Bahkan dalam kondisi saat inipun, aku cuma bisa bilang Ya Allah, ini aku datang lagi hehe. Semoga Allah ga bosen ya. Sekalipun aku ajak ngobrolnya dalam hati.
d e v o n

Andulka

#extradirty
Claire Keane

Discoholic πͺ©
tumblr dot com

Janaina Medeiros
Show & Tell
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
RMH
Today's Document

Kiana Khansmith
ojovivo
Lint Roller? I Barely Know Her
Jules of Nature

Kaledo Art

oozey mess
Monterey Bay Aquarium
No title available
KIROKAZE
seen from Germany

seen from United States

seen from Germany

seen from TΓΌrkiye

seen from TΓΌrkiye
seen from Bangladesh
seen from Bangladesh
seen from Colombia
seen from Colombia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@azaaleeaaa
Bahkan dalam kondisi saat inipun, aku cuma bisa bilang Ya Allah, ini aku datang lagi hehe. Semoga Allah ga bosen ya. Sekalipun aku ajak ngobrolnya dalam hati.
Ya Rabb, cleanse my heart from seeking comfort in people. Do not let their approval define my worth, nor their absence shake my faith. Anchor my heart in You alone, for only what is tied to You can truly rest...
βHalo Mulia. Kabar saya baik. Bisa bawa saya kembali ke masa awal musik ini diperjuangkan? Bila mungkin, beri saya sempat, untuk kali kedua, berpikir. Saya tidak mengeluh. Saya cuma mengaku sedikit penat. Halo Mulia. Kabar saya baik. Apa dan di mana itu batas?β
β
βTeman baik, akan selalu mengingatkan. Tapi teman baik, juga bisa merasa bosan.β
β
Do not attach your heart to any human being!
Shaykh al-Islam Ibn Taymiyyah - may Allah have mercy on him - said:
The heart was created solely for the love of Allah Almighty. Do not scatter your heart in seeking love, security, and perfection from other than Allah. You will not find it, and the heart will continue to be let down by people. And they are all excused, due to their own deficiency and weakness. You will continue to be disappointed and hurt until you become certain that true attachment is only befitting for Allah, and that the heart does not find rest, tranquility, and a sense of security except with Allah. So, love others for the sake of Allah, in accordance with Allah's will, and to please Allah -not to please yourself. And whoever pleases Allah , He will please them, even if after a while.
Majmoo' al-Fataawa, 10/134
May you touch the kabba with the person you love
Akan selalu ada waktu dimana hati rasanya ingin menyerah, tapi Alllah memberi kesempatan lebih. Bismillah, Allah Maha Baik, Allah Maha Penyayang.
Seringkali aku lupa, jika bagian dari ikhlas adalah penerimaan. Menerima diberi bahagia, menerima diberi sakit, menerima juga diberi perasaan sedih.
Mungkin dengan menerima tersebut akan terbuka pintu kebaikan lain, yang tengah Allah persiapkan.
Memasuki Fase Usia 30an, Rasanya Kayak Gimana?
Dua minggu lalu, saya resmi bergabung dengan klub 30s atau anggota dari para lelaki yang mulai membicarakan penyakit dalam perbincangan acaknya. Orang bilang, permulaan usia 20an merupakan fase hidup di mana seseorang mulai mencari jati dirinya. Sebuah fase di mana ego masih menguasai seseorang dan tumbuhnya perasaan ingin mencoba banyak hal.
Memasuki usia 25, banyak orang bilang ini adalah fase quarter life of crisis di mana ini adalah sebuah fase anak muda mulai memikirkan langkah kehidupan di waktu yang akan datang. Selaiknya persimpangan jalan antara mulai menemukan jati diri dan juga βsudahβ menemukan jati diri, atau bahkan gagal menemukan jati dirinya. Di fase inilah, seseorang mulai memikirkan hal-hal yang tak hanya berbau kesenangan pribadi, tetapi juga perihal visi kehidupan setelahnya.Β
Tidak jarang yang menjadikan usia ini sebagai simbol dari kematangan seseorang dan menjadikannya pula sebagai usia yang cukup untuk membangun bahtera rumah tangga. Namun, kedewasaan seseorang tidak bisa semata dilihat dari usia, bukan?
Nah, setelah melewati fase krisis tersebut, seseorang mulai menemukan jati dirinya atau menemukan βdirinyaβ pada usia 27 hingga 28 tahun. Fase ini bisa dibilang puncak dari sebuah perjalanan menemukan diri sendiri.Β
Namun, bagi saya β30 tahunβ ternyata merupakan titik balik berikutnya yang perlu diperhatikan. Di usia ini, seseorang semestinya sudah bisa dievaluasi mengenai kedewasaannya dalam pemikiran dan bersikap. Usia yang bisa dibilang tidak lagi muda, karena embel 20s sudah resmi terlepas.Β
Di usia ini, seseorang seringkali akan dianggap βterlambatβ untuk memulai rumah tangga, terutama lelaki. Artinya, di usia ini seseorang akan dianggap sudah mesti memiliki visi yang jelas mengenai kehidupannya. Apalagi sudah melewati fase pencarian jati diri, lalu menjalaninya selama sekitar satu atau dua tahun sebelum masuk ke usia 30s. Pengalaman untuk evaluasi diri sudah ada juga.
Memasuki kelompok usia 30s, saya merasakan ada sensasi yang berbeda. Selaik melihat kembali ke belakang dan bergumam, βApa sih yang udah saya capai selama ini?β
Selama ini saya fokus pada tujuan demi tujuan dalam menjalani fase 20s ini. Mulai dari lulus terlambat, mencintai dalam diam lalu ditinggal nikah, menganggur selama satu tahun, roller coaster pekerjaan hingga pernah di-PHK, mengubah tujuan hidup dari pribadi ke tujuan lain yang lebih memfokuskan kepada kehidupan orang lain, belajar menemukan βdiriβ, dan lainnya. Segalanya terputar kembali selaiknya kaset yang berputar di dalam ingatan.Β
Saya menunggu detak detik jam bergeser ke tanggal 27 November dini hari. Rasanya begitu lambat, namun saya menunggu dengan lamat-lamat. Rasanya debar jantung ini kian menguat. Terdengar lebay, namun apa yang terjadi itu apa adanya. Tepat, kita detik jam akhirnya bergeser, saya mengambil napas dalam-dalam dan mengembuskannya dengan panjang.Β
Entah apa yang akan terjadi setelah ini, entah apa yang akan tiba di hadapan ketika saya akhirnya bergabung dengan klub 30s. Namun, apa pun itu, saya berpikir jika ini merupakan suatu fase baru dan saya harus bisa melewatinya dengan tujuan-tujuan yang belum tercapai ataupun tujuan-tujuan baru nantinya.
Saya berpikir bahwa sudah saatnya untuk berpikir lebih dewasa lagi, mengurangi drama-drama dalam kehidupan, dan mulai untuk sadar diri.
π©π¦π£π’ ππ©π¬π¬πͺπ° π¦π« ππ²π±π²πͺπ«
Moods ~
π±π₯π’π―π’'π° π πππ―π± π¬π£ π±π₯π’ π‘ππΆ π±π₯ππ± π¦π° π§π²π°π± πΆπ¬π²π―π°