I know
#pascalcapion
Cosimo Galluzzi

Origami Around
wallacepolsom

Andulka
RMH

titsay

JBB: An Artblog!
Xuebing Du
noise dept.
No title available
taylor price

tannertan36
One Nice Bug Per Day
No title available
YOU ARE THE REASON
Stranger Things
KIROKAZE
Jules of Nature

blake kathryn

⁂

seen from Malaysia
seen from Canada
seen from Canada

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from United States

seen from Singapore
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
@andisyahirul
I know
#pascalcapion
Kamu terlalu berambisi mengejar perkara dunia. Lupa jika tidak ada dari dunia yang akan kita bawa menghadapNya kecuali amalan perbuatan.
***
Letak-kan ambisi duniamu dengan baik. Kearah mana dan untuk apa.
Mahalnya sikap rendah hati.
Jadi apa yang hendak kamu banggakan dari dirimu? Ketika kamu sadar bahwa kamu tidak memiliki apapun disini selain amal perbuatan, baik dan buruk. Mencari eksistensi dan mengharap validasi bahwa kamu adalah manusia yang "wahhh, keren dan bla bla!!" di mata manusia lain seakan tidak ada ujungnya, namun terasa melelahkan. Sebab, dunia menuntut kesempurnaan, yang sebenarnya tidak pernah ada.
Sesuatu yang memang sudah jadi tanggung jawabmu, lalu untuk apa kamu luapkan dalam bentuk caci maki? Untuk apa tugasmu kamu lempar kesana kemari? Membentak orang lain hingga sakit telinga pihak yang mendengarnya, belum lagi perasaannya yang terluka. Tuhan, tidak pernah tidur dan manusia kadang lupa akan hal itu.
Jadi ingat pesan mama, perihal pentingnya menahan amarah agar tidak jadi caci maki yang berujung menyakiti perasaan orang lain. Serta pentingnya menjaga tutur kata agar tidak menyinggung saat menasehati atau kesal dengan seseorang. Karena itu adalah sebagian dari cara kita menjadi manusia yang "beradab". Kata mama, siapa sih nak yang pengen berbuat kesalahan dengan sengaja? Kecuali dia orang jahat, namun kita manusia gudangnya keliru dan salah. :")
Semakin hari, beberapa orang memang semakin terlihat semena-semena, padahal sedang lari dari tanggung jawab sesungguhnya. Lupa pada sumpah pekerjaan namun gila akan kekuasaan. Ingin dihormati namun lupa diri cara menghargai orang lain.
Betapa mahalnya "rendah hati" dan betapa lebih mahalnya "ikhlas" dalam pekerjaan. Meskipun tolak ukur ikhlas hanyalah Tuhan yang tahu. Namun, dengan lempar sana sini tanggung jawab, seakan menjadi sedikit gambaran kelapangan hati dalam menjalani amanah tersebut.
Semoga untukku yang suatu hari nanti bekerja. Semoga bisa bekerja dengan lapang dada, merendahkan keluh, meninggikan syukur dan sadar diri bahwa "memperlakukan orang lain, sebagaimana kamu ingin diperlakukan" adalah bagian dari keharusan sebagai manusia yang berakal dan memiliki hati nurani.
[Draft tertahan, sejak 2 minggu lalu.]
Usai hujan reda, 14 Maret 2021 19.46 wita
Pernahkah terbayang jika ternyata segala macam ibadah yang kita upayakan dan kita harapkan dapat membawa ke syurga adalah suatu hal yang sia-sia dan tidak memiliki bobot pahala di sisi Allah?
Pernahkah terbayang jika ternyata segala macam komentar manusia yang menilai kita adalah orang alim dan sholeh ternyata sama sekali berbanding terbalik di sisi Allah?
Untuk diriku, beristighfarlah.
Semoga lekas berbenah.
100 PERINTAH ALLAH PADA MANUSIA YANG TERCATAT DI DALAM QURAN
Jangan berkata kasar. (QS 3 – Ali Imran : 159)
Tahanlah marah. (QS 3 – Ali Imran : 134)
Berbaiklah kepada orang lain. (QS 4 – An Nisaa’ : 36)
Jangan sombong dan congkak. (QS 7 – Al A’raaf : 13)
Maafkanlah kesalahan orang lain. (QS 7 – Al A’raaf : 199)
Berbicaralah dengan nada halus dan bersopan. (QS 20 – Thaahaa : 44)
Rendahkanlah suaramu. (QS 31 - Luqman : 19)
Jangan mengejek orang lain. (QS 49 – Al Hujuraat : 11)
Berbaktilah pada orang tua (ibu bapak). (QS 17 – Al Israa’ : 23)
Jangan mengeluarkan kata yang tidak menghormati orang tua ( ibu bapak). (QS 17 – Al Israa’ : 23)
Jangan memasuki kamar pribadi ibu bapak tanpa izin. (QS 24 – An Nuur : 58)
Catatlah hutang-hutangmu. (QS 2 – Al Baqarah : 282)
Jangan mengikuti orang secara membabi buta. (QS 2 – Al Baqarah : 170)
Berikanlah lanjutan waktu bila orang yang berhutang kepadamu dalam kesempitan. (QS 2 – Al Baqarah : 280)
Jangan makan riba’/membungakan uang (QS 2 – Al Baqarah : 1)
Jangan melakukan korupsi) (QS 2 – Al Baqarah : 188)
Jangan ingkar atau melanggar janji (QS 2 – Al Baqarah : 177)
Jagalah kepercayaan orang lain kepadamu (QS 2 – Al Baqarah : 283)
Jangan campur adukan kebenaran dengan kebohongan (QS 2 – Al Baqarah : 42)
Berlakulah adil terhadap semua orang (QS 4 – An Nisaa’ : 58)
Tegakkanlah keadilan dengan tegas (QS 4 – An Nisaa’ : 135)
Harta yang meninggal harus dibagikan kepada anggota keluarga (QS 4 – An Nisaa’ : 7)
Wanita memiliki hak waris (QS 4 – An Nisaa’ : 7)
Jangan memakan harta anak yatim (QS 4 – An Nisaa’ : 10)
Lindungi anak yatim (QS 2 – Al Baqarah : 220)
Jangan memboroskan harta dengan sewenang-wenangnya (QS 4 – An Nisaa’ : 29)
Damaikanlah orang yang berselisih (QS 49 – Al Hujuraat : 9)
Hindari perasangka buruk (QS 49 – Al Hujuraat : 12)
Jangan memfitnah orang (QS 2 – Al Baqarah : 283)t
Jangan memfitnah orang (QS 49 – Al Hujuraat : 12)
Gunakan harta untuk kegiatan social (QS 57 – Al Hadid : 7)
Biasakan memberi makan orang miskin (QS 107 – Al Maa’uun : 3)
Bantulah orang fakir yang berada di jalan Allah (QS 2 – Al Baqarah : 273)
Jangan menghabiskan uang untuk bermegah-megah (QS 17 – Al Israa’ : 29)
Jangan menyebut-nyebut tentang sedekahmu (QS 2 – Al Baqarah : 264)
Hormatilah tamu anda (QS51AdzDzaariyaat26)
Perintahkan kebajikan setelah kita melakukannya sendiri (QS 2 – Al Baqarah : 44)
Jangan berbuat kerusakan di muka bumi (QS 2 – Al Baqarah : 60)
Jangan menghalangi orang datang ke masjid (QS 2 – Al Baqarah : 114)
Perangilah mereka yang memerangi mu (QS 2 – Al Baqarah : 190)
Jagalah etika perang (QS 2 – Al Baqarah : 191)
Jangan lari dari peperangan (QS 8 – Al Anfaal : 15)
Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (Islam) (QS 2 – Al Baqarah : 256)
Berimanlah kepada para Nabi (QS 2 – Al Baqarah : 285)
Jangan melakukan hubungan intim di saat haid (QS 2 – Al Baqarah : 222)
Susuilah anak-anakmu selama dua tahun penuh (QS 2 – Al Baqarah : 233)
Jauhilah hubungan intim di luar nikah (QS 17 – Al Israa’ : 32)
Pilihlah pemimpin yg pantas. Pilihlah pemimpin berdasarkan ilmu dan jasanya (QS 2 – AlBaqarah : 247)
Jangan membebani orang di luar kesanggupannya (QS 2 – Al Baqarah : 286)
Jangan mau dipecah belah (QS 3 – Ali Imran : 103)
Renungkanlah keajaiban dan penciptaan alam semesta ini (QS 3 – Ali Imran 3 :191)
Lelaki maupun wanita mendapat balasan yang sama sesuai perbuatannya (QS 3 – Ali Imran: 195)
Jangan menikahi mereka yang sedarah denganmu (QS 4 – An Nisaa’ : 23)
Keluarga harus di-imami oleh seorang lelaki (QS 4 – An Nisaa’ : 34)
Jangan pelit (QS 4 – An Nisaa’ : 37)
Jangan iri hati (QS 4 – An Nisaa’ : 54)
Jangan saling membunuh (QS 4 – An Nisaa’ : 92)
Jangan membela ketidakjujuran atau kebohongan (QS 4 – An Nisaa’ : 105)
Jangan bekerja-sama dalam dosa dan kekerasan (QS 5 – Al Maa-idah : 2)
Bekerja samalah dalam kebenaran (QS 5 – Al Maa-idah : 2)
Mayoritas bukanlah merupakan kriteria kebenaran (QS 6 – Al An’aam : 116)
Berlaku adil (QS 5 – Al Maa-idah:8)
Berikan hukuman untuk setiap kejahatan (QS 5 – Al Maa-idah : 38)
Berjuanglah melawan perbuatan dosa dan melanggar hukum (QS 5 – Al Maa-idah : 63)
Dilarang memakan binatang mati, darah dan daging babi (QS 5 – Al Maa-idah : 3)
Hindari minum racun dan alkohol (QS 5 – Al Maa-idah : 90)
Jangan berjudi (QS 5 – Al Maa-idah : 90)
Jangan menghina keyakinan atau agama orang lain (QS 6 – Al An’aam : 108)
Jangan mengurangi timbangan untuk menipu (QS 6 – Al An’aam : 152)
Makan dan minumlah secukupnya (QS 7 – Al A’raaf : 31)
Kenakanlah pakaian yang bagus di saat sholat (QS 7 – Al A’raaf : 31)
Lindungi dan bantulah mereka yang meminta perlindungan (QS 9 – At Taubah:6)
Jagalah kemurnian (QS 9 – At Taubah : 108)
Jangan pernah putus asa akan pertolongan Allah (QS 12 – Yusuf : 87)
Allah mengampuni orang yang berbuat dosa kerana kebodohannya (QS 16 – An Nahl : 119)
Berserulah/ajaklah kepada jalan Allah dengan cara yang baik dan bijaksana (QS 16 – AnNahl : 125)
Tidak ada seorangpun yang menanggung dosa orang lain (QS 17 – Al Israa’ : 15)
Jangan membunuh anak-anakmu kerana takut akan kemiskinan (QS 17 – Al Israa’ : 31)
Jangan mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya (QS 17 – AIsraa’ : 36)
Jauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanafaat (QS23–Al Mu’minuun:3)
Jangan memasuki rumah orang lain tanpa izin pemilik rumah (QS 24 – An Nuur : 27)
Allah menjamin balasan kebaikan hanya kepada mereka yang percaya kepada Allah (QS 24 – An Nuur : 55)
Berjalanlah di muka bumi dengan rendah hati (QS 25 – Al Furqaan : 63)
Jangan melupakan kenikmatan dunia yang telah Allah berikan (QS 28–Al Qashash : 77)
Jangan menyembah Tuhan selain Allah (QS 28 – Al Qashash:88)
Jangan terlibat dalam homosexual (QS29–Al ‘Ankabuut : 29)
Berbuat baik dan cegahlah perbuatan munkar (QS 31 - Luqman : 17)
Janganlah berjalan di muka bumi dengan sombong (QS 31 - Luqman : 18)
Wanita dilarang memamerkan diri (QS 33 – Al Ahzab : 33)
Allah mengampuni semua dosa-dosa kita (QS 39 – Az Zumar : 53)
Jangan berputus asa akan keampunan dari Allah (QS 39 – Az Zumar : 53)
Balaslah kejahatan dengan kebaikan (QS 41 – Fushshilat : 34)
Selesaikan persoalan dengan bermusyawarah (QS 42–Asy Syuura : 38)
Orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang bertaqwa (QS 49 – Al Hujuraat : 13)
Tidak ada dikenal biara dalam agama (Islam) (QS 57 – Al Hadid : 27)
Allah akan meninggikan darjat mereka yang berilmu (QS58–Al Mujaadilah11)
Perlakukan kaum bukan Islam dengan baik dan adil (QS60-Al Mumtahanah:
Hindari diri dari sifat kikir (QS64–AtTaghaabun:16)
Mohon keampunan kepada Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS73 Al Muzzammil;20)
Jangan menghardik orang yang meminta-minta (QS 93–Adh Dhuhaa: 10)
Kesabaran yang Indah
In Frame Saripuddin Jojo aka SaJojo aka LaJojo aka Sajo' aka Lajo' aka Joe-joe aka Jojo.. maa syaa Allaah TabarakAllaah❤️
Jika semua hal berjalan seperti kemauanmu, lantas dari mana kamu akan belajar sabar?
Jika semua hal berjalan sesuai kehendakmu, lantas dari mana kamu akan belajar tabah?
Jika semua hal berjalan sesuai espektasimu, lantas dari mana kamu akan belajar menurunkan agan dan ego-mu?
Dear, tidak semua perkara dalam hidup harus berjalan sesuai kemauan, kehendak, dan memenuhi espektasi semu kita. Ada kalanya, ujian-ujian yang datang dariNya adalah bumbu-bumbu yang akan lebih mendekatkan diri kita dengan Penciptanya. Diberikan ujian sebab Dia tahu bahwa kita mampu dan sanggup atas ujian itu. Dan ganjaran dariNya adalah kenikmatan yang tiada hingganya.
Kita jalani kehidupan di dunia ini bukan semaunya kita, tapi sesuai maunya Robb yang menciptakan kita. Lakukan semaumu, binasa kemudian. Lakukan semauNya, selamat kemudian (biidznillah). Tenanglah, lapanglah. BersamaNya, semua akan terasa nikmat walau didera cucuran air mata.
Bersabarlah dengan kesabaran yang indah.. seperti sabarnya ibunda Hajar ketika mengusahakan minum bagi si kecil Ismail, seperti sabarnya Ummu Salamah ketika ditinggal pergi Abu Salamah, seperti sabarnya Hafsoh ketika dipulangkan oleh Rosulullah ﷺ kembali ke rumah bapaknya, seperti sabarnya keluarga Yasir, pun seperti sabarnya Bilal bin Rabah dengan segenap yakinnya menyeru kalimat Ahadun Ahad ke arah langit! Sebab sungguh Robbmu tidak tidur, Dia Mahaadil dan rahmatNya meliputi jagad semesta raya tanpa semili-atom-pun terluput.
Bersabarlah, Berserahlah. PertolonganNya begitu dekat, kemenanganpun begitu dekat. BersamaNya, semua akan lebih dari sekedar baik-baik saja :')
Fath D. Humairah || Batas Kota, 12 Februari 2021
KEDEWASAAN EMOSI
Salah satu topik yang agak jarang diangkat di Indonesia adalah kedewasaan emosi (emotionally mature).
Yang saya lihat, kebanyakan orang di Indonesia beranggapan bahwa kedewasaan emosi ini akan berjalan seiring dengan umur.
Padahal, berdasarkan pengalaman diri sendiri, kalau nggak sering-sering dikulik, kita jarang sadar bahwa secara emosi, kita kurang dewasa.
Setidaknya, ada 20 tanda kedewasaan emosi seseorang, diantaranya adalah:
1. Sadar bahwa kebanyakan perilaku buruk dari orang lain itu akarnya adalah dari ketakutan dan kecemasan – bukan kejahatan atau kebodohan.
2. Sadar bahwa orang gak bisa baca pikiran kita sehingga akhirnya kita tau bahwa kita harus bisa mengartikulasikan intensi dan perasaan kita dengan menggunakan kata-kata yang jelas dan tenang. Dan, gak menyalahkan orang kalau mereka gak ngerti maksudnya kita apa.
3. Sadar bahwa kadang-kadang kita bisa salah – dan bisa minta maaf.
4. Belajar untuk lebih percaya diri, bukan karena menyadari bahwa kita hebat, tapi karena akhirnya kita tau kalau bahwa semua orang sebodoh, setakut, dan se-lost kita.
5. Akhirnya bisa memaafkan orang tua kita karena akhirnya kita sadar bahwa mereka gak bermaksud untuk membuat hidup kita sulit – tapi mereka juga bertarung dengan masalah pribadi mereka sendiri.
6. Sadar bahwa hal-hal kecil seperti jam tidur, gula darah, stress – berpengaruh besar pada mood kita. Jadi, kita bisa mengatur waktu untuk mendiskusikan hal-hal penting sama orang waktu orang tersebut sudah dalam kondisi nyaman, kenyang, gak buru-buru dan gak mabuk
7. Gak ngambek. Ketika orang menyakiti kita, kita akan (mencoba) menjelaskan kenapa kita marah, dan kita memaafkan orang tersebut.
8. Belajar bahwa gak ada yang sempurna. Gak ada pekerjaan yang sempurna, hidup yang sempurna, dan pasangan yang sempurna. Akhirnya, kita mengapresiasi apa yang 'good enough'.
9. Belajar untuk jadi sedikit lebih pesimis dalam mengharapkan sesuatu - sehingga kita bisa lebih kalem, sabar, dan pemaaf.
10. Sadar bahwa semua orang punya kelemahan di karakter mereka – yang sebenarnya terhubung dengan kelebihan mereka. Misalnya, ada yang berantakan, tapi sebenernya mereka visioner dan creative (jadi seimbang) – sehingga sebenernya, orang yang sempurna itu gak ada.
11. Lebih susah jatuh cinta (wadaw). Karena kalau pas kita muda, kita gampang naksir orang. Tapi sekarang, kita sadar bahwa seberapa kerennya orang itu, kalau dilihat dari dekat, ya sebenernya ngeselin juga 😂 sehingga akhirnya kita belajar untuk setia sama yang udah ada.
12. Akhirnya kita sadar bahwa sebenernya diri kita ini gak semenyenangkan dan semudah itu untuk hidup bareng
13. Kita belajar untuk memaafkan diri sendiri – untuk segala kesalahan dan kebodohan kita. Kita belajar untuk jadi teman baik untuk diri sendiri.
14. Kita belajar bahwa menjadi dewasa itu adalah dengan berdamai dengan sisi kita yang kekanak-kanakan dan keras kepala yang akan selalu ada.
15. Akhirnya bisa mengurangi ekspektasi berlebihan untuk menggapai kebahagiaan yang gak realistis – dan lebih bisa untuk merayakan hal-hal kecil. Jadi lebih ke arah: bahagia itu sederhana.
16. Gak sepeduli itu sama apa kata orang dan gak akan berusaha sekuat itu untuk menyenangkan semua orang. Ujung-ujungnya, bakal ada satu dua orang kok yang menerima kita seutuhnya. Kita akan melupakan ketenaran dan akhirnya bersandar pada cinta.
17. Bisa menerima masukan.
18. Bisa mendapatkan pandangan baru untuk menyelesaikan masalah diri sendiri, misalnya dengan jalan-jalan di taman.
19. Bisa menyadari bahwa masa lalu kita mempengaruhi respons kita terhadap masalah di masa sekarang, misalnya dari trauma masa kecil. Kalau bisa menyadari ini, kita bisa menahan diri untuk gak merespon dengan gegabah.
20. Sadar bahwa ketika kita memulai persahabatan, sebenernya orang lain gak begitu tertarik sama cerita bahagia kita – tapi malah kesulitan kita. Karena manusia itu pada intinya kesepian, dan ingin merasa ada teman di dunia yang sulit ini.
Written by @jill_bobby
Referensi: https://youtu.be/k-J9BVBjK3o
Makan tiap hari, belajar tiap hari.
Babling
Dalam buku beliau, Syaikh Ash Shallabi menjelaskan bahwa konsep takdir baik dan takdir buruk hanya ada dalam sudut pandang makhluk. Dalam Islam, setiap takdir adalah baik. Takdir yang menghadirkan rasa sakit akan mendatangkan ampunan dari Allah. Sementara takdir yang menghadirkan rasa nikmat akan mendatangkan pahala jika disyukuri.
Ajaran Islam sejatinya mengajarkan kita untuk menjalani hidup dengan penuh harap kepada Allah sekaligus menjadi pribadi yang realistis. Islam tidak mengajarkan bahwa takdir di dunia akan kita sukai semuanya. Dalam Al Qur’an, ada banyak kisah tentang orang-orang shalih yang ditimpa kemalangan. Selain itu, ada juga kisah tentang orang shalih dan dianugerahi kekayaan. Yang perlu kita pahami di sini adalah:
Kenikmatan dan musibah tidak berhubungan dengan kesalihan. Namun, orang-orang shalih dengan sabar dan syukurnya akan mendapatkan pahala yang banyak baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit. Pemahaman ini semoga menjadi awal bagi kita untuk selalu mengingat Allah di segala kondisi.
Tempo hari, saya ngobrol sama temen dan temen saya nanya:
“Bener ga sih De, kalo anak terlahir nggak sehat atau fisiknya nggak lengkap gitu akibat ada sesuatu sama orang tuanya?“
Saya jadi ngerasa flashback ke masa lalu. Pas saya masih bayi, saya harus berkali-kali dibawa ke rumah sakit mata. Dalam perjalanan ke rumah sakit, ada orang yang bisik-bisik ke orang di sebelahnya:
“Anak yang lahir kayak gitu biasanya hasil dari hubungan di luar nikah. Ato kalo nggak gitu, bapaknya suka jajan“
Ibu saya cuma diem. Sesampainya di rumah, ibu cerita ke kakek saya:
Apakah dalam islam ada konsep karma semacam itu?
Kakek saya menjawab bahwa hal semacam itu tidak ada dasarnya. Setiap takdir itu terjadi atas kehendak Allah. Allah itu Maha Berkehendak. Kalau kita nanya kenapa kita dikasih nasib yang seperti itu, kita tidak akan menemukan jawabannya. Itu sepenuhnya hak prerogatif Allah. Yang bisa dilakukan manusia cuma ridho. Ridho akan menghadirkan banyak pahala sekaligus menenangkan hati.
Makna Ridho terhadap takdir mencakup dua hal:
1. Menerima ketentuan Allah dengan kerelaaan.
2. Memahami bahwa setiap takdir itu pada dasarnya baik.
Mungkin setelah memahami ini, doa-doa kita juga bakal berubah.
Dulu mungkin kita berdoa agar terhindarkan dari kesulitan. Tapi ketika memahami bahwa setiap orang memiliki masa sempitnya masing-masing, kita berdoa kepada Allah untuk selalu diberikan pikiran yang tenang dan hati yang lapang di setiap kesulitan.
Pun ketika kita melihat orang-orang dzalim. Nalar sederhana kita mungkin akan mendoakan orang-orang tersebut agar segera dihukum. Tapi cara kerja takdir tidak selalu seperti itu. Ada orang yang dzalim sampai mati. Ada orang yang dzalim dan diberi kesempatan bertaubat.
Di titik ini, kita mungkin jadi punya banyak permohonan:
1. Kedzaliman mereka segera berhenti agar yang didzalimi tidak semakin banyak.
2. Yang didzalimi diberikan kekuatan dan pahala yang baik atas kesabarannya.
3. Diberikan kekuatan untuk meluruskan kedzaliman atau setidaknya jangan sampai ikut-ikutan berbuat dzalim juga.
Banyak banget sih.
Kadang-kadang kalau ada masalah dan udah bingung juga mau ngapain, doanya cuma dua. Istighfar sama doa sapu jagat:
Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa Neraka
Honestly,
Semakin belajar daku merasa semakin clueless. Jadi jangan nanya aneh-aneh. Belum tentu bisa jawab juga. Ini cuma berbagi catetan aja ~XD
Boleh dikoreksi. Tapi jangan nanya-nanya wkwk
“Tempat istirahat kita itu di Syurga. Dunia itu tempatnya berjuang dan bekerja keras.”
— Syekh Ali Jaber
Anak
"Mumpung anak masih kecil, jangan sampai salah seperti saya ya.
Anak pertama usia 22 thn hafal 18 juz.
Anak kedua dan ketiga semua hafidz dan hafidzah.
Tuntas 30 juz.
Tapi ...
saya sedih karena untuk sholat saja mereka masih diingatkan dan disuruh. Saya menangis saat saya baru sadar bahwa ada yg terlewat kala itu.
***
Fitrah keimanan (dibahas saat workshop) yg harusnya ditanam di 7 tahun pertama hidupnya ternyata lupa saya kawal lebih ketat dan belum tuntas. Dan sekarang kami harus "restart" dari awal untuk mengulang proses yg terlewat".
Hmm,,, Jazakumullah khairan katsira nasehat berharganya pak,
Satu hal lagi yg saya dapat saat mengikuti worshop home education based fitrah and tallent di semarang bbrp waktu lalu bersama ust harry.
Didiklah anak sesuai fitrah.
Fitrah apa?
Ada bbrp fitrah.
Diantaranya fitrah iman, fitrah belajar, fitrah bakat dan fitrah seksualitas.
Fitrah seksualitas?
Wow, , ,
gimana itu?
***
Mendidik anak sesuai fitrah seksualitas artinya mengenalkan anak bagaimana bersikap, berpikir, dan merasa seperti gendernya.
Jika ia anak perempuan, maka kita bangkitkan fitrah seksulitasnya sbg perempuan.
Jika ia laki2, maka kita bangunkan fitrah seksualitasnya sebagai laki2.
Pertanyaan berikutnya yg muncul, bagaimana tekhnis membangkitkan fitrah seksualitas ini ?
Ada beberapa tahap yg perlu kita kawal di tiap fasenya.
***
Usia 0 - 2 tahun
Pada usia ini anak harus dekat dengan bundanya.
Pendidikan tauhid pertama adalah menyusui anak sampai 2 tahun.
Menyusui, bukan memberi asi.
Langsung disusui tanpa pumping dan tanpa disambi pegang hp.
***
Usia 3 - 6 tahun
Pada usia ini anak harus dekat dengan kedua orang tuanya.
Dekat dengan bundanya, juga dekat dengan ayahnya.
Perbanyak aktivitas bersama.
***
Usia 7 - 10 tahun
Pada usia ini dekatkan anak sesuai gendernya.
Jika anak laki2, maka dekatkan dengan ayahnya.
Ajak anak beraktifitas yg menonjolkan sisi ke-maskulin-annya.
Nyuci motor, akrab dg alat2 pertukangan, dsb.
Jika anak perempuan , maka dekatkan dengan bundanya.
Libatkan anak dalam aktifitas yg menonjolkan ke-feminin-annya.
Stop katering dan banyak utak atik di dapur bersama anak, melibatkan saat bersih2 rumah, menjahit dsb.
***
Usia 11 - 14 tahun
Usia ini sudah masuk tahap pre aqil baligh akhir dan pada usia ini mulailah switch/menukar kedekatan.
Lintas gender.
Jika anak laki2, maka dekatkan pada bundanya.
Jika anak perempuan, maka dekatkan pada ayahnya.
*
Ada sebuah riset yg menunjukkan jika seorang anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya pada fase ini maka data menunjukkan anak tsb 6x lebih rentan akan ditiduri oleh laki2 lain.
Di sebuah artikel parenting, dulu saya juga menemukan hal senada.
Jika tdk dekat dg ayahnya, maka anak perempuan akan mudah terpikat dengan laki2 yg menawarkan perhatian dan cinta meski hanya untuk kepuasan dan mengambil keuntungan semata.
Logis juga sih.
Saat ada laki2 yg memuji kecantikannya, mungkin ananda gak gampang silau krn ada ayahnya yg lebih sering memujinya.
Kalau ada laki2 yg memberikan hadiah, ananda tak akan gampang klepek2 krn ada ayahnya yg lbh dulu mencurahkan perhatian dan memberi hadiah.
Pada fase ini jika anak perempuan harus dekat dg ayahnya, maka sebaliknya, anak laki2 harus dekat dengan bundanya.
Efek yg sangat mungkin muncul jika tahap ini terlewat, maka anak laki2 punya potensi lebih besar untuk jadi suami yg kasar, playboy, dan tidak memahami perempuan.
Ada yang tanya, lho kalau ortunya bercerai atau LDR bagaimana?
Hadirkan sosok lain sesuai gender yg dibutuhkan.
Misal saat ia tak punya ayah, maka cari laki2 lain yg bs menjadi sosok ayah pengganti.
Bisa kakek, atau paman.
Sama dengan rasulullah.
Meskipun tak punya ayah dan ibu, tapi rasulullah tak pernah kehilangan sosok ayah dan ibu.
Ada kakek dan pamannya.
Ada nenek, bibi dan ibu susunya.
***
Fase berikutnya setelah 14 thn bagaimana? Sudah tuntas. Krn jumhur ulama sepakat usia 15 thn adalah usia aqil baligh
Artinya anak kita sudah "bukan" anak kita lagi.
Ia telah menjelma menjadi orang lain yg sepadan dengan kita.
Maka fokus dan bersabarlah mendampingi anak2, karna kita hanya punya waktu 14thn saja.
Saling mengingatkan, saling menguatkan, saling mendoakan ya teman2.
Moga allah mampukan dan bisa mempertanggungjawabkan amanah ini kelak di hari penghitungan..
Selamat berkumpul dan merajut cinta bersama keluarga.
Apapun keadaannya, jangan lupa bersyukur dan bahagia.
Semoga bermanfaat
Dapat copas dari teman
Penulis : euis kurniawati
Sadarilah, tidak akan ada yang akan menyuapimu saat kau lapar.
Tidak akan ada yang akan membasuh kering tubuhmu saat kau gerah.
Tidak akan ada yang mengikat rambutmu saat kau berpeluh.
Tidak akan ada yang bertanya kau sudah makan atau belum.
Tidak akan ada yang selalu luang menyempatkan diri melakukan hal-hal remeh itu untukmu.
Mereka memiliki kesibukannya masing-masing. Kehidupan masing-masing dan prioritas yang tak serta merta selalu sama.
Jadi, kuingatkan sekali lagi kau harus mandiri. Berdiri pada kaki sendiri meski harus terseok-seok menarik langkahmu. Tidak membiasakan diri untuk selalu bergantung pada orang lain. Meski lelah, kau harus bisa sendiri atau mati.
Sejatinya amal kebaikan yang kita kerjakan dan kemungkaran yang kita tinggalkan bukanlah karena kehebatan dan kesalehan kita, tetapi semuanya murni karena rahmat dan pertolongan Allah kepada kita. Jangan berhenti bergantung dan memohon rahmat kepada Allah agar kita beroleh pertolongan-Nya untuk dapat selalu dzikir, bersyukur dan beribadah kepada-Nya dengan sebaik-baiknya.
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Ya Allah, tolonglah aku [agar mampu dan selalu] berdzikir mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah dengan sebaiknya kepada-Mu.
(HR. Abu Dawud no. 1522)
Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri
By Maysoon Masalha , Abu Dhabi’s airport art hub 👌
holy … .WHOA.
Beautiful.
Wow…just wow!
The pictures I took while I was in Mecca and Medina
Paolo Sebastian | Fall/Winter 2020 Couture
Memang pada akhirnya, aku dapat membiasakan diriku lagi untuk menjalani hari demi hari tanpa adanya kehadiran dirimu di sana.
Tapi kamu salah jika kamu mengira bahwa aku melakukan ini secara sukarela.
I don’t want to. // Andira Wu
Tanda Allah Mencintai Seorang Hamba
Apabila Allah mencintai seorang hamba dan hendak memberikan kebaikan kepadanya. Maka Dia karuniakan hikmah kepada hamba tersebut.
Apa itu hikmah? Yaitu kemampuan untuk memahami kebaikan2 dibalik berbagai takdir yg terjadi.
Kenapa Allah sebut hikmah bukannya dunia? Karena kata Allah dunia dan seisinya hanyalah permainan dan kesenangan yang sangat sedikit. Meski dunia juga merupakan salah satu wujud kebaikanNya, namun itu bukan perkara yang utama bagi para kekasihNya. Sementara hikmah, "barangsiapa yang diberikan hikmah maka ia telah memperoleh kebaikan yang sangat banyak" (Al-Baqarah 269)
Perumpamaannya kita dapat membayangkan orang terkaya di dunia/ semisal para raja .... yang kita pandang bergelimang dengan nikmat dunia menurut Allah sungguh itu belum tentu sebanding dengan orang yang diberi hikmah.
Salah satu hamba biasa yang Dia karuniakan hikmah kepadanya hingga ia menjadi amat istimewa di sisiNya, termaktub kisahnya dalam Al l-quran ialah Luqman. Maka jadilah luqman hamba yang sangat beryukur... Apakah ia bersyukur karena diberi harta yang banyak? Sama sekali bukan ,nyatanya Lukman adalah seorang budak berkulit hitam dari Ethiopia, yang bahkan seorang budak itu tidak memiliki dirinya sendiri, isterinya, anaknya semua milik tuannya. Satu2nya yang dia miliki adalah hati. Dan Allah karuniakan hikmah ke dalam hatinya yang membuat imannya bertambah2 bersama iman yang telah ada. Maka jadilah ia insan yang sangat bahagia dalam hidupnya demikianpula keluarganya. Hingga ia dijuluki Luqman Al Hakim.
Luqman dikenal dengan wasiat2 terbaik kepada anaknya, bahwasanya yang ia pesankan bukanlah motivasi2 agar anaknya unggul dan sukses dalam dunia yang terpenting. Melainkan agar anaknya menjadi hamba yang bersyukur, bertauhid, berbakti kepada orang tua, mendirikan shalat, beramal maruf nahi mungkar dan bersabar. Bahkan perintah sabar diletakan setelah syukur...menunjukan betapa Luqman meski seorang budak yang kekurangan, tetap menyadari bahwa kebaikan yang Allah karuniakan selalu lebih besar perbandingannya daripada ujian yang diberikan. Sehingga syukur merupakan sesuatu yang lebih diutamakan.
Pada salah satu ayat, luqman berpesan kepada anaknya :
"(Luqman berkata), Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Maha Halus, Maha Mengetahui." (QS. Luqman 31: Ayat 16)
Sejalan dengan firman Allah dalam surat Al-zalzalah:
"Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS. Az-Zalzalah 99: Ayat 7)
Dengan demikian patutnya amal kebaikan dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan dalam kondisi apa saja. Karena balasannya akan tetap setimpal di sisi Allah sesuai kadar perjuangan dan pengorbanannya. Apabila kita merasa sangat terbatas, maka lakukanlah amalan apa saja yang pantas kita mampu melakukannya. Tanpa perlu menunggu saat yang tepat, karena esok belum tentu ada waktu. Bahkan menurut Rasulullah jangan sepelekan amalan2 ringan, bahkan bila itu hanya sedekah sebuah senyuman , karena kelak di yaumil akhir akan ditunjukan betapa sering amalan yang kecil yang mampu mengalakkan amalan besar, dan amalan yang sedikit mengalahkan amalan yang banyak. Satu dirham mengalahkan ratusan/ribuan dinar yang bisa jadi lebih terjaga keikhlasannya.
Orang yang dikaruniai hikmah didalam hatinya akan memiliki sudut pandang yang baik (husnudzhan) dan kemampuan bersikap adil dan bijaksana. Yakni memperlakukan sesuatu sesuai tempatnya. Demikian pula ia akan mengagungkan Allah sebagaimana seharusnya.
Sebaliknya lawan kata dari adil adalah dzholim, kedzhaliman bukan hanya yang kita kenal dengan berbagai tindak kejahatan dan kemaksiatan. Melainkan
"mereka yang tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya...." (QS. Az-Zumar 39: Ayat 67)
Bagaimana tidak disebut dzhalim,manusia yang tidak memiliki sesuatu apapun dalam dirinya, bertindak membantah, dan membangkang kepada Tuhan pemilik dirinya, pencipta dirinya yang dariNya segala karunia diberikan, dan hanya kepadaNya ia akan kembali untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah dititipkan dan,
"Dia membuat perumpamaan bagimu dari dirimu sendiri. Apakah (kamu rela jika) ada di antara hamba sahaya yang kamu miliki, menjadi sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, sehingga kamu menjadi setara dengan mereka dalam hal ini, lalu kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada sesamamu. Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengerti." (QS. Ar-Rum 30: Ayat 28
"kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan di dunia." (QS. At-Takasur 102: Ayat 8)
Maka orang yang berbuat dHolim sejatinya sedang mendhalimi dirinya sendiri. Semoga kita bukan termasuk kedalam orang2 tersebut, dan sebaliknya semoga kita menjadi bagian dari orang2 yang selalu dikaruniai hikmah serta hidayah. Aamiin