Pilihan dimana harus memilih di satu titik..
Satu Perempuan setengah baya yang tak begitu asik..
Sore itu yang mendadak bertingkah sosok tukang service handphone,hanya untuk sekedar bisa melihat raut wajah perempuan setengah baya ..
Nampak wajah yang begitu cerah tanpa lipstik merah..
Keluar dari pintu ruang tamu,.
Sejenak mencoba menggodaku dengan lika liku bibir terucap ' monggo pinarak ' (jawa)
Silahkan duduk ( indonesia)
Ku mencoba untuk tetap pada tujuanku (tukang service handphone Abal-abal) :-) "nggih mbak suwon(jawa) iya mbak terimakasih(indonesia)
Lanjut aku mencetus dengan gaya sok bisa service handphone"handphone yang rusak mana ya? masih bisa di perbaiki tidak..
Ibu perempuan setengah baya yang mungkin pernah melihatku , dan
dengan bapaknya yang miliki kumis super mainstream di jamannya...
Hati tak goyah karena sudah kenal sama si bapaknya (rekan mancing lah pastinya ) hihi
- setiap orang yang lebih tua dari kita yang patut di lakukan adalah hormat - :-)
Saya membawa pulang sebuah janji untuk perempuan setengah baya...handphone insyallah selesai dan normal..
Karena tukang service abal-abal (dicoba betulinnya ditempat teman lah so pasti)
Dan jawabnya rusaknya terlalu parah,dan tak bisa di perbaiki,..jeng jeng jeng...
Tuhan memberi kesempatan saya untuk bisa bertemu dan menatap wajah perempuan setengah baya itu..."alhamdulillah"
Dan akhirnya(niat mendekati perempuan)dengan menjadi tukang service abal-abal 'kurang seru'
Hu huhuhu dasar Cowok abal-abal.