Memandang Langit sebagai Langit
Aku telah melewati banyak mata, namun aku tersesat di kedua matamu
Sungguh aku tak pernah sekalipun terbesit menghendaki sebuah langit sepertimu, tetapi Allah yang menghendakinya, dan hatiku hanya mematuhi-Nya. Berlarut-larut dengan waktu, kau tampaknya kian tumbuh menjadi kebahagiaan kecil yang kurawat dengan cara bersyukur yang besar. Bagaimana bisa aku merasakan kebahagiaan walau tanpa sedetikpun kelopak mataku melihat rona pipimu.
Namun, layaknya semesta bekerja, tidaklah mungkin bagi tanah mengejar langit, begitupun malam yang tidak dapat mendahului siang. Angan bertumbuh serupa mawar di tanah tandus, maka tak mungkin aku mengharapkan mekarnya. Tetapi, sebesar apapun upayaku melupakan, semesta selalu saja punya cara agar aku terus mengingatmu secara tiba-tiba.
Begitu menyakitkan untuk berpura-pura mengabaikan, sedangkan hatiku merasa sakit dengan diamku. Di samping kepelikan itu, aku juga selalu mengkhawatirkan dari setiap kesedihan yang akan mencuri senyummu. Meskipun itu karena hatimu yang belum rela dengan yang lalu, aku tak pernah benci ceritamu, aku tak benci pula pada caramu mendapatkan hatiku. Ya, mencintaimu adalah bentuk mekarnya ikhlasku yang sedang bertumbuh.
Sesungguhnya pecinta sejati adalah orang yang hanya ingin memberikan cintanya tanpa berharap untuk dicinta -Ustadzah Aisyah Farid BSA
Seperti kata para ulama, sesuatu yang bukan untukku, maka tidak akan pernah sampai kepadaku. Dan sesuatu yang Allah tetapkan untukku, pada akhirnya ia akan sampai juga kepadaku. Apabila jarak Allah tetapkan untuk keduanya, maka dekat antar keduanya hanyalah angan. Mengagumi tetap indah, walaupun jika nanti takdirku bukanlah dirimu.
Andaikan seorang hamba emngetahui maksud indah dibalik ketetapan takdir, niscaya ia akan menangis malu karena prasangka buruknya kepada Allah SWT -Syekh Mutawalli Asy-Sya'rawi
Terwujud atau tidak, semua adalah bentuk kasih sayang Allah terhadap diriku. Apabila kudapatkan yang aku inginkan, maka Allah ingin melihatku bergembira dengan takdirku. Ketika Allah tidak memberikan apa yang aku inginkan, itulah bentuk perlindungan Allah padaku.
Maka kutempatkan perasaan ini pada tempat yang semestinya, dan mengembalikanya kepada sang penggerak hati. Bukankah dirimu tak memilihku karena Allah tidak menggerakkan hatimu untukku. Ya begitulah, usaha dan do'a itu milik hamba, tapi takdir tetap milik Allah semata. Maka, jika pada akhirnya nama yang disembunyikan oleh langit bukan nama yang selama ini aku langitkan, tak apa. Doa akan selalu kembali, meskipun ia kembali kepada hati orang yang memang berhak memilikinya, hehe.
Kedekatan atau justru pacaran tidak akan membuat jodohmu cepat datang. Ia hanya menambah dosa dan maksiat saja -Ustadzah Halimah Alaydrus
Seringkali kita diuji dengan sesuatu yang kita cintai, seseorang yang mendiami hati kita adalah salah satunya. Dibalik penantian, kesabaran dan ketaatan tentu ada pahala yang menyertai. Maka, doaku tentu juga tentang keteguhan hati atas lalai yang mengintai, tetapi juga tentang keteguhan hati atas penantianku. Sebab aku malu kepada Rabb-ku apabila lengah terhadap hatiku.
Ada satu ungkapan yang aku favoritkan, "Jika sedang mencintai seseorang, janganlah engkau bermaksiat kepada Allah demi dia, karena hati orang yang engkau cintai berada di genggaman dzat yang engkau maksiati". Maka, terlepas kau menaruh perasaan padaku atau tidak, saat ini batasku hanya mengagumimu.
Jika kamu mencintai seseorang sebelum menikah, tidak ada yang halal untuknya kecuali doa. Maka doakanlah orang yang kamu cintai -Habib Ali AlKaff
Kusadari hatiku sangat terikat oleh seorang insan ciptaan Tuhanku. Tapi aku takut, cinta yang belum waktunya menjadi penghalangku untuk mencium surga Tuhanku. Apabila dirimu adalah jodohku, maka kumohonkan atas kekuatanku untuk menjaga perasaan ini hingga tiba waktunya, atau justru kumohonkan untuk sejenak melupakanmu. Bukan karena aku tidak mencintaimu, justru aku sangat mencintaimu.
Seperti kata para ulama, di saat seperti ini, cinta yang sejati bukanlah apa yang tampak, tetapi apa yang tersembunyi. Maka dari itu, aku berusaha untuk cukup mengingatmu dalam doaku. Bahkan, jika doa dapat terlihat, maka tentu langit di atasku akan dipenuhi oleh namamu.
Cinta terbaik adalah saat kau menicntai seseorang yang membuat akhlakmu semakin baik, jiwa semakin damai, dan hatimu semakin bijak -Habib Umar bin Hafizh