As dusk fell🎑

titsay
Cosimo Galluzzi
DEAR READER

@theartofmadeline
noise dept.
cherry valley forever
NASA

tannertan36
occasionally subtle
taylor price

blake kathryn
One Nice Bug Per Day
🪼

⁂
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Today's Document

#extradirty

No title available
Mike Driver
todays bird

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Switzerland

seen from Maldives
seen from Netherlands
seen from Japan
seen from Malaysia
seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States

seen from Singapore

seen from Germany
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from Greece
seen from United States

seen from South Korea

seen from Finland

seen from Netherlands
@zzaaulaniaa
As dusk fell🎑
[#writtenaugust #writtenaugustday3] Everything is a struggle and scramble. In spite of the fact that this is so draining and time-consuming, I will always hold it out in order to gladden me; one day. ─zza. [3:40 p.m., 3/8/2017]
p.s. I firstly uploaded on my line account.
[#writtenaugust #writtenaugustday2] it is eight in the morning, and nobody's home; she is alone. flashback: it was eleven at night, she stood up midst of a room full of people, none of them she knew; strangers. it probably was just in her head; she was alienated. so she decided to go home, but found out nobody's there; she was alone. it is a quarter past eight in the morning, then she whispers subtle—at the threshold of her voice—to Him, "is this my fate?" —zza. [8:00 a.m., 2/8/2017]
(p.s.: I firstly uploaded on my line acc)
[#writtenaugust #writtenaugustday1] terjebak kuterjebak di juli; dengan segenap air mata dan seluruh kesakitan kuikuti ego semata, enggan menengok lagi berimbas pada inti jiwa; yang kini menangis berharap kuberharap pada 3:15 dini hari pertama di bulan agustus; tuk malam yang tak lagi insomnia, tuk sore yang tak lagi sendu, dan tuk pagi yang tak lagi pening setidaknya di bulan ini dulu, kuharap begitu. —zza. [3:15 a.m., 1/8/2017]
(p.s.: i firstly uploaded it on my line account)
your happiness matters, dear me.
zza.
Mengenal seseorang tidak bisa dengan sekali dua kali pandang atau sekali dua kali bertemu. Jika sejauh itu, kau hanya akan sampai pada permukaan atasnya saja. Sedangkan intinya? Kau harus lebih banyak berbagi cerita dengannya. Gali ke dalam kedua matanya, buatlah palung-palung yang bisa menampung segala kisah kehidupannya. Kau bisa menerimanya? Maka kau mengenalnya.
Semesta.
(via
kisahsemesta
)
100 Perilaku Utama Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam
Imam Shadiq berkata: “Saya tidak ingin seseorang meninggal dunia sementara ia belum mengetahui sebagian perilaku Rasulullah”
1. Ketika berjalan, beliau berjalan secara pelan-pelan dan wibawa.
2. Ketika berjalan, beliau tidak menyeret langkah kakinya.
3. Pandangan beliau selalu mengarah ke bawah.
4. Beliau senantiasa mengawali salam kepada siapa saja yang dilihatnya, tidak ada seorangpun yg mendahuluinya dalam mengucapkan salam.
5. Ketika menjabat tangan seseorang, beliau tidak pernah melepaskannya terlebih dahulu.
6. Beliau bergaul dengan masyarakat sedemikian rupa sehingga setiap orang berpikir bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang paling mulia di mata Rasulullah.
7. Bila memandang seseorang, beliau tidak memandang sinis bak pejabat pemerintah.
8. Beliau tidak pernah memelototi wajah seseorang.
9. Beliau senantiasa menggunakan tangan saat mengiyaratkan sesuatu dan tidak pernah mengisyaratkan dengan mata atau alis.
10. Beliau lebih banyak diam dan baru akan berbicara bila perlu.
11. Saat bercakap-cakap dengan seseorang, beliau mendengarkan dengan baik.
12. Senantiasa menghadap kepada orang yang berbicara dengannya.
13. Tidak pernah berdiri terlebih dahulu selama orang yang duduk bersamanya tidak ingin berdiri.
14. Tidak akan duduk dan berdiri dalam sebuah pertemuan melainkan dengan mengingat Allah.
15. Ketika masuk ke dalam sebuah pertemuan, beliau senantiasa duduk di tempat yang akhir dan dekat pintu, bukan di bagian depan.
16. Tidak menentukan satu tempat khusus untuk dirinya dan bahkan melarangnya.
17. Tidak pernah bersandar saat di hadapan masyarakat.
18. Kebanyakan duduknya menghadap kiblat.
19. Bila di hadapannya terjadi sesuatu yg tidak disukainya, beliau senantiasa mengabaikannya.
20. Bila seseorang melakukan kesalahan, beliau tidak pernah menyampaikannya kepada orang lain.
21. Tidak pernah mencela seseorang yang mengalami kesalahan bicara.
22. Tidak pernah berdebat dan berselisih dengan siapapun.
23. Tidak pernah memotong pembicaraan orang lain kecuali bila orang tersebut bicara sia-sia dan batil.
24. Senantiasa mengulang-ulang jawabannya atas sebuah pertanyaan agar jawabannya tidak membingungkan pendengarnya.
25. Bila mendengar ucapan yg tidak baik dari seseorang, beliau tidak mengatakan mengapa si fulan berkata demikian, tapi beliau mengatakan, bagaimana mungkin sebagian orang mengatakan demikian.
26. Banyak bergaul dengan fakir miskin & makan bersama mereka.
27. Menerima undangan para abdi dan budak.
28. Senantiasa menerima hadiah, meski hanya seteguk susu.
29. Melakukan silaturrahmi lebih dari yang lain.
30. Senantiasa berbuat baik kepada keluarganya tapi tidak melebihkan mereka dari yang lain.
31. Senantiasa memuji dan mendukung pekerjaan yang baik dan menilai buruk dan melarang perbuatan yang jelek.
32. Senantiasa menyampaikan hal-hal yg menyebabkan kebaikan agama dan dunia masyarakat kepada mereka dan berkali-kali mengatakan, “Orang-orang yang hadir hendaknya menyampaikan segala yang didengarnya kepada orang-orang yang tidak hadir.”
33. Senantiasa menerima uzur orang-orang yang punya uzur.
34. Tidak pernah merendahkan seseorang.
35. Tidak pernah memaki atau memanggil seseorang dengan gelar yang jelek.
36. Tidak pernah mengutuk orang-orang sekitar dan familinya.
37. Tidak pernah mencari-cari aib orang lain.
38. Senantiasa menghindari kejahatan masyarakat, namun tidak pernah menghidar dari mereka dan beliau selalu bersikap baik kepada semua orang.
39. Tidak pernah mencaci masyarakat dan tidak banyak memuji mereka.
40. Senantiasa bersabar menghadapi kekurangajaran orang lain dan membalas kejelekan mereka dengan kebaikan.
41. Selalu menjenguk orang yg sakit, meski tempat tinggalnya dipinggiran Madinah yg sangat jauh.
42. Senantiasa menanyakan kabar dan keadaan para sahabatnya.
43. Senantiasa memanggil nama sahabat-sahabatnya dengan panggilan yang terbaik.
44. Sering bermusyawarah dengan para sahabatnya dan menekankan untuk melakukannya.
45. Senantiasa duduk melingkar bersama para sahabatnya, sehingga bila ada orang yang baru datang, ia tidak bisa membedakan di antara mereka yg manakah Rasulullah.
46. Akrab dan dekat dengan para sahabatnya.
47. Beliau adalah orang yang paling setia dalam menepati janji.
48. Senantiasa memberikan sesuatu kepada fakir miskin dengan tangannya sendiri dan tidak pernah mewakilkannya kepada orang lain.
49. Bila sedang dalam shalat ada orang datang, beliau memendekkan shalatnya.
50. Bila sedang shalat ada anak kecil menangis, beliau memendekkan shalatnya.
51. Orang yang paling mulia di sisi beliau adalah orang yang paling banyak berbuat baik kepada orang lain.
52. Tidak ada seorangpun yang putus asa dari Rasulullah. Beliau selalu mengatakan, “Sampaikan kebutuhan orang yang tidak bisa menyampaikan kebutuhannya kepada saya!”
53. Bila ada seseorang membutuhkan sesuatu kepada Rasulullah pasti memenuhinya bila mampu, namun bila tidak mampu beliau menjawabnya dengan ucapan atau janji yg baik.
54. Tidak pernah menolak permintaan seseorang, kecuali permintaan untuk maksiat.
55. Beliau sangat menghormati orang tua dan menyayangi anak-anak.
56. Rasulullah sangat menjaga perasaan orang-orang asing.
57. Beliau selalu menarik perhatian orang-orang jahat dan membuat mereka cenderung kepadanya dengan cara berbuat baik kepada mereka.
58. Beliau senantiasa tersenyum sementara pada saat yang sama beliau sangat takut kepada Allah.
59. Saat gembira, Rasulullah memejamkan kedua matanya & tidak banyak menunjukkan kegembiraannya.
60. Tertawanya kebanyakan berupa senyuman dan tidak pernah tertawa terbahak-bahak.
61. Beliau banyak bercanda namun tidak pernah mengeluarkan ucapan sia-sia atau batil karena bercanda.
62. Rasulullah mengubah nama yang jelek dengan nama yang baik.
63. Kesabarannya mendahului kemarahannya.
64. Tidak sedih dan marah karena kehilangan dunia.
65. Saat marah karena Allah, tidak seorangpun yg akan mengenalnya.
66. Rasulullah tidak pernah membalas dendam karena dirinya sendiri melainkan bila kebenaran terinjak-injak.
67. Tidak ada sifat yg paling dibenci oleh Rasulullah selain bohong.
68. Dalam kondisi senang atau susah tidak lain hanya menyebut nama Allah.
69. Beliau tidak pernah menyimpan Dirham maupun Dinar.
70. Dalam hal makanan dan pakaian tidak melebihi yang dimiliki oleh para pembantunya.
71. Duduk & makan di atas tanah.
72. Tidur di atas tanah.
73. Menjahit sendiri pakaian dan sandalnya.
74. Memerah susu dan mengikat sendiri kaki ontanya.
75. Kendaraan apa saja yang siap untuknya, Rasulullah pasti mengendarainya dan tidak ada beda baginya.
76. Kemana saja pergi, beliau selalu beralaskan abanya sendiri.
77. Baju beliau lebih banyak berwarna putih.
78. Bila memakai baju baru, maka baju sebelumnya pasti diberikan kepada fakir miskin.
79. Baju kebesarannya khusus dipakai untuk hari Juma’t.
80. Ketika memakai baju dan sandal, beliau memulainya dari sebelah kanan.
81. Beliau menilai makruh rambut yang awut-awutan.
82. Senantiasa berbau harum dan kebanyakan pengeluarannya untuk minyak wangi.
83. Senantiasa dalam kondisi memiliki wudhlu dan setiap mengambil wudhlu pasti menyikat giginya.
84. Cahaya mata beliau adalah shalat. Beliau merasa menemukan ketenangan dan ketentraman saat shalat.
85. Beliau senantiasa berpuasa pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan.
86. Tidak pernah mencaci nikmat sama sekali.
87. Menganggap besar nikmat Allah yang sedikit.
88. Tidak pernah memuji makanan dan tidak juga mencelanya.
89. Memakan makanan apa saja yang dihidangkan kepadanya.
90. Di depan hidangan makanan beliau senantiasa makan makanan yang ada di depannya.
91. Di depan hidangan makanan, beliau yang paling duluan hadir dan paling akhir meninggalkannya.
92. Tidak akan makan sebelum lapar dan akan berhenti dari makan sebelum kenyang.
93. Tidak pernah makan dua model makanan.
94. Ketika makan tidak pernah sendawa.
95. Sebisa mungkin beliau tidak makan sendirian.
96. Mencuci kedua tangan setelah selesai makan kemudian mengusapkannya ke wajah.
97. Ketika minum, beliau meneguknya sebanyak 3 kali. Awalnya baca Bismillah dan akhirnya baca Alhamdulillah.
98. Rasulullah lebih memiliki rasa malu daripada gadis-gadis pingitan.
99. Bila ingin masuk rumah, beliau meminta izin sampai tiga kali.
100. Waktu di dalam rumah, beliau bagi menjadi tiga bagian: satu bagian untuk Allah, satu bagian untuk keluarga dan satu bagian lagi untuk dirinya sendiri. Sedangkan waktu untuk dirinya sendiri beliau bagi dengan masyarakat.
Semoga kita bisa meniru perilaku beliau Shollallohu ‘alaihi wasallam.
Source: fanpage Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB (PISS-KTB)
Penutup
“Menurutku, jika memang bisa, maka seharusnya kita menjadi manusia yang bermanfaat untuk lebih banyak kehidupan, bukan untuk segelintir tertentu saja,” ujarnya.
Aku terhenyak. Debur ombak menjadi lebur. Seketika sunyi seiring dengan kata-kata yang meresap dalam hati. Menyadari, keinginan kuat yang sedari dulu menjadi penyemangat untuk sampai pada langkah ini, tiba-tiba tak lagi menjadi pondasi. Bukan lagi menjadi jati diri. Terlupakan karena lena pada dunia. Lena pada hura-hura. Lena pada banyak hal yang semu saja. Bukan lagi tentang bahagia yang sederhana.
“Meletakkan urusan dunia. Tidak perlu dipikirkan. Rezeki sudah ada yang mengaturnya. Hidup bukan dengan ambisi seperti manusia-manusia jaman sekarang. Keseharian adalah tentang puja dan doa,” masih ujarnya.
Leleh. Perjalanan. Cerita-cerita. Bicara-bicara. Menjadikan kaca-kaca pada mata.
Semakin yakin. Semakin mengerti. Hal-hal yang baik memang tidak akan mudah didapatkan, tetapi bukan berarti tidak ada jalan. Aku tidak akan berandai. Aku hanya akan mengusahakan dengan cara-cara yang kutahu pasti baiknya. Selain itu, harus terus berusaha untuk meniti jalan yang benar; agar keteguhan itu tidak lagi samar-samar.
“Jangan lupa pulang. Ada yang selalu menunggumu di rumah, dengan segala kekhawatiran yang mewujud kasih sayang,” tutupnya.
Ah, terima kasih. Sudah menjadi penutup yang baik untuk mulai mendewasakan diri dan hati.
Betapa Tumblr juga sudah mengingatkanmu untuk mencamtumkan “source”, ketika barangkali kutipan yang kamu post, adalah bukan kutipanmu, bukan hasil kerja dari kepala dan hatimu.
Cheers! :D
Betapa Tumblr menyuruh kita untuk menghargai sesama, sekalipun dalam bentuk quote singkat yang kita cubit dari buah pikir otak lain.
Kalau memang hasil kerja otakmu, kau akui saja. Kalau tidak, saya rasa mencantumkan nama penulis tidak akan membuatmu hina. Tenang saja.
Ingat; terispirasi, mengutip dan menyalin jelas beda.
Cheers! :))
Betapa Tumblr mengajarkan beragam hal. Termasuk mendewasakan rasa dan juga akal.
Inspirasi banyak bertebaran di setiap sudut kehidupan. Tidak menutup kemungkinan bila akan ada beberapa kemiripan ide dengan orang lain. Pernah dengar kalimat “serupa tapi tak sama”? Dasar ide memiliki kemungkinan untuk menjadi sama, tapi bukan berarti setiap kata yang tercipta bisa sama persis bukan?
Yuk belajar menghargai buah pikir orang lain! *peringatan untuk diri sendiri*
Salaman dulu biar saling kenal! XD
Nah, betapa teteh-teteh diatas telah menuliskan kesah di hati dengan tutur lembut dan cerianya, semoga bisa jadi bahan renungan bersama :)
Saat kita berkongsi tulisan orang lain, dan kita meletakkan sumber asal, itulah antara adap dalam menyampaikan ilmu. Juga satu cara kita menghargai penulis asal dan membantu pembaca sampai kepada quote yang asal. 😊
365 of 365. It's time to wave goodbye to #2015 . . . #vscocam #vsco
It's time to wave goodbye for the amazing year #2015 #lastday
Say something I'm giving up on you~
Be the flow
I wish you were here