*Hari ke 8
mendengar suara hati itu baik, karena mendengar suara tetangga akan sangat mengganggu.

oozey mess

❣ Chile in a Photography ❣
NASA
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

if i look back, i am lost
Mike Driver
sheepfilms

blake kathryn
RMH
Cosmic Funnies
occasionally subtle
untitled
Three Goblin Art
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Keni
todays bird

PR's Tumblrdome
No title available
Jules of Nature
$LAYYYTER

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Iraq

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@darnoisme
*Hari ke 8
mendengar suara hati itu baik, karena mendengar suara tetangga akan sangat mengganggu.
*Hari ke 7
tak perlu bersedih berlebihan secukupnya saja, karena masih ada kesedihan hari esok yg harus dihadapi.
*Hari ke 6
kenapa tidak pernah belajar dari matahari. dia tidak pernah bosan muncul dari timur dan hilang di barat dari dulu selalu begitu, misal dia bosan bagaimana ya ?
*Hari ke 5
bukan nya tidak bisa atau tidak ada, semua sudah ada dan tersedia asalkan kita mau ada kemauan semua beres.
*Hari ke 4
suatu seminar pembawa acara membuka dengan salam dilanjutkan "hadirin yg berbahagia........."
"Bahagia ndassmu, ini utang banyak, cicilan belum lunas, besok bisa makan apa gak aja binggung ko bahagia. asu!!!" jawab seorang peserta dalam hati.
*Hari ke 3
diam adalah sebagian dari obat yg mungkin kita perlukan.
*Hari ke 2
kenapa harus malu ? sedangkan yg malu-maluin aja gak pernah malu
*Hari ke 1
Tenggelamlah dalam kesunyian, untuk kembali menemukan yg tersembunyi.
DUA.ENAMBELAS
Kemana ku harus mencari
Bolak balik tak tau arah
Bangun tidur masih sama saja
Ku cari kemana lagi
Ingin ku keluar dari diriku
Tapi mau kemana juga binggung
Ku berusaha kembali lagi kedalam
Ingin ku temui mu segera
Ohh ternyata,
Yang ku cari slama ini ketemu
Tak perlu jauh keluar dari diri ini
Kurasakan di dalam diri ku ada jalan mu
Ternyata kau begitu dekat bersama ku
Sampai baru ku sadari kau slalu bersama ku.
Inilah yg terjadi dan memang kejadian nyata di depan mata. Gak tau apa yg salah dengan kejadian ini, seolah semuanya dianggap seperti biasa dan wajar. Banyak hal-hal yg harusnya penting dispelekan dan kebalikannya hal-hal yg masih bisa ditinggalkan sebentar diprioritaskan.
Omongan, hibauan, peringatan entah apa lagi seputanya seolah hanya sekedar jadi formalitas semata, jadi yg sesungguhnya itu harus bagaimana.
Semua yg harusnya berada di garis depan dan memberi sedikit harapan, semangat utk bisa melalui ini semua ternayata hanya semu fatamorgana. Tak nampak kesungguhan, niat yg benar-benar tulus utk menghadapi ini semua, yg ada hanya binggung dan panik. Dengan berbagai alasan entah dgn tujuan apa seakan masih ada ketakutan, keraguan. Padahal sudah jelas yg biasanya ditriak-triakan, diagungkan akhir-akhir ini, dan slalu dibanggakan di mana saja masih juga tak berefek, ya Pancasila.
Meminjam dari lirik musisi terkenal bang Iwan Fals, di suatu lagu nya terdapat lirik "cobalah kau lihat, Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut" apakah memang itu yg sekarang terjadi, Pancasila yg diagung-agungkan akhir ini hanya sebagai pajangan, dan isi dari pancasila itu sendiri hanyalah kumpulan kata yg disusun sehingga menjadi sebuah kalimat. "Yg hanya berisi impian, yg hanya berisi harapan" itulah sambungan dari lirik lagu bang Iwan Fals tersebut. Ya memang benar akhir-akhir ini banyak yg teriak, sok ngerti, paling ini itu, semangat mengagung-agungkan pancasila cuma hanya harapan dan impian semata tanpa kenyataan.
Di pancasila dalam sila ke-2 ny yg berbunyi "kemanusiaan yg adil dan beradap" apakah itu sudah terwujud ?, Kususnya dalam kejadian luar biasa sekarang ini. Adil dan beradap, terkesan menganggap remeh.
Ya tapi semuanya sudah terjadi dan kenyataan nya sekarang itulah yg harus diterima. Bukan mencari benar atau salah, tapi masihkah ada benar-benar keyakinan semangat utk hidup yg lebih baik lagi di sini yg memegang teguh pancasila.
KATASIASU
Tanah Surga, orang nya ?
Di sebuah tanah yang katanya tanah paling indah dan lengkap bahkan sampai sering disebut oleh orang-orang di tanah seberang, tanah itu adalah tanah surga, semuanya ada, semuanya tersedia. Tapi apa yang dilihat orang dari tanah seberang tidak mengetahui apa yang sebenernya terjadi di dalam tanah yang katanya tanah surga itu. Tanah yang sangat kaya dan bisa dikatakan paling lengkap dari pada tanah-tanah yang lain nya, ternyata di dalamnya para penghuni nya banyak dilanda kebinggungan, bahkan sampai yang katanya sering disebut pemimpin binggung sendiri tak tahu arah mau dibawa kemana tanah itu sebenernya.
Dalam keadaan normal saja tanah surga itu sebagian penduduknya, pemimpin nya binggung bahkan sampai harus saling menjatuhkan satu sama yang lain demi kepentingan entah apa yang mereka tuju. Saat ini tanah surga itu sedang dilanda badai pasir yang sangat besar dan menurut para peneliti badai itu bisa berlangsung sangat lama bahkan mereka para peneliti belum bisa memprediksi sampai kapan badai itu akan berhenti.
Badai pasir itu sebenarnya tidak hanya menyapu atau melewati tanah surga saja, tapi tanah-tanah seberang yang lain pun ikut merasakan nya. Tapi yang mungkin membedakan nya, mereka orang orang tanah sebrang sudah mempersiapkan segalanya mulai dari pemimpin nya sampai ke rakyat nya saling bahu membahu bergandengan tangan kerja sama antar elemen yang ada untuk menghadapi badai pasir tersebut.
Tapi apa yang dilakukan orang-orang di tanah surga itu sebelum badai pasir itu benar-benar menerjang mereka ?. Ya orang-orang tanah surga itu sebelumnya banyak menganggap remeh badai pasir tersebut, bahkan sampai di level para pemimpin di tanah surga itu yang katanya adalah sekumpulan orang-orang terbaik dari tanah surga tersebut terkesan membiarkan dan dengan percaya diri nya para orang-orang pilihan di tanah surga tersebut tidak segera mempersiapkan segala kemungkinan apa yang terjadi bila badai pasir itu menyapu tanah surga tersebut.
Hasilnya begitu badai pasir benar-benar menerjang, menyapu semua jengkal dari tanah surga tersebut, semuanya kebinggungan, semuanya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Bagaimana sikap dari para pemimpin tanah surga tersebut ?, Ya para pemimpin tanah surga tersebut pun juga binggung apa yang harus dilakukan padahal kata orang-orang, mereka para pemimpin adalah kumpulan orang terbaik dari semua orang yg ada, tapi apa hasilnya sama saja. Pemimpin yg harusnya bisa memberikan pemahaman, perlindungan, menjaga ketenangan dan kenyamanan para rakyatnya justru banyak mengambil langkah-langkah yg kurang sesuai untuk menghadapi badai pasir tersebut.
Makin hari badai pasir tersebut semakin kencang menerjang tanah surga, semakin hari dan lambat laun para rakyat dibuat binggung oleh dua hal sekaligus, yaitu harus menghadapi badai pasir tersebut dan melihat tingkah laku para pemimpin mereka. Kenapa dengan tingkah laku para pemimpin mereka ?, Apa yang dilakukan oleh para pemimpin mereka untuk menghadapi badai pasir itu ?.
Padahal para pemimpin sudah banyak mengeluarkan berbagai formula untuk menghadapi badai pasir di tanah surga tersebut. Tapi sayangnya semua formula yang dikeluarkan tanpa hasil kongkrit, yang ada hanya saling salah menyalahkan, saling melempar tanggung jawab, tidak adanya kerja sama dari berbagi elemen yang ada, dan hanya sibuk hanya mencari benar dan salah saja, dan kalau pun mereka para pemimpin sampai mengelurkan aturan menghadapi badai pasir tersebut hasilnya malah tambah membinggungkan rakyat nya.
Begitulah nasib rakyat, orang-orang di tanah yang katanya tanah surga, semuanya ada, semuanya tersedia, dengan kekayaan dari tanah surga tersebut bukanya membuat orang-orangnya para pemimpin dan rakyat saling bahu membahu, saling membantu, saling melengkapi mengisi kekosongan yang ada, bareng-bareng menghadapin badai pasir yang menerjang mereka, tapi saling membinggungkan satu sama lain. Sekarang beginilah nasib mu tanah surga, dengan orang orang nya.
DUA.LIMABELAS
Tak terasa gelap semakin pekat
Gelap yg selalu merindukan sinarmu
Sudah di ujung tahun belum juga muncul
Meraba dan hanya bisa meraba dalam gelap
Tak tau kapan sinarmu kembali
Menerangi gelap di ujung hari
Tak tau juga siapa sebenarnya namamu
Yg ku tau, kau bagai sinar menerangi gelapku
Bulan,
Ya mungkin itu nama yg pantas
Sinar yg selalu menerangi gelap malam
Kau muncul menyapu gelap
Semua terlihat indah dengan sinarmu
Tapi mengapa kau redupkan sinarmu
Semakin lama sinarmu redup
Gelap kan selalu menjadi kekal
Bulan,
Kembali munculkan sinarmu
Sinarkan kembali kedamaian
Sinar yg ada di matamu membuat gelapku terang
Begitu lembut pancaran sinarmu
Pancarkan kelembutan itu
Ku hanya bisa berharap
Kembalilah bersinar dengan pantulan cahayaNya
DUA.EMPATBELAS
Entah kata apa lagi yg bisa ku katakan
Perbuatan apa lagi yg bisa ku lakukan
Semuanya kau beri kepada ku
Semua kau sediakan di hidup ku
Benar malu,
Aku benar malu kepada mu
Saat ku kehausan air mu mengobati
Angin mu pun membuat ku sejuk kembali
Aku hanya bisa berharap kepada mu
Cinta dan kasih sayang mu kepada ku
Dan berharap kau maafkan semua kesalahan ku
Dan setalah engkau kehilangan tubuhmu yg fana, engkau akan tiba pada situasi paling murni. Engkau bersatu dengan Tuhan, abadi, tak berubah, dan kematian tak punya lagi kuasa atasmu.
Golden Verses Pythagoras
DUA.TIGABELAS
Dekaplah aku lagi
Peluklah aku kembali
Sentuhlah aku kembali
Agar ku dapat merasakan hangat lagi
Ku sadari tubuhku menggigil
Semua sendi ku lemas
Yg kurasa hanya lemas
TanpaMu ku bukan apa apa, Tuhan.
DUA.DUABELAS
Tuhan.
Tak sanggup lagi ku berkata
Badan mengigil tak terasa
Remuknya tulang sudah tak berasa
Kedua ujung mulut lesu tak terangkat
Yg tersisa hanya derasnya air di kelopak mata
Dan hati yg ingin kembali pulang
Tuhan.
Sedikit bantuan mu akan buatku tenang
Belas kasih mu yg buat aku kuat
Cinta mu tanpa ujung kembalikan senyum ku
Semuanya sekarang terserah pada mu
Ku ridho apa pun mau mu
Ku rela kau perlakukan aku sesuka mu
Ku ikhlas atas semua keputusan mu
Ku terima semuanya yg kau inginkan dari ku
Tuhan.
Ijinkan aku kembali kepada mu
Bukakan pintu mu lagi untuk ku
Kembalikan aku kepada mu dengan senyum
Ku sadar betapa bodohnya aku slama hidup
Menyia-nyiakan mu begitu saja
Sekali lagi, Tuhan.
Maafkan aku
Sayangi aku kembali
Cintai aku lagi
Semua aku pasrahkan dengan mu
Biar tangan-tangan mu yg mengatur ku kembali
Ku sadari semua tidak ada kecuali engkau, Tuhan.
DUA.SEBELAS
Di bawah gelap malam kau menunggu // Kau mengawasi dengan tatapan dingin // Sesekali kau memperhatikan dengan cahaya mu // Entah apa kau perhatikan, kau selalu mengikuti
Cukup sekali kau membuat ku terpesona // Dengan wajah dingin mu, kau memandang // Dari pandang mu ku temukan kedamaian // Dingin dan damai menjadi satu cahaya
Selalu ku menunggu kembali kau muncul // Walau terangnya pagi memudarkan dinginmu // Tapi ku selalu dapat melihat mu dengan damai // Cahaya yg kau siratkan seperti memanggil
Menunggu dan terus menunggu mu muncul // Mentari di ujung barat menyambut cahayamu // Seakan mengerti, kau muncul dengan dingin // Dingin mu membuat ku merasa hidup kembali
Walau terasa jauh tergapai // Tetaplah kau muncul dengan cahaya mu // Selalu akan ku nanti cahaya itu // Yg memberiku kedamaian yg hakiki