2 June's card (Part 2)
Dear ....,
Selamat ulang tahun. Awalnya tak terpikir buat tulisan kedua ini tapi hari ini tak sengaja nonton film korsel, my sassy girl, yg tiba-tiba memunculkan ide untuk menulis buatmu.
Aku mau cerita momen-momen bersama kita karena sejujurnya aku sudah mulai lupa beberapa momen masa lalu hidupku. Ini adalah putusanku melupakan karena tak ada hal indah yg kurasa dalam hidupku walau yg indahpun terkena juga imbasnya (atau jangan" aku mulai menunjukkan alzheimer, semoga tidak).
Aku lupa bagaimana kita bisa kenal tapi kuingat itu saat masih main friendster. Melompat waktu jauh, momen kuingat dan indah sekali bagiku adalah momen akhirnya kita bertemu pertama kali walau sebentar. Aku sedang berlibur ke Bandung, papa memutuskan untuk ajak aku ke BSM buat nonton prince of persia. Sembari itu, ia tahu karena aku mau ketemu kamu jadi kita bikin kesepakatan buat ketemu. Aku beres nonton baru ngabarin kamu untuk samperin kamu, kamu minta ketemu di toko pernak-pernik. Aku lupa hal apa saja yg kita lakukan tapi kuingat saat mau ketemu aku deg-degan dan pas sampai toko seperti main kucing tikus, saling mencari. Pas bertemu, aku merasa senang sekali walau hanya sebentar tapi kita mutusin besoknya bertemu lagi sebelum aku pulang Jakarta.
Kuingat saat ini momen pertama kita benar-benar yg kurasakan namanya "ini ya sebuah perasaan menyukai satu sama lain. apakah ini cinta?" dulu tentu aku belum anggap ini cinta karena tidak sesimpel itu.
Aku ingat saat kamu ke Depok untuk ikut tes di PSJ UI dan kita menghabiskan waktu singkat melihat danau dekat PSJ simply menganggap dunia hanya kita aja. Aku juga ingat aku meneleponmu pada 14 Februari demi bisa memutuskan untuk menjalani hubungan bersamamu. Bisa berjalan setahun lebih. Aku ingat momen saat aku ke Bandung buat kerja sebagai coach dan kamu samperin aku. Banyak hal indah kebersamaan kita yg masih kuingat, tapi aku juga mengingat kesalahan terbesarku. Kamu menyamperinku, ketemu di foodcourt mal sebatas untuk memutuskan hubungan yg aku belum berani untuk bilang putus dan aku tahu betapa jahatnya aku ke kamu.
Aku minta maaf. Kesalahan yang ada di cerita ini hanya bagian kecil dari apa yg kulakukan.
Lalu, untuk apa aku cerita ini? Karena aku rasa memori masa laluku sudah mulai menghilang mau tentang kita atau masa hidupku. Yang masih ada hanyalah luka yang kudapat dan kuberikan ke orang lain. Aku memang yg memutuskan untuk melupakan semua masa lalu sejak 2012 yang merupakan tahun tergelapku.
Sejak dalam diriku terlepas dari kekang seperti penjara yang hancur tiba-tiba, aku berusaha damai dengan hati dan sisi gelapku karena hanya ia yang kumiliki. Aku sendirian dan aku mutuskan itu karena aku tak mau ada ikatan dengan semua orang. Kenapa? karena aku gak mau lagi merasakan kehilangan.
Dalam hidupku, aku sudah kehilangan dua orang paling pengaruh, kamu (yang memutuskan menjauhiku dan pops (RIP, aku sempat berhasil datang ketempatnya sendirian tapi masih tak bisa untuk ngobrol mengutarakan isi hatiku yang mudah runtuh).
Aku berdoa hari ini kepada Allah agar bisa mendapat kesempatan kedua buat bersamamu lagi dan aku mau serius, tapi jika nyatanya bukan aku ikhlas.
Aku menuliskan ini dengan berharap bisa kamu baca tapi kuyakin ini tak akan sampai ke kamu. Jikapun sampai, aku tulus berkata ini kepadamu "Aku cinta kamu".
Selamat ulang tahun V












