Tahap Jalan Jenuh
Awal Baru
Sudah setahun rasanya saya tidak balik lagi ke sini.
Heammm… ternyata banyak banget perjalanan di satu tahun terakhir ini. Kalau saya ingat-ingat lagi, tahun lalu saya sempat nulis tentang bahagianya jadi ayah beneran. Dan ternyata, itu bukan cuma kalimat manis doang. Jadi ayah beneran memang luar biasa tantangannya.
Apalagi kalau sudah ingat tanggung jawab. Rasanya keinginan buat membahagiakan keluarga jadi makin besar. Dalam satu tahun terakhir ini, banyak kejadian yang tidak terduga. Fokusnya tetap sama: perjalanan seorang ayah yang sedang mencari nafkah.
Di perjalanan itu saya ketemu banyak manusia unik, ngerasain suasana baru di tempat kerja, sempat ngerasain nangis lagi, dan di sisi lain ekonomi juga mulai terasa turun. Salah satu perjalanan yang paling berkesan dimulai dari kerjaan ngedrone desa.
Waktu itu saya dikasih tantangan oleh obos saya, Budi DJ.
“Pan sok daek ngadron desa?” tanya beliau tiba-tiba.
“Maksudnya, Mas?” jawab saya.
Ternyata maksudnya adalah ngedrone semua desa yang ada di Kabupaten Bandung Barat. Satu desa, satu video drone. Totalnya ada 164 desa, dan setiap hari harus update 2 desa.
Waw. Tantangan macam apa ini?
Tapi karena waktu itu posisi bisnis sepatu thrift saya juga lagi turun, modal pun sudah banyak kepakai, akhirnya saya terima tantangan itu. Saya pikir, ya sudah, jalanin dulu. Satu desa, satu video drone. Gas.
Kalau diingat lagi, kerjaan itu lumayan nguras energi. Pagi kadang berangkat jam 3, pulang bisa Magrib. Sampai rumah pun belum selesai, karena masih harus langsung ngedit hasil tangkapan gambar hari itu.
Tapi alhamdulillah, semuanya berjalan lancar dan ternyata seru banget. Banyak momen yang benar-benar tidak saya sangka saat mengambil gambar pakai drone. Dari situ saya baru sadar, ternyata Kabupaten Bandung Barat sebagus itu.
KBB ini memang punya potensi pariwisata yang luar biasa. Dari ujung timur sampai selatan, banyak lokasi dan daerah yang indah banget. Apalagi kalau sudah masuk area pegunungan Lembang sampai Gunung Halu yang diapit Danau Saguling. Wah, gila… indah banget.
Perjalanan ke desa-desanya juga tidak kalah luar biasa. Ada yang harus lewat hutan, ada jalan rusak di tengah hutan, kehujanan, nyasar, capek, tapi semuanya jadi pengalaman yang susah dilupakan.
Dan semua itu saya jalani pakai motor Mio Sporty biru. Hahaha. Motor itu sudah di-bore up juga, jadi borosnya tiada dua. Tapi dia jadi saksi perjalanan saya keliling KBB hampir satu tahun.
Project drone desa itu akhirnya selesai sekitar September tahun kemarin. Kalau dihitung-hitung, harusnya saya dapat penghargaan sih. Sendirian berpetualang keliling KBB, ngedrone desa ke desa. Anjai, lumayan madep juga kalau dipikir-pikir.
Cuma memang masih ada sekitar 6 desa lagi yang belum sempat saya jajaki. Bukan karena menyerah, tapi karena waktu itu si obos menyuruh project tersebut disudahi. Cafe baru beliau sudah jadi, dan saya diminta untuk mulai fokus ke branding Winbardi Kantin.
Kalau diingat-ingat sekarang, ada satu hal yang cukup saya sayangkan: kenapa dulu proses desa ke desa itu tidak saya bikin vlog dari awal? Sayang banget, karena dokumentasinya tidak terlalu banyak. Ada beberapa, tapi tidak dikonsep dari awal.
Tapi ya sudahlah. Setiap perjalanan memang punya bentuknya masing-masing.
Dan setelah petualangan drone desa itu selesai, dimulailah petualangan baru di Winbardi. Oya lupa kalo ingin liat hasil video drone saya di @ngedrone.desa yaa di IG















