Maybe we'll meet again, but I'll never be 16 again, and I'll never look at you with eyes full of love ever again.
noise dept.
Lint Roller? I Barely Know Her
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
trying on a metaphor
YOU ARE THE REASON
NASA
The Stonewall Inn
The Bowery Presents

★
One Nice Bug Per Day

No title available
he wasn't even looking at me and he found me
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
art blog(derogatory)

gracie abrams
Monterey Bay Aquarium
Today's Document
RMH
Show & Tell
ojovivo
seen from Türkiye

seen from Russia
seen from United States

seen from United States
seen from T1
seen from Bangladesh

seen from United States
seen from Netherlands
seen from Dominican Republic

seen from Malaysia

seen from United States

seen from India

seen from El Salvador

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Canada

seen from United States

seen from Algeria

seen from United States
seen from Argentina
@aniihsry-sanii
Maybe we'll meet again, but I'll never be 16 again, and I'll never look at you with eyes full of love ever again.
Would rather not
I miss you in waves and tonight I'm drowning.
Denice Envall
Iya juga ya..
Terkadang, saat tidak dianggap, berkarya sendirian menjadi paling menyenangkan.
Mengingati juga bahwa, ada niat yang bukan orientasinya manusia.
Meski peran kita hanya seperti bayangan, ingat ini saja pemeran utama tidak ada tanpa pemain kedua, ketiga dan sejumlahnya.
Karya dan manfaatmu selalu akan sampai pada hati dan tempat yang tepat.
Jadi sayangku, tenang saja, ada Allah.
Musim panas 2023, aku belajar lagi dari teman kecil yang selalu rapi dalam mengerjakan tugas labnya.
Sebab, selalu ada sesuatu tentang sebuah jalan. Jalan yang terlihat saat baru hujan.
Sebab dunia hanya akan tepuk tangan saat kita sedang naik, namun Allah akan tetap ada dan memeluk saat kita sedang jatuh.
Catatan Seorang Kecewa
Nanti kau akan bertemu masa, di mana kau percaya bahwa cinta tak perlu dipuja, seperti kau memuja bintang-bintang. Yang membuatmu rela memapah diri ke sisi tergelap malam, karena di sanalah matamu mampu melihatnya terang.
Jika kurang beruntung, kau juga akan bertemu malam-malam panjang, yang dindingnya dilapisi marmer derita yang perekatnya air mata. Menguarkan rupa-rupa aroma yang membuatmu sesak, tapi terlalu luas jarak kau harus berlari untuk temukan pintu keluarnya. Karena pintu itu, memang hanya muncul sesukanya.
Kau berlari terengah-engah, kakimu berdarah-darah ditusuk duri ekspektasi yang mampu tumbuh dalam semalam, tapi butuh tiga kali, ratusan kali, bahkan jutaan kali lipat dari waktunya tumbuh untuk mati.
Kau berteriak berharap seseorang mendengar lalu menarikmu keluar. Tapi sejak awal, ini adalah pertarungan diri. Satu-satunya yang bisa masuk ke arenanya hanya diri sendiri. Maka keluar pun begitu.
Lalu kau akan kembali ke pangkal kenangan dan berandai tak pernah memulainya. Membantahnya, menyesalinya, berulang-ulang. Orang-orang yang sempat mendengar akan meneriakkan motivasi-motivasi yang membantu mereka di musim pertarungannya dari luar arena. Kau mendengarkan, namun bersamaan, kau rasakan waktu menyempit. Dinding-dinding marmer derita itu kian menghimpitmu. Kau mulai membenci suara-suara yang kau coba percayai namun tak membawamu bergeser walau seinci dari tempatmu berdiri.
Kau lupa, hakikatnya pertarungan diri, adalah menemukan motivasimu sendiri. Milik mereka tak melulu sebentuk dengan soalanmu. Gunanya bukan bahan utama, melainkan bumbu.
Kau tatap sekali lagi bayangan cinta yang kau dulu tempatkan di langit tinggi dan memujanya seperti bintang-bintang. Gerak bibirnya di kejauhan dieja oleh matamu, "i-tu bu-kan u-ru-san-ku." Dan kau benar-benar bertemu masa, di mana kau percaya bahwa cinta tak perlu dipuja, seperti kau memuja bintang-bintang.
Relate 🤣
Heart! Heart! Heart!
Why are you getting it all over your face?
Pukul 3 pagi, insomnia nggak mau pergi, kaki gelisah kayak nggak bisa tenang. Pengen tidur, tapi otak sama kaki malah sibuk sendiri. 🌙😴
Gagal tidur!
---TAKALAR KOTA.
kamu diam diam melihatnya, terlihat pura pura tidak tertarik padahal sering memperhatikannya.
Untuk jiwa-jiwa yang menanggung sesak semoga segera dipeluk tenang. Biarlah badai menumpahkan segala luka, asal setelahnya langit bisa kembali membiru.
---TAKALAR KOTA|| MENDUNG.
Sabtu, 24 Mei 2025.
Someone I loved once gave me a box full of darkness. It took me years to understand that this too, was a gift.
Mary Oliver
Kalau tidak bisa jadi baik, tidak usah jadi jahat!! Kita hidup bukan untuk menggantikan tugas setan!!
Setiap kata yang keluar dari mulut kita dan setiap perbuatan yang kita lakukan memiliki dampak. Jangan sampai ucapan atau tindakan yang menyakiti orang lain justru menyulitkan hidup kita di kemudian hari. Ingat, apa yang kita tanam, itu yang akan kita tuai. Meskipun luka hati tak selalu terlihat, doa orang yang kita sakiti bisa kembali kepada kita. Jadi, berhati-hatilah dalam berkata dan bertindak, karena setiap perbuatan, baik atau buruk, pasti ada balasannya. Karma ada, tetapi banyak yang tidak menyadari, kalo kita sedang di tegur oleh Allah SWT.
---Takalar kota||lagi sembelit 🙄
Menyimpan kebencian seperti memelihara duri di dada, seperti meneguk racun. Tidak terlihat dan berharap orang lain menderita. Tapi nyatanya, saya sedang meracuni diri sendiri dengan perlahan.
Sungguh ironis bukan?
Takalar kota||Sudah larut malam.
Kebencian yang menghancurkan tubuh dan jiwa.
Ada hati yang terluka di tengah api yang mereka nyalakan. Dendamnya membara seperti bara yang tak pernah padam, menghancurkan setiap jejak kenangan yang dulu ada. Seperti pohon yang dipenuhi duri, setiap kata yang keluar hanya melukai. Sikapnya penuh sombong, seakan dunia hanya miliknya. Memutuskan segala tali, tak peduli berapa banyak hati yang terluka. Kadang, dalam kebencian, kita lupa bahwa api yang kita nyalakan juga bisa membakar diri sendiri.
Ada orang terombang-ambing oleh kebencian yang menguasainya. Dendam yang ditumpuk seperti beban yang tak pernah ringan, merusak lebih dari sekadar hubungan. Ia menyusup ke dalam tubuhnya, membuatnya lelah dan tertekan. Sebagaimana api yang membakar, kebencian ini menggerogoti kedamaian, meninggalkan luka yang lebih dalam dari sekadar kata-kata. Dendam bukan hanya membunuh hubungan, tapi juga bisa membunuh diri, menimbulkan penyakit yang merusak dari dalam.
TAKALAR KOTA || RABU, 21 MEI 2025.