Old town—

❣ Chile in a Photography ❣

if i look back, i am lost

oozey mess
noise dept.
Xuebing Du

tannertan36
h
Keni
TVSTRANGERTHINGS
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

blake kathryn
No title available
tumblr dot com
Not today Justin
Monterey Bay Aquarium
Jules of Nature

ellievsbear

izzy's playlists!
trying on a metaphor
hello vonnie
seen from United States
seen from Argentina
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Jordan

seen from Malaysia

seen from Australia
@150cmjournal
Old town—
Berpayung resah kubergeming Mengingkari kalut sanubari akan usaha melepas belenggu jiwa Kuarungi sudut samudera Demi mengumpulkan yang terserak, rinai cahaya ke dalam harap akan hasrat pada dekap perjuangan Jemari merentang tak berbatas Menata impian terselubung menuju gugusan bintang Menerangi harapan nan terbuang Sebagai tuntunan magis pencarian makna hayat Perihal pondasi kokoh kehidupan
- H.
My sweet cat—
Padahal kamu berkawan dengan pena, berakrab dengan manisnya alam pemikiran. Lantas bagaimana bisa? Mengaburkan pandangan dari realitas, membunuh kepekaan terhadap sekeliling, kemudian membisu diharapkan kebenaran yang mestinya disuarakan?
Mosque—
"amor tussisque non celatur"
Cinta itu sama jelasnya seperti batuk, bukan? Sama-sama jelas terlihat, jelas terdengar, jelas terasa, dan jelas mengganggu.
Menyebalkan.
Downtown—
Pusara selaksa angan. Rintih-rintih lakuna menguliti atma. Dasar, paradoks kehampaan.
- H.
[Prahara Wiyata]
Menuju tiga windu perambahan usia semu Kala pandemi berjibaku berhias retorika kelabu Iring-iring tanya melagu bagi Sang Maha Tahu Oleh lusinan atma sedu Sawala nan mengudara Paradoks merajalela Ekspresi kian merana Rasa takut tak bermakna Rasuki tiap sendi budaya Aku, Si peramu aksara jitu Tengah termangu dari balik jendela beku Bermonolog dengan sang waktu Telusuri titik temu Wiyata pada prahara berlaku Ah, pahamlah kini Makna disebalik pandemi Rahasia Sang Ilahi Hilangkan dulu asumsi Agar kata ini berarti dan akan kuceritan nanti Perihal yang aku pelajari Tentang hidup sebagai metafora Bagian manifestasi semesta Sejatinya takkan hampa Namun nafsu tanpa muara jadikan manusia terlupa Perihal eksistensinya demi mengejar maya Tuhan memberi isyarat dari wabah tak kasat Agar jiwa kian mendekat Pahamkah kalian? Katastrofe ini sebagai wadah introspeksi Penggalian potensi Memahami filosofi Mensyukuri yang berarti Atas tiap hal dilalui Mari, Lambungkan asa pada cakrawala Berikut harapan mengudara Rajutan untaian doa Bagi kesembuhan pramudita
- H.
Green Space—
Perihal: Hidup penuh ambigu Menyongsong katastrofe lalu Berpendar retorika kelabu Merajut fragmen semu Berkaca lusinan atma sedu Manifestasi swakarya jitu
- H.
Park at night—
Ini aku. Bergumul dalam teatrikal, pun entitas meranggas. Wahai atma oportunis, si pandir berjiwa bebal. Berbekal kabut prahara, terantuk selongsong mayang. Mari hentikan. Sawala berbedak candramawa itu.
- H.
Chandelier—
si gagal berbicara serak dengan sesekali tergelak menyampaikan makna terserak bahwa waktu maju bergerak di mana saja kau terisak teruslah maju bergerak agar tak ada sesal kelak
- H.
Memento—
Halo Nona Hujan, apa kabar? Masihkah kau; berpayung di bawah semu? Beropini beralaskan elegi berdansa bagi metafor ekspresi? Lihatlah cincin-cincin paradoks, nan bergumul bersama napas. Menunggumu... Melukiskan bayang lugas realitas. Selamat sore dan sampai jumpa. Akan kutunggu pada relasi tak terbatas. Bersama rasa saling berbalas.
- H.