Tulisan : #CatatanMenujuUsia30Tahun #3
Apabila nantinya saya dihadapkan pada kenyataan bahwa tidak satupun masa depan impian saya terwujud, maka saya berjanji pada diri saya untuk tidak menyesali apapun.
Untuk mimpi-mimpi yang membubung, target yang meleset, rencana yang tak terlaksana, cita-cita yang tidak menjadi nyata dan harapan-harapan yang tidak dikabulkan. Saya akan tetap mensyukuri perjuangan saya. Saya percaya bahwa usaha dan do'a-do'a memiliki ganjaran yang rupa-rupa bentuknya.
Meski telah menapaki waktu yang panjang untuk tetap menaruh percaya kepada mimpi, tidak sedikitpun saya akan menganggap masa yang panjang itu sia-sia. Dibandingkan dengan kebanyakan orang seusia yang sudah menemukan puncak kesuksesannya, sungguh saya tidak akan berkecil hati. Sebab saya percaya bahwa setiap manusia memiliki waktunya masing-masing.
Hidup bukan pacuan. Sebab setiap orang punya kecepatan berbeda. Pencapaian orang lain bukan acuan. Sebab setiap orang punya kemampuan berbeda.
Jika saya tidak menjadi apa-apa dan langkah saya seolah jalan ditempat, tak apa. Saya akan tetap menjadi diri saya sendiri. Mengupayakan kebaikan-kabaikan untuk dilakukan tanpa perlu memaksakan pencapaian hanya untuk memenuhi ekspektasi orang lain.
Saya gagal, jatuh, terbentur, patah, kecewa, sakit, kehilangan, diremehkan, dilupakan, ditinggalkan dan terbuang. Saya alami itu berulang-ulang. Semua itu yang membentuk saya untuk menjadi manusia kuat, tabah, sabar, bijak dan ikhlas.
Kegagalan tidak akan saya sambut dengan penyesalan. Mungkin banyak angan-angan yang tidak bisa saya wujudkan, ada keberhasilan yang ternyata tidak mampu dibuktikan, tapi bukan berarti saya gagal sebagai manusia.
Saya akan koreksi mana-mana yang salah. Saya akan perbaiki apa-apa yang rusak. Saya akan tetap menjadi manusia yang hidup dengan tujuan baik. Mungkin memang ada langkah yang harus berubah arah, ada tujuan yang mesti berubah haluan, ada juang yang patut diulang, ada rencana yang minta untuk kembali ditata, ada peran yang perlu disertakan dan ada jalan lain yang lebih mungkin.
Karena bisa jadi ada kesempatan yang terlewatkan, ada kebaikan yang sempat terabaikan, ada peluang yang terbuang, ada giat yang mestinya dua kali lipat, atau ada ekspektasi yang lupa membumi. Barangkali juga ada jeda yang ingin disapa.
Menginjak usia hampir tiga dekade, saya tidak harus menyalahkan diri atas apa-apa yang belum saya capai. Sebaliknya, saya berterimakasih kepada diri saya yang selalu punya semangat. Meski tak selalu benderang tapi semangat itu tak pernah hilang. Walau kadang meredup namun menolak padam. Saya mengapresiasi pencapaian saya sekecil apapun, sebab untuk bahagia saya tidak harus menunggu jadi kaya.
Kamar Kos, 1 Juli 2020. 05.26 WIB
Semoga si 'Manusia Aneh' selalu mampu hidup dengan pikiran baiknya. Tidak dipaksa, tidak memaksa. Hingga nanti.