Untuk diriku.
Nadya..
Di lembaga yang kamu pegang saat ini, semua anggotanya ada pimpinan. Kalau kamu menuntut sempurna untuk menjalankannya, tentu tidak bisa.
Ganti kata menuntut dengan membantu dan membackup. Jadi, coba tata amanahmu lagi. Kamu adalah ujung tombak lembagamu, apapun yang terjadi, kamu harus bisa mengendalikan apapun tantangannya.
Seorang ustadz di lembaga yang lebih kuat saja mengakui tidak bisa menggerakkan semua, maka beliau punya staf khusus. Kalau kamu, kamu tidak punya staf khusus. Dirimulah staf khususnya, menghandle semuanya.
Oleh karena itu, bisa jadi kamu ditunjuk jadi kepala karena sebelumnya kamu terbiasa menghandle banyak hal dengan rapi dan cepat, jadilah kamu yang ditunjuk, karena kamu bisa melakukannya.
Lupakan semua hal tentang seorang 'pemimpin', karena saat ini kamu tidak menjadi pemimpin pada umumnya. Kalau ditanya kemampuan untuk mengolaborasikan tim? Akui saja bahwa itu tidak akan mungkin sebagus pemimpin yang lain. Tidak apa-apa. Karena bagimu, proker-proker di lembagamu bisa berjalan itu sudah luar biasa.
Maklumi mereka, bekerjalah sekuatnya, semampumu, ingat kamu ujung tombaknya. Jangan mencari pujian orang lain, tepuk tangan sekeliling, atau kebanggaan diri sendiri, tapi bekerjalah untuk dakwah, bekerjalah untuk meraih Ridho-Nya. Tanpa mengharap dan menggantungkan urusan pada orang lain, hatimu akan tenang, lega, dan tidak mudah tersinggung. Lakukan saja dedikasimu. Allah yang menilaimu.
Magetan, 17 Juni 2026













