Dunia yang kamu lihat pada diri orang lain adalah dunia yang sama yg sedang kamu jalani.
Maka tak usahlah risau tentang apa yang telah dimiliki ataupun yang belum dimiliki. Pun tak usahlah khawatir atas apa yang belum datang ataupun yang telah datang.
Dalam bumi yang tak seberharga ini, merugilah kita yang membayarnya dengan kerja keras untuk memuaskan apa yang terlihat mata. Padahal tenaga dan waktu kita sangatlah terbatas.
Kebahagiaan yang kita cari, kenyamanan yang kita damba dan ketenangan yang ingin kita rasakan, tak akan pernah kita raih jika kita menjadikan mata sebagai pelacaknya.
Kita tidak layak menilai bahagia dari 15 detik yang terlihat di story kita. Tak akan kita tau tentang rasa di balik feed-feed bahagia yang selama ini terlintas di lini masa.
Allah lebih tahu tentang isi hati-hati mereka. Maka jangan jadikan apa yang orang lain telah dapatkan menjadi sebuah tujuan untuk kita perjuangkan. Dunia masih terlalu luas jika mata hanya melihat apa yang ada di genggaman tangan.
Esok hari, berhentilah untuk terus-terusan melihat dunia yg sedang dijalani orang lain. Kamu lebih dari pantas untuk menciptakan bahagia dan pencapaian dalam duniamu sendiri. Nyatanya pula, setiap kita akan dihisab atas apa yang kita jalani, bukan apa yang orang lain jalani.
Bahagia yang nampak di mata belum tentu akan indah jika ia dimasukkan ke hati. Namun, bahagia yang lahir dari hati akan nampak indah terasa bagi kamu yang mulai bersyukur hari ini.
@creativemuslim
















