Padahal megahnya hatiku lebih megah dari Benteng Andalusia, lebih mewah dari kota idamanmu, lebih sejuk dari desa kelahiranmu, tapi kenapa kau tidak pernah menjadikannya tempat tinggal ?
Not today Justin
I'd rather be in outer space 🛸
DEAR READER
untitled
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

if i look back, i am lost

shark vs the universe

ellievsbear
we're not kids anymore.
Mike Driver
occasionally subtle
YOU ARE THE REASON
d e v o n
almost home
trying on a metaphor

#extradirty

PR's Tumblrdome

No title available

⁂

Kiana Khansmith
seen from Cape Verde

seen from United States

seen from United States

seen from Russia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@aaytllh
Padahal megahnya hatiku lebih megah dari Benteng Andalusia, lebih mewah dari kota idamanmu, lebih sejuk dari desa kelahiranmu, tapi kenapa kau tidak pernah menjadikannya tempat tinggal ?
Aku bukan pengingat yang baik, tetapi aku juga bukan pelupa yang ulung. Ada sepenggal demi sepenggal kisah yang masih memantik di dalam kepalaku, tentang hari kemarin yang melatari fragmen-fragmen kehidupanku. Tentang tawa, luka, atau bahkan perpaduan keduanya.
Mungkin, Ketika semua berubah, Dan berganti arah, Aku hanya akan merebah, Dan bersinggah, - Menantimu pulang, Petang nanti.
Mmn (via surat-pendek)
Senja Merah Merona
Senja merah merona, nyala lampu minyak pekat penuh jelaga, ia hadir dalam jeratan jarak dan ruang waktu, angin selalu punya cara untuk mengingatkan, dengan suara siut di pohon bambu, butir abu di atas nyala lampu terbang dan kemudian hilang, mengharap malam nanti tidak menurunkan hujan, namun rintiknya sudah terlanjur basah di keheningan, adakah selain detak jam dinding yang selalu saja menakuti, ia kahir-akhir ini menjadi hantu di rumahku, bersama kalender kertas yang setiap harinya ku sobek, dengan setiap menit dan detik yang terlewati, tak pernah hilang bahkan berkurang rasaku pada senja yang merah merona itu
kamar depan
terjebak aku dalam sebuah ruang
dikepung dua insan yang haus akan kata-kata
diminta aku untuk meluap bahasa
termenung kemudian terbuang
bersama kami dikejar pikiran, mencoba tenang namun kafein dan nikotin terus memacu.
kalut pun dibalut goresan hitam di atas putih, bisakah kami merangkai kata-kata?
kata-kata itu bukanlah retak pada dinding.
lalu, kata-kata itu apa?
barangkali, itu adalah kita.
(Semarang, 22 Januari 2018)
Tidak ada puisi hari ini.
Hanya ada rintik hujan yang terus menari di atas kaki.
Katamu, hujan sangat kau sukai,
Tapi, mengapa pergi?
Dua pasang mata bercerita Tentang senja yang memeluk kenangan Tentang satu yang berpisah dari dua Untuk menjadi dua yang lainnya
Aku tidak lagi bisa menciptakan rindu. Kupikir kamu juga. Kita sudah usang pada perasaan yang sekadarnya, pada percakapan yang itu-itu saja, tanpa mata, tanpa duduk berdua di tempat yang sama.
Cinta adalah serdadu di batas paling depan; posko yang dihuni para sukarelawan; pohon-pohon yang hidup di tanah kering; seekor lebah yang menjelajah lebih jauh; langit yang menghibur kepada yang tersedu; anjing yang menuntun seorang tua di kursi roda; kecemburuan yang diam-diam; ikan-ikan yang tertawan di jala nelayan; api yang menjerang air di dapur; bunyi seruling; garis batas kota; kemungkinan telat seorang karyawan; puisi-puisi yang disembunyikan; kacamata yang tidak rela terjatuh; dan lain-lain di lembar-lembar surat.
(via lembarkertas)
Bersembunyi di Tumblr. Tempat istirahat dari gemerlap instagram.
- tumblr adalah malam, tepat ketika mata ingin terpejam. Tumblr adalah ketika sekitar mulai sepi, lampu kamar sudah mati, tapi isi kepala mulai riuh sendiri. Berdebat kusir dengan hati. Tempat keluarnya penyesalan dan pengharapan. Tempat buncahan hati yang terpendam selama hari terang. Tempat aku, sebenar-benarnya aku. Tenggelam dalam tulisan.
Tempat cerita kita dilihat, dibaca, dan dimaknai. Bukan semata-mata untuk dinilai :)
Tempat untuk bersembunyi dan me “time” bagi para introvert :’)
Kekecewaan bisa mengubah seseorang. Aku berada di antara sedih dan lega mengetahuinya. Padahal sudah tahu sejak lama, tapi melihat seseorang bangkit dari kekecewaan, dia kumpulkan remukan hatinya yang menjadi pecahan-pecahan, pelan-pelan berdiri bahkan mulai berlari lagi dengan takpeduli pada perih di kaki, aku yang nelangsa di dalam sini.
Pukulan di dadanya jadi luka yang tidak pernah kita tahu seberapa parahnya. Apa benar luka itu mampu ditanggungnya? Apa waktu bisa menyembuhkannya?
Jawaban itu dia samarkan dengan banyaknya senyuman, dengan tatapan yang masih menyimpan air mata tapi harus kembali tajam melihat sekitar, dengan suara yang pelan tetapi dalam, dengan langkah kaki yang diam tetapi tahu tujuan.
Akan ada hal menggetarkan dari dirinya. Kamu tahu apa? Adalah melihat dia bertambah kuat dalam sepi, dan dalam keadaan tidak diperhitungkan.
Dekatmu, namun tidak eratmu. Tawamu, namun bukan senyummu. Pelukmu, namun bukan dekapmu. Yang kau cari, namun bukan yang kau tuju. Kau adalah apa-apa yang hampir; namun hanya sekadar mampir.
(via mbeeer)
“Satu-satunya yang abadi adalah Allah Subhanawata'ala”
T A K P E R N A H T U N T A S .
Cerbung: Mbak Adele
Cerita gak berfaedah. Tentang cowok yang tinggal di kostan putri. Dibaca kalau kalian lagi nggak ada kerjaan aja.
Monggo~
Chapter 1 - Someone Like You
Chapter 2 - Love The Way You Lie
Chapter 3 - Chandelier
Chapter 4 - All Out of Love
Chapter 5 - Don’t Say A Word
Chapter 6 - Your Favorite Place
Chapter 7 - After The Fall
Chapter 8 - Accidentaly In Love
Chapter 9 - I’m Here For You
Chapter 10 - This is Why I Need You
Cerita ini Fiksi. Tapi.. 60% nyata. Nggak ngerti? Sama gue juga. Silakan post yang ini di-like dulu, keburu nanti tenggelam sama quote dkk.
Padahal, yang aku butuhkan hanyalah kehadiranmu—untuk menenangkan luka yang semesta telah ramu.
Aku tak butuh pertengkaran; aku tak butuh frasa yang rentan menyakiti perasaan.
Aku hanya butuh kamu ada pada dekapan diri. Hadir sebagai sosok yang menghempas segala sendu dalam hati.
— Arief Aumar Purwanto
Tanda dan Kata
Apa kabar kata-kata? Adakah rindu yang menepi dibalik tanda tanya? Ataukah berlanjut sampai titik dua kurang tutup? Melengkung senyum Meniduri imaji