“..Hati yang bersih tidak menikmati jatuhnya orang lain, karena ia tahu dirinya pun masih membutuhkan rahmat Allah..”
EXPECTATIONS
The Bright Sessions

No title available

Product Placement
No title available
Sade Olutola
Fai_Ryy
noise dept.
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
tumblr dot com
Cosmic Funnies
One Nice Bug Per Day

ellievsbear
Keni
Game of Thrones Daily
🪼
macklin celebrini has autism
d e v o n
𓃗
occasionally subtle
seen from Croatia
seen from Brazil
seen from Germany
seen from Brazil
seen from Germany
seen from Colombia
seen from Pakistan

seen from United States
seen from United States
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Singapore
seen from France

seen from Germany
seen from United States
seen from Jordan
@delaisyaah
“..Hati yang bersih tidak menikmati jatuhnya orang lain, karena ia tahu dirinya pun masih membutuhkan rahmat Allah..”
ternyata salah satu bentuk selflove juga ialah dengan tidak membiarkan diri sendiri berada dalam kegelisahan dan ketidakjelasan terlalu lama hanya karena kita terlalu takut untuk kehilangan dan melepaskan seseorang.
seperti yang dibilang mas @kurniawangunadi
"jangan biarkan keputusan hidup kita disetir oleh seseorang yang posisinya bahkan masih (atau hanya) orang lain dalam hidup."
Manis sekali kalimat ini, "disanggupkan karena diridhai oleh-Nya".
Bawa semua cita, asa, harap, dan ingin ke dalam do'a, dekap semuanya ke dalam pelukan do'a. Biarlah do'a-do'a itu mengudara, berterbangan mengetuk pintu-pintu pengabulan-Nya.
- repost tumblr erhunsaa
Hal Lain dalam Kesetaraan
Dalam konteks 'kesetaraan' mencari pasangan hidup, selain hal yang fundamental, pastikan masing-masing pihak berada dalam kesetaraan untuk saling berjuang—berjuang dan diperjuangkan. Tidak melulu harus dibuktikan dengan sesuatu yang besar, megah dan menawan. Cukup ada bukti kesungguhan bahwa ia adalah orang yang terus berusaha, menghargai batasan, berjuang dengan cara benar, maupun menjaga dan nenyiapkan diri dengan sebaik mungkin.
Meskipun hasilnya bukan sesuatu yang besar dari kacamata kebanyakan orang, namun kegigihannya untuk berusaha itu menandakan bahwa diri kita layak diperjuangkan, layak untuk dijadikan partner seumur hidup. Maka dalam hal ini, bukan pada output hari ini, melainkan outcome—sesuatu yang akan memiliki dampak dan manfaat jangka panjang.
Oleh karena itu, jika dalam proses yang (barangkali) kamu lalui terasa melelahkan, seolah dari pihakmu yang merasa berjuang sendiri, maka cek ulang kembali dimana letak salahnya—apakah perasaan tersebut bisa divalidasi, atau sebatas perasaan yang berbasis keraguan semu yang menjad ciri khas sebelum akad terjadi.
Di fase inilah, masing-masing kita berada pada fase krusial. Sebuah fase yang menuntut adanya kedewasaan dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan-keputusan genting. Berlindung dan minta selalu petunjuk dari-Nya. Semoga ikhtiar baik senantiasa hadir, walapun baru sebatas angan di dalam hati dan kepala.
Yeah, of course it's only my random thought. Might delete later if it gets weird, but letting it sit for now 😃
Suka bgt statement "Pernikahan itu dibangun di atas Fiqh, Adab dan Kasih Sayang", kayak betapa syumul dan kamilnya Islam dalam mengatur hubungan antar manusia. Dalam mencapai tujuan, menuntut untuk adanya peran untuk saling terlibat dan dalam menjalaninya didasari dengan nilai adil dan tolong menolong.
Semakin dalam mendalami agama, semakin sadar betapa bodoh dan fakirnya diri ini dalam memahami agama-Mu ya Rabb... Betapa Bijaksana-Nya Engkau dalam mengatur seluruh sendi kehidupan ini, mustahil manusia mengerti seutuhnya rahasia di balik seluruh perintah dan larangan-Mu.
Sesuatu yang sungguh jauh di luar nalar manusia ketika iman menjadi pintu dalam mengelami hikmah yang Engkau tebarkan di bentangan langit dan bumi ini. Ampuni hambamu ini yang sering kali merasa gusar, khawatir dan takut akan ketetapan-Mu.
Maafkanlah diri ini yang masih belum sempurna dalam menjadi hamba yang Engkau cinta dan ridhoi. Satu hal ya Allah yang jika Engkau perkenankan hamba-Mu ini meminta, betapapun tinggi dosa ini menjulang, kesalahan dan kealphaan yang terus berulang, hamba mohon tetapkan hati ini agar terus mengimani-Mu—sampai akhir hayat kami😔
Betapa menenangkannya memiliki seorang yang tak pernah membuatku mempertanyakan arti diriku untuk dirinya dan makna hadirku di hidupnya. Karena di setiap harinya ia tak pernah berhenti menunjukan bahwa aku penting baginya. Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmush shalihat.
©Fajar Sidiq Bahari (@fajarsbahh)
pada suatu hari nanti
pada suatu hari nanti, semua susah dan payah, semua sakit dan luka, semua sedih dan kecewa, semuanya sudah tidak penting lagi.
kamu tidak lagi meminta kekuatan, kesabaran, keikhlasan, rasa syukur, atau ketenangan hati. urusan dunia tidak lagi membebanimu, tidak lagi membuatmu gelisah.
pada suatu hari nanti, hari kamu bertemu dengan Allah, yang kamu minta hanyalah ampunannya, maafnya, rahmatnya. yang kamu inginkan hanya taubatmu diterima, amalmu disyukuri, luka-lukamu menghapus dosa.
ya Allah izinkan kami bertemu dengan-Mu, melihat wajah-Mu dan rupa-Mu, dipeluk oleh-Mu. pada suatu hari nanti, pada hari yang amat bahagia.
ini adalah nasihat ibu dari hari kehari, penyampaiannya, sama lembutnya, terima kasih sudah menulis ini, izin membagikan kembali postingan berisi nasihat yang teramat berarti
#selfreminder
Untukmu diri,
Sering-seringlah bertanya apa kabar imanmu?
Pernahkah begitu nelangsa terbangun di kala adzan shubuh sudah berkumandang. Hilang sudah kesempatan untuk tunduk sujud bermesraan di sepertiga malam.
Kemudian, tergesa-gesa membersihkan diri untuk menuju masjid. Sesampainya di sana, iqamah pun sudah selesai dikumandangkan. Hampir saja menjadi masbuk, dan tentu saja dua rakaat sebelum shubuh hanya menjadi angan. Hilang sudah kesempatan memiliki dunia dan seisinya.
Pernah tidak begitu sebal karena lupa menyempatkan diri untuk menunaikan shalat dhuha di sela-sela aktivitas kerja. Atau benar-benar tidak memiliki kesempatan, karena sebuah perjalanan jauh, terjebak macet, atau terjebak di dalam sebuah meeting di pagi hari. Hilang sudah makna menjemput rezeki yang sesungguhnya.
Pernah tidak begitu malu di kala mengajak teman-teman untuk pergi ke kantin, demi untuk memenuhi keinginan perut. Sudah waktunya makan siang. Tapi, beberapa orang menolak dengan sopan karena sedang berpuasa sunnah. Sedangkan kamu sendiri sampai lupa hari, ini rabu atau kamis. Mereka lebih memilih mengisi jam istirahat bertadarus menggenapi onedayonejuz.
Kemudian, jum'at ke jum'at selalu terlewati begitu saja tanpa Al-kahfi, tanpa shalawat. Begitu merasa nelangsa melihat orang lain selalu bisa menyempatkan waktu untuk berlomba-lomba menambah pundi-pundi kebaikan.
Padahal satu harinya sama 24 jam. Pun sama dengan kesibukannya. Pun sama nikmat sehatnya. Dan dirimu bertanya-tanya, sebenarnya apa yang membuat jadi berbeda?
Keberkahan waktu.
Dan perasaan nikmat beribadah kepada-Mu.
Pernahkah senelangsa itu harimu? atau rasanya biasa saja, tidak merasa rugi apa-apa.
Untukmu diri,
Sering-seringlah menanyakan apa kabar imanmu?
Sepanjang waktu, agar tidak semakin jauh dirimu tertinggal.
@quotezie
ya Allah, sampaikan permohonan maafku kepada orang-orang yang pernah aku sakiti. bahagiakan mereka ya Allah. jadikan mereka lupa atas semua luka yang pernah aku tinggalkan di hatinya. bantu aku pula untuk memaafkan mereka. bersihkan hatiku, hilangkan segala penghalang antara doaku dan iya-Mu.
maafkan aku. maafkan aku. maafkan aku.
Starting your next chapter later than others does not mean you’re behind. Everything happened in the best way for you. You need to trust that Allah’s decision for you is the most efficient, encompassing, and just. Would ar-Rahman, ar-Raheem, al-Wadud ordain something that would harm you? Think well of Him. You are on time. You are exactly where you’re meant to be.
قد جعل الله لكل شىء قدرا
Allah has already set for everything a [decreed] extent. {At-Talaq, Ayah 3}
Jika kamu sudah memutuskan pilihan untuk menjalani sesuatu, dan kamu sudah mengukur konsekuensi baik buruknya, serta memiliki komitmen penuh dalam menjalaninya, sembari tetap merawat kesadaran bahwa segala sesuatu menuntut pertanggungjawaban pada-Nya, maka penilaian orang, seburuk apapun itu bukan menjadi soal. Tetap jalankan. Wakafa billahi syahida.
"Aku tahu hari-harimu berat, maka kamu butuh energi yang luar biasa 'tuk menguatkanmu. Maka, bangunlah di setengah malam atau lebihnya.
- Allah swt kepada Nabi Muhammad saw dalam QS. Al Muzzammil -
Never stress about rizq, just keep making dua, increase your istaghfar and tie your camel and put your trust in Allah. In due time Allah will provide for you from places you can't imagined.
Hal sulit yang mungkin akan dihadapi olehmu nanti itu pun pernah kamu lalui sebelumnya. Hanya berbeda level saja. Kini, percayalah bahwa ini semua akan bisa dilalui dan kamu akan kembali mengucapkan terima kasih pada dirimu sendiri karena telah berani bertahan.
Hidup ini tentang bertahan, kan?
Kantor, 19 Januari 2026
Rajuami
Beberapa orang tidak senang dengan nasihat. Bukan karena terlalu melukai saat disampaikan. Tapi karena hati mereka enggan tuk disalahkan.
Padahal nasihat adalah sebaik-baik bentuk dari cinta. Yang mengingatkan, yang mengarahkan. Yang mengajak untuk memperbaiki kesalahan. Yang berharap akan lahirnya kebaikan.
Karena nasihat bukan untuk menjatuhkan. Tapi untuk menyadarkan bahwa dalam setiap langkah yang kita arungi di kehidupan ini, ada kalanya kita hilang arah dan berbelok meninggalkan syariat. Ada kalanya prinsip kita mulai kendor dan tak lagi kuat.
Sehingga kita butuh untuk disadarkan sejenak. Dengan apa? Dengan fakta terkait diri kita yang terlampau jauh berjalan. Sehingga kita tidak lagi jeli dengan perintah Allah. Sehingga kita tidak lagi peduli dengan ajaran Rasulullah.
Karena jangan sampai kita sibuk membenahi penampilan diri. Tapi nyatanya yang kurang adalah kepala yang tidak lagi terisi dan hati yang mulai mati.
Maka ketika nasihat itu sampai di depan matamu, cobalah sesekali untuk acuh. Karena boleh jadi ia datang sebagai pengingat yang Allah kirimkan untukmu.
Pengingat jika langkahmu sudah terlalu jauh. Pengingat agar engkau kembali seperti dulu.
Dalam balutan syariat dengan tekad sami'na wa atho'na - kami dengar dan kami taat.
12.05 a.m || 24 Januari 2026
patokannya gini ya, kalau kamu sudah mulai merasa paling benar, biasanya kamu yang salah.