Manusia Yang Hobinya Cemas
Terlalu memikirkan secara berlebihan, dan pada akhirnya.... cemas.
Baru bangun tidur, udah cemas. Makan sambil cemas. Pergi ke suatu tempat juga, harus cemas dulu. Lagi di jalan, cemas. Scroll HP terus lihat suatu postingan, tiba-tiba cemas. Lagi sibuk sama pekerjaannya, cemas. Nggak sibuk apa-apa, juga cemas. Ada aja pertanyaan yang tiba-tiba muncul di kepala. Seperti ini, kah, menjadi dewasa?
"Nanti gimana, ya?", "Dia mau nggak, ya?", "Kalo aku nggak bisa gimana?", "Kok gagal terus, sih?!", "Kenapa harus aku terus?", "Kenapa orang lain mudah?", "Aku nggak layak, ya?", "Ini gimana?", "Kalau ternyata kayak gitu gimana?", "Kok gini salah, begitu juga salah?", "Arghh... ini kenapa, sih?", "Kenapa aku justru merasa tidak baik-baik saja, bahkan di waktu yang seharusnya aku sedang merasa baik-baik saja?"
Jadi manusia, kok, hobinya cemas. Ah, dasar saya!
Tapi, apakah cemas menjadi suatu hal yang buruk? Menurutku itu manusiawi, jika itu tidak berlebihan. Jadi, jangan sampai memakan waktumu terlalu banyak, ya! Kamu juga perlu bahagia, kan? Kenapa tidak kamu kasih ruang sedikit pun? Tenangin dulu! Menepi dulu dari huru-hara manusia lain! Beri waktu berdua dengan dirimu dulu! Manusia emang suka gitu—suka berlebihan. Tapi gapapa. Kamu juga perlu menjadi dirimu sendiri, yang terkadang suka lemah—cemas.
Ya, emang pada dasarnya, cemas bisa datang kapan saja. Bahkan di saat seharusnya kita merasa baik-baik saja. Mungkin itu karena kamu terlalu mencintai dirimu sendiri. Takut mengecewakan dirimu sendiri, sekecil apapun. Hingga akhirnya, kamu terlalu memikirkannya secara berlebihan. Atau, mungkin karena kamu terlalu mencintai seseorang. Takut mengecewakannya, kehilangannya—yang justru membuat kamu kehilangan dirimu sendiri.
Kalau mau cemas boleh, kok. Tapi jangan terlalu berlebihan, ya! Kasih sedikit ruang untuk rasa ikhlas. Karena.... ujungnya kamu hanya cukup menerima saja. Terima apa yang kamu dapatkan atau rasakan, selanjutnya kamu juga perlu hidup dengan tenang. Itulah kenapa ada sebagian masalah yang bisa selesai hanya dengan kita menerimanya saja. Karena masalah itu muncul dari rasa cemasmu. Jadi.... jangan lama-lama, ya!
"Sepertinya, aku benar-benar tidak diperbolehkan untuk merasa baik-baik saja. Sialan!"