Final UAS Animasi x Editing Media
Ponsel Pintarmu dan Perubahan Iklim
Ternyata di balik pintarnya ponsel kita, tidak sepintar itu untuk menyelamatkan bumi. Hal kecil apa yang menyebabkan ponsel kita merusak bumi? simak video berikut!

❣ Chile in a Photography ❣

pixel skylines

Kaledo Art
Three Goblin Art
Lint Roller? I Barely Know Her
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
YOU ARE THE REASON

No title available
dirt enthusiast

⁂
cherry valley forever

titsay

#extradirty
Today's Document
DEAR READER
Alisa U Zemlji Chuda
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Misplaced Lens Cap
Xuebing Du

JBB: An Artblog!

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Australia
seen from Pakistan

seen from Ireland

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Costa Rica

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from Brazil

seen from Poland
seen from United States
seen from Finland
@cosmoxxwanda
Final UAS Animasi x Editing Media
Ponsel Pintarmu dan Perubahan Iklim
Ternyata di balik pintarnya ponsel kita, tidak sepintar itu untuk menyelamatkan bumi. Hal kecil apa yang menyebabkan ponsel kita merusak bumi? simak video berikut!
Proses clean audio
Identifikasi Elemen Audio
(Field Object Record, Foley & Sound Effect)
Foley
Suara pintu mobil dibuka dan ditutup
Suara langkah kaki
Suara gemercing kunci mobil
Suara gesekan baju saat menyetir
Suara menabur jerami
Suara menaruh jok kuda
Suara langkah kaki kuda
Suara burung elang
Suara peralatan dapur
Suara langkah kaki di salju
Suara terpal tenda
Suara tepuk tangan
Suara air cuci muka
Suara menuangkan air teko ke mangkok
Field Object:
Suara kaki berjalan sebelum masuk mobil
Suara mesin mobil jalan
Suara kerumunan kambing
Suara kepakan sayap elap
Suara sedang memasak
Suara orang-orang saat makan
Suara air sungai
Suara orang2 saat memasang tenda
Suara orang menyanyi dan gitar
Suara burung
Suara kapak
Suara orang-orang di festival
Suara roda mobil mengenai air sungai
Sound Effect:
Suara hembusan angin - 0:26
Suara domba beradu - 1:06
Suara menjahit - 1:08
Suara dengusan kuda - 1:15
Suara burung elang - 1:17
Suara api berkobar - 1:31
Suara hembusan angin - 1:50
Suara hembusan angin - 1:57
Suara balap kuda - 4:04
Quiz Identifikasi Elemen Audio
1. Suara perahu di atas air - 00:01-00:04
2. Suara gergaji kayu - 00:20-00:21
3. Suara buah pala terjatuh - 01:01-01:04
4. Suara anak-anak bermain - 01:10-01:15
5. Suara ketukan dari batang pohon - 01:39-01:40
6. Suara perkusi - 02:05-02:10
Audio mengenai Penolakan Jenazah Covid-19
audio mentah
Naskah Audio
Best & Worst of Social Media Copywriting
Best Post on Social Media
1. Humas Polda Jabar
Dalam aspek visual postingan ini sudah sangat bagus, ditambah lagi warna yang dapat menarik minat pembaca terutama terhadap jenis bacaan yang seperti ini. Caption yang dibawakan juga sangat ringan dan mudah dipahami tetapi berasal dari sumber yang akurat pula.
2. Infobdg.com
Pembawaan konten visual dengan konsep fotografi yang baik, begitu pula susunan kalimat mengenai panic buying yang mudah dipahami walaupun hanya dijelaskan secara singkat.
3. Divisi Humas Polri
Walaupun akun ini dikelola oleh negara tetapi dalam penyajiannya begitu bagus dari mulai susunan visual serta penjelasan singkat yang mencakup keseluruhan tujuan yang dimaksud.
4. Asumsi.co
Salah satu media online ini memang tak jarang mengeluarkan konten dengan visual yang menarik, begitu pun pada salah satu posting-an ini yang menampilkan kolerasi antara topik yang diangkat dengan viusal yang disajikan.
5. Kementrian Kesehatan RI
Dalam naungan pemerintah biasanya beberapa konten yang ditampilkan secara daring kurang baik dari kebanyakan, namun dalam posting-an Kemenkes ini menampilkan sebaliknya. Sederhana namun dapat tersampaikan dengan baik pesan yang dimaksud.
Worst Post on Social Media
1. Universitas Padjajaran
Kurang menyampaikan apa yang dimaksud, terutama posting-an ini dituju untuk kebutuhan umum. Baiknya disertakan tautan terkait artikel yang dibahas jika kiranya tidak menjelaskan secara benar pada platform Instagram. Begitu pula dengan visual yang ada dirasa kurang menarik.
2. Universitas Padjajaran
Visual yang kurang menarik dengan menggunakan teknik fotografi tetapi tidak memperhatikan simetris yang ada pada foto tersebut, terlihat bukan suatu instansi pendidikan resmi yang mengunggah konten tersebut. Padahal dengan memperhatikan simetrisnya saja itu sudah cukup
3. Tribun Jabar
Untuk sekelas media cetak yang merambah ke dunia digital setingkat provinsi, ini merupakan konten yang kurang menarik dengan mempromosikan sekolah tinggi yang hanya menyantumkan brosur terkait tanpa ada suntingan kembali yang lebih menarik perhatian pembaca.
4. TVRI Jabar
Konten yang sama sekali tidak menarik perhatian bahkan terkesan menyusahkan para pembacanya. Memberikan info untuk dibaca mengenai regulasi terkait tetapi sama sekali tidak terbaca, bahkan setelah diperbesar.
5. TMC Polrestabes Bandung
Memberikan info yang kurang dipahami terhadap pembacanya, terlebih dalam visualnya ada beberapa kalimat yang tidak terbaca. Infonya pun tidak terlalu dapat dimengerti jika tidak teliti dalam membacanya.
Kecerdikan Dan Brown Dalam Memainkan Imajinasi Pembaca
Judul buku: The Lost Symbol Penulis: Dan Brown Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno Penyunting: Esti B. Habsari dan Andityas Prabantoro Pemeriksa aksara: Deddy S. Penerbit: Bentang Pustaka Tahun terbit: Januari 2010 (cetakan pertama) Tebal buku: 712 halaman
Dan Brown merupakan penulis asal Amerika Serika yang lahir 55 tahun silam. Dan Brown sudah banyak menulis karya-karyanya hingga dikenal kalangan luas. Nama Dan Brown melejit oleh karyanya yang berjudul The Davinci Code, bahkan sudah dialih-bahasakan untuk 40 negara hingga dijadikan karya layar lebar dengan pemeran Tom Hanks.
Tidak hanya The Davinci Code, Dan Brown bisa mendulang kesuksesannya pada karya-karya yang lainnya seperti Angels & Demons (2000), The Lost Symbol (2009), dan Inferno (2013). Kecerdikan Dan Brown bisa dilihat dari gaya penulisan karyanya yang dapat memadukkan sisi fantasi dan kenyataan yang terjadi. Jarang seorang penulis yang mempunyai kemampuan tersebut, terutama dalam pengetahuan dunia.
The Lost Symbol merupakan edisi ketiga dari sequel The Davinci Code, yang juga tidak kalah sukses dalam penjualannya. Terbukti saat kemunculan perdananya The Lost Symbol terbit dengan menjadi yang terbesar dalam sejarah penerbitan buku. Pada hari pertamanya pun The Lost Symbol sudah sangat laris di pasaran yang menjadikannya buku dengan penjualan tercepat dalam sejarah.
Masih menceritakan sang ahli simbol, Robert Langdon. The Lost Symbol berlatar belakang di Washington DC, dan mengangkat tema besar mengenai Freemasonry atau kelompok mason yang penuh kontroversi. Perjalanan Robert Langdon selama 12 jam akan membuat fantasi anda dibawa naik turun oleh novel ini.
Robert Langdon menerima undangan dari sahabatnya Peter Solomon untuk mengisi materi di Washington DC akan tetapi ternyata Langdon telah dikelabui, di tempat tersebut hanya ada sebuah ancaman yang menjadikan Langdon harus memutar otak untuk ke luar dari situasi tersebut. Ada sebuah ancaman berupa pesan bahwa Peter Solomon telah diculik dan disandera yang memaksa Langdon untuk memecahkan salah satu rahasia terbesar dari kelompok mason. Pesan tersebut bersamaan dengan simbol potongan tangan Peter Solomon, menimbulkan banyak teka-teki yang harus dilalui oleh Robert Langdon.
Tidak hanya itu, Robert Langdon pun harus berurusan dengan CIA dengan alasan keamanan nasional yang harus dijaga. Selain kejar-kejaran dengan waktu untuk menyelesaikan rahasia mason, Langdon harus menghindari kejaran CIA. Di sini lah pembaca akan disuguhi fantasi dari petualangan bawah tanah Langdon di kuil Washington DC dan beberapa peninggalan kuno dari kelompok mason. Ditambah dengan salah satu antagonis bernama Mal’akh yang ikut turut membuat Langdong cukup kewalahan dalam penyelesaian teka-teki ini.
Dan Brown membuat novel ini menjadi gila seakan-akan fiksi dan fakta merupakan hal yang bias oleh pembaca. Terutama ada beberapa bagian yang membuat kita ingin membacanya berulang-ulang agar benar-benar memahami apa yang ingin disampaikan oleh penulis. Walaupun ada beberapa istilah yang memang terdengar asing di telinga orang Indonesia, tetapi untuk keseluruhan novel ini salah satu karya terbaik yang dimiliki oleh Dan Brown.