Mengingat 17 Ramadhan
Pernahkah kamu bayangkan? 17 Ramadhan 1415 tahun lalu ada seorang pria berusia 40 tahun yang sedang menyendiri di dalam Gua yang letaknya sekitar 2 mil dari rumahnya, kita mengenalnya dengan nama Muhammad, manusia paling mulia. Lalu tiba-tiba sesosok mahkluk asing mendatanginnya. Seketika tubuhnya bergetar ketakutan melihat sosok asing tersebut dialah Jibril yang mengemban tugas mulia menghantarkan wahyu pertama di malam yang sunyi itu.
Tubuh Muhammad bergetar karena terkejut dan ketakutan dengan kehadiran Malaikat Jibril. Malaikat Jibril pun mendekap Muhammad yang ketakutan kemudian mengucapkan kata "bacalah" namun Muhammad menjawab "aku belum mengenal bacaan",
Malaikat Jibril berkata kembali "bacalah" Muhammad tetap menjawab, "Aku tidak bisa membaca",
Malaikat Jibril kembali mendekap Muhammad untuk yang ketiga kali, dan berkata "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan--" Al-alaq 1-5.
Dan itulah wahyu pertama.
Setelah menerima wahyu ini, Muhammad merasa gemetar dan ketakutan. Ia segera pulang ke rumah dan berkata kepada istrinya, Khadijah "Selimuti aku, selimuti aku!" Khadijah pun menenangkannya dan membawanya menemui Waraqah bin Naufal, seorang pendeta Nasrani yang memahami kitab-kitab suci. Waraqah mengatakan bahwa yang datang kepada Muhammad adalah malaikat yang juga diutus kepada Nabi Musa, dan bahwa Muhammad telah diangkat menjadi seorang Nabi.
Peristiwa ini menandai awal dari tugas kerasulan Muhammad SAW sebagai pembawa risalah Islam. Wahyu pertama ini mengandung pesan penting tentang ilmu, membaca, dan pencarian kebenaran. Sejak saat itu, Nabi Muhammad SAW mulai menyampaikan ajaran Islam kepada umat manusia, membawa cahaya di tengah kegelapan zaman jahiliyah.
Banyak hal yang bisa kita renungkan tentang kisah ini, salah satunya adalah percaya bahwa kadang jika merasa tidak mampu kita harus yakin bahwa dibelakang kita ada yang Maha-memampukan.
Seperti halnya Nabi Muhammad yang tidak mampu membaca, tapi pada akhirnya Allah lah yang memampukan beliau.
tapi, bukan berarti keadaan Nabi Muhammad yang tidak bisa membaca itu hal yang tercela yak! ada banyak hikmah dari keadaan Nabi tersebut;
Ajaran yang turun langsung dari Allah tanpa rekayasa
Kesesuaian informasi dari Nabi-Nabi terdahulu
Kondisi tersebut lebih sesuai dengan orang Quraisy saat itu
Keadaan nabi Muhammad disejajarkan dengan manusia yang baru lahir
Semoga kisah-kisah ini bisa menambah khidmat Nuzulul Qur'an malam ini ya. Oh iya! kalian kepikiran ga sih malam ini 610 M lalu kejadian itu terjadi dan di bumi yang masih sama :)














