datang, kehilangan akan menyusul.
Alam bawah sadarku merekam pola: "Kenapa setiap aku sudah nyaman dan tulus, aku selalu dibohongi dan tidak dipilih?"
Alam bawah sadarku diam-diam menyimpan satu pertanyaan yang tak pernah benar-benar terjawab: mengapa setiap kali aku mencintai dengan sungguh-sungguh, aku justru menjadi orang yang paling mudah ditinggalkan?
Dari kisah nabi Luth ada pesan yg mendalam :
Ia mengingatkan kita bahwa kemungkaran yg dibiarkan tumbuh, yang kemudian dinormalisasi, lalu dikampanyekan sebagai hak asasi manusia, memiliki akhir yg telah Allah tetapkan yaitu kebinasaan dan kehancuran.
Aku tidak pernah meminta untuk selalu dipilih.
Tapi aku juga tidak merasa melakukan kesalahan yang pantas dihukum dengan ditinggalkan tanpa penjelasan.
Ini hati, bukan stasiun Bekasi. Kau datang, kau singgah, lalu kau pergi.
Sedangkan aku, masih menetap di kenangan yang bahkan sudah tak kau tengok lagi.
Kekuatan Doa.
Suatu kali seorang lelaki ditanya, “Apa yang kamu dapatkan dengan berdoa kepada Tuhan secara teratur?”
Lelaki itu menjawab, “Tidak ada, tetapi izinkan saya memberi tahu Anda apa yang hilang: kemarahan, ego, keserakahan, depresi, rasa tidak aman, dan ketakutan akan kematian.”
Terkadang, jawaban atas doa kita bukanlah mendapatkan tetapi kehilangan; yang akhirnya merupakan keuntungan.“
Ust. Syafiq Riza Basalamah حَفِظَهُ اللهُ menuturkan,
“Allah Subhanahu Wata’ala menyuruh kita berdoa, ‘Kalian minta kepada-Ku pasti Aku kabulkan.’
Hanya saja jawaban doanya itu satu dari tiga hal. Ada doa yang tidak dikabulkan bukan karena hukuman dari Allah Subhanahu Wata’ala karena memang doa itu tidak memenuhi persyaratan, syaratnya tidak lengkap.
Seperti yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan ada seseorang yang berdoa tetapi memakan yang haram. Minta dikabulkan doanya, lengkapi dulu syaratnya.
Yang memenuhi syarat, pasti akan dikabulkan tetapi dikabulkannya diberikan satu dari tiga hal:
Diberikan yang diminta.
Dipalingkan dari kejahatan atau keburukan yang menimpanya yang sama dengan kualitas atau kuantitas doanya.
Doanya akan dijadikan pahala terus menerus yang akan didapatkan di akhirat.
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang ini, para sahabat mengatakan, ‘Kalau gitu kita banyak-banyak berdoa, kalau jelas dapat, ada hasilnya.’
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Allah Subhanahu Wata’ala akan memberikan lebih banyak.’
Kita perlu melihat apakah kondisi kita sudah memenuhi persyaratan. Jika syaratnya sudah penuh jangan putus asa terus berdoa karena pasti dapat yang diminta.
Teladanilah para Nabi seperti Nabi Ibrahim ‘alaihis salam berapa tahun beliau berdoa meminta anak? Mungkin 60 tahun, Nabi Zakaria ‘alaihis salam, Nabi Yakub ‘alaihis salam yang meminta dikumpulkan dengan Nabi Yusuf ‘alaihis salam itu 40 tahun berdoa. Anda berapa tahun berdoa sudah merasa doanya kok tidak dikabulkan?
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Akan dikabulkan doa seorang hamba selama ia tidak terburu-buru.’
Jika merasa ada yang salah dengan diri sendiri. Itu bagus karena mengoreksi diri sendiri untuk menjadi lebih baik. Siapa yang tidak berbuat dosa? Kita semua mempunyai dosa.”
Sebagaimana tertulis dalam QS. Al-Anbiya: 90 mengenai dikabulkannya doa Nabi Zakaria ‘alaihis salam oleh Allah Subhanahu Wata’ala,
“Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.“
Teruslah berdoa karena mengulang-ulang doa seperti mengayuh sepeda. Suatu saat ia akan membawamu ke arah yang kamu tuju.
"Aku membenci caramu pergi, tapi aku tidak pernah membenci dirimu. Karena bagaimana mungkin aku membenci seseorang yang dulu begitu sering menjadi alasan aku tersenyum? Jadi aku memilih diam… membiarkan waktu mengajarkanku cara melepaskan seseorang yang masih diam-diam ingin aku pastikan baik-baik saja."
“Bagaimana Rasanya Merindukanku?”
Bagaimana rasanya merindukanku? Apakah rindu itu datang kepadamu seperti badai yang merobohkan seluruh isi dada, atau hanya singgah sebentar lalu pergi tanpa meninggalkan bekas? Apakah namaku pernah tiba-tiba muncul di tengah kesibukanmu, membuat langkahmu terhenti sesaat, atau aku sudah benar-benar hilang dari setiap ruang di kepalamu? Aku sering bertanya-tanya, sebab rindu yang kutanggung terasa terlalu besar untuk dipikul sendirian.
Aku ingin tahu, apakah kau juga pernah terbangun di tengah malam hanya karena kenangan yang mendadak mengetuk ingatan. Apakah kau pernah mencari wajahku di antara keramaian, atau tanpa sadar tersenyum saat mengingat hal-hal kecil yang pernah kita bagi. Sebab di sisiku, rindu bukan lagi sekadar perasaan. Ia menjelma musim yang tak kunjung berganti, membanjiri hari-hariku hingga bahkan waktu pun tak mampu mengeringkannya.
Jika suatu hari kau benar-benar merindukanku, semoga rasanya tidak sesakit yang setiap hari tinggal bersamaku. Semoga dadamu tidak harus memikul langit yang runtuh, tidak perlu menelan ribuan kenangan yang terus tumbuh seperti hutan tanpa ujung. Namun bila ternyata rindumu sama besarnya, mungkin akhirnya kau akan mengerti: ada seseorang yang diam-diam mencintaimu sedalam itu, hingga seluruh hidupnya berubah menjadi ruang tunggu yang tak pernah selesai.
Written by Aftansa
Yang mungkin paling sulit diterima adalah: kadang seseorang bisa pergi tanpa memberi alasan yang menurut kita cukup. Kita merasa “setelah semua yang kita lakukan, minimal aku pantas mendapat penjelasan.”
“Dia yang membuka pintu, dia yang mengatur cara masuknya, dia yang meyakinkan bahwa jalan ini bisa dijalani — lalu dia sendiri yang memutuskan jalan itu salah.”
Yang mungkin paling sulit diterima adalah: kadang seseorang bisa pergi tanpa memberi alasan yang menurut kita cukup. Kita merasa “setelah semua yang kita lakukan, minimal aku pantas mendapat penjelasan.”