Yang kau lihat mungkin hanya seseorang yang tersenyum seperti biasa. Yang tidak kau lihat, la sedang menahan ribuan perang di dalam kepalanya agar tidak tumpah menjadi air mata. Setiap pagi ia mengumpulkan kembali serpihan hatinya, lalu berpura-pura kuat agar dunia tidak semakin gaduh.
Maka sebelum kau melontarkan kalimat yang menurutmu hanya candaan, ingatlah mungkin bisa jadi ia sedang bertahan dengan sisa kekuatan yang bahkan tak cukup untuk membenci hidupnya
Tidak semua perjuangan meminta tepuk tangan, dan tidak semua penderitaan mampu bercerita. Ada yang memikul dunia di kedua bahunya, tetapi masih sempat bertanya apakah orang lain sudah makan. Ada yang hatinya porak-poranda seluas langit, namun bibirnya tetap mengucapkan, "Aku baik-baik saja."
Jika kau tak mampu menjadi tempat pulang bagi lelahnya, setidaknya jangan menjadi batu yang menambah berat takdir yang sedang ia pelajari untuk dicintai.
Written by Aftansa


















