Kamu
Untukmu, yang pernah atau sedang disakiti hatinya saat ini, namun masih tetap tersenyum.
Untukmu, yang pernah patah dan belum pulih kembali, namun masih tetap menyembunyikan air mata kepedihannya.
Untukmu, yang sedang meraba kemana arah jalan pulang.
Untukmu, yang sedang berjuang berdiri dan mencoba berjalan meski dengan terseok.
Kamu hebat.
Tidak mudah untuk bisa seperti dirimu. Menyimpan segala luka, berusaha memulihkannya sendirian. Menyeka air matamu, demi membahagiakan orang lain. Tetap menjalani hari-hari beratmu meski kamu sudah terlalu lelah, meski matamu sudah begitu sembab, meski bibirmu sudah sangat kelu, meski kakimu sudah tak lagi mampu melangkah.
Kamu kuat.
Tuhan memberimu bertubi-tubi cobaan bukan tanpa alasan. Dia tahu kamu bukan seseorang yang mudah menyerah. Dia tahu kamu tak hanya berpasrah.
Hatimu pastilah bagai pedang, yang semakin ditempa, menjadi semakin tajam. Jiwamu tentunya bagai perisai, siapapun tak bisa dengan mudah menikamnya.
Untukmu, yang tetap bertahan, meski sudah babak belur dihujam kekecewaan juga pengkhianatan.
Untukmu, yang tak pernah beristirahat, meski tubuh sudah lunglai menopang begitu banyak beban.
Untukmu, yang tak pernah memilih mundur, meski sebenarnya hati ingin sekali gugur.
Aku ingin sepertimu.
Menjadi seseorang yang mempercayai kekuatan doa, ketabahan, keikhlasan dan kesabaran.
Hatimu pasti merdeka . Harimu akan kembali berbunga. Hujan akan berhenti, pelangi siap menanti.
Kamu.
Luar biasa.
11:15 pm. Wednesday, 27 Feb. 2019
















