AKU
Hai perkenalkan ini aku. Ya...bener ini aku bukan kamu bukan juga dia atau bahkan mereka, ini aku dengan semua kelebihan dan kekuranganku ini aku dengan semua keluh kesahku. Aku, selamat ya kamu sudah menjadi yang terbaik dan terima kasih banyak kamu masih mau bertahan. Aku, silahkan jika kau ingin mengeluh silahkan jika kau ingin menangis dan silahkan jika kau ingin mengumpat ribuan kata kasar tapi ingat satu hal yang tidak boleh kau lakukan yaitu keputus asaaan.
Aku, kau adalah pemenang sejak kau didalam kandungan kau memenangkan atas dirimu sendiri untuk dilahirkan. Ya...memang bukan pilihanmu untuk dilahirkan dimana dan oleh siapa namun kau sudah berjanji kepada Tuhan bahwa kau akan senang menjalani kehidupan sebagaimana yang sudah diperlihatkan. Aku...kau adalah pemenang dihati ibu dan ayah mu kau adalah pemenang dihati nenek dan kakek mu kau juga pemenang dihati keluarga besar mu kau adalah pemenang yang tidak perlu piagam ataupun pujian.
Aku, hidup memang penuh dengan masalah yang besar tapi tenanglah Tuhan mu lebih besar dari pada masalahmu, hidup memang selucu itu tapi jangan terlena akan kelucuannya dibalik tawa yang menggelegar akan selalu berdampingan dengan tangis yang sangat kacau, hidup memang penuh dengan lika-liku tapi jangan ambil jalan pintas yang berujung buntu cukup jalani dengan ikhlas walau tidak ada yang membantu.
Aku, tidak semua rencanamu itu indah tidak semua rencanamu itu akan tercapai tidak semua rencanamu itu berjalan dengan lancar, jadi belajarlah merelakan dan percayalah dengan apa yang sudah Tuhan tetapkan bahwa itu adalah sesesuatu yang sangat menakjubkan, bukan...Tuhan bukan memberikan yang kau inginkan tapi Tuhan akan memberikan yang kau butuhkan jadi percayalah kepada Tuhan karena ketika rencanamu terpatahkan disitulah Tuhan membantumu untuk menyempurnakan.
Aku, ada orang yang menaruh harapannya padamu ada orang yang meremehkanmu ada pula yang tidak memperdulikanmu, jadilah dirimu yang tidak merugikan dan juga tidak merepotkan orang lain, jadilah dirimu yang terus berjalan bahkan berlari dengan kencang namun tetap tau jalan untuk pulang.
Aku, kau berhak atas dirimu kaki tanganmu itu punyamu kau berhak atasnya begitupun mulutmu itu juga hakmu bagaimana menggunakannya itu pilihanmu. Kaki tanganmu satu pasang kanan dan kiri sejajar mereka tak bisa bersatu namun selalu bersama, beda halnya dengan mulutmu walau dia cuma satu tapi jutaan makna keluar dari sana. Kepunyaanmu itu memang hakmu menggunakan kepunyaanmu itu juga tanggung jawabmu, bertindaklah dengan bijak jika kau gunakan untuk kebaikan maka yakinlah di akhir cerita kau akan dapatkan balasan yang mengagumkan.












