Kita seperti bicara satu sama lain. Namun tak seorang pun mengerti apa yang kita bicarakan. Termasuk aku. Lucu ya. Tapi aku mengerti, dari semua apa yang aku lihat, apa yang aku dengar, dan apa yang aku baca.
Tidak ada namaku yang terdengar, tertulis maupun terucap dari mu. Tapi aku menangkap apa yang tersirat di dalamnya.
Ah, aku memang suka berkhayal. Tapi aku suka khayalan yang seperti ini. Aku menganggapnya, ini semua harap ku. Mau ku. dan Doa ku. Dan aku yakin, Dia Pandai Mendengar apa yang tidak terdengar, Pandai Melihat apa yang tidak terlihat.
Komunikasi kita bukan tentang suara, bukan juga cuma tulisan. Kita punya bahasa masing-masing, yang hanya kita yang tahu. Eh tapi aku juga tida yakin sih, apa aku benar-benar tahu?









