maafkanku masa depanku, ternyata aku seburuk ini. maafkan aku Tuhanku, ternyata aku masih goyah dalam hijrah ini
ya Allah tuntun aku kembali, dan agar selalu ada di jalanMu
Monterey Bay Aquarium
Claire Keane
One Nice Bug Per Day

祝日 / Permanent Vacation
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
AnasAbdin
we're not kids anymore.
taylor price

titsay
DEAR READER
todays bird

⁂
Cosmic Funnies
cherry valley forever

Origami Around

Product Placement

#extradirty
tumblr dot com
wallacepolsom

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Romania

seen from United Kingdom
seen from Bosnia & Herzegovina

seen from Finland
seen from Brazil

seen from United States
seen from Czechia

seen from Iraq
seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from Georgia
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from United States

seen from Türkiye
@dyraaahst
maafkanku masa depanku, ternyata aku seburuk ini. maafkan aku Tuhanku, ternyata aku masih goyah dalam hijrah ini
ya Allah tuntun aku kembali, dan agar selalu ada di jalanMu
Tampaknya Tuhan terlalu menyayangi kita sehingga kita dipisahkan. Cara kau pergi karena kau memilih orang lain itu, mungkin adalah cara Tuhan memberitahuku bahwa jika bersamaku, kau tidak akan bahagia.
Dimas (via mbeeer)
Aku ini pencemburu, maka aku ingin sama-sama menjaga. Aku menjaga diri, dia juga menjaga diri. Sama-sama menjaga, adil bukan??
Sebab mereka yang menjaga dirinya dengan sebaik-baik diri begitu paham. Bahwa menjaga diri di zaman seperti ini tidaklah mudah. Mereka yang menjaga dirinya dengan begitu rapat, bukan berarti terbebas dari keinginan menampakkan diri.
Sungguh, merekapun sama. Terkadang ingin sekali menampakkan diri mereka. Namun berkali-kali mereka mendidik keras diri mereka agar sebisa mungkin menjaga. Agar tidak ada yang terfitnah. Demikianlah.
Barangkali sebagian orang akan memandang remeh, receh prinsip mereka. Namun mereka selalu menepuk-nepuk keyakinan bahwasannya menjadi terkenal dikalangan penduduk bumi bukanlah suatu prestasi yang ingin mereka kejar.
Tidak apa-apa ya, kelak yang menjaga hanya untuk yang terjaga. Dan ini adil. Tidak perlu bersedih hati, sebab setiap hati memiliki keputusannya sendiri-sendiri, dan akan bertanggung jawab sendiri pula pada akhirnya.
Dan bagi yang tidak sepaham, tolonglah ya hargai pula mereka yang kekeh menjaga prinsipnya. Saling menjaga perasaan barangkali akan menjadi penting untuk saat ini.
Sesiapun kita saat ini, beramalah, bermuamalah dengan sebaik-baik amal dan muamalah. Jadilah Uwais Al-Qarni abad 21, yang kebaikan, kebermanfaatan, dan bakti serta tulusnya semerbak dikalangan penduduk langit. Penduduk bumi tidak mengetahuinya namun penduduk langit mendoakan kebaikan untuknya.
Untukmu yang ditakdirkan Allah membaca serangkaian tulisan ini..
Semoga kamu.
Semoga kamu.
Yang akan membuatku menerima semua penyesalan masa lalu, berdamai dan memaafkan segala kesalahan yang kuperbuat sendiri.
Yang akan membuatku percaya bahwa masa lalu adalah sebuah pelajaran berharga bagi diri dan akan terhapus dengan semua tangis, sehingga aku masih mempunyai kesempatan untuk membangun masa depan indah bersamamu.
Yang akan membuatku menerima diriku sendiri, dengan segala kekurangan dan kelebihan. Yang membuatku percaya terhadap diriku sendiri dengan segala kemampuan yang ku miliki.
Semoga kamu.
Yang akan mengajakku membangun surga di rumah. Terhiasi dengan berbagai kata indah dan kedamaian, bukan paksaan atau teriakan. Terisi dengan kesejukan lantunan lembut suaramu.
Yang akan menemaniku menikmati hangatnya mentari pagi di awal waktu. Memberikanku berbagai kebijaksanaan tanpa menghakimi. Menepiskan semua keresahan yang selama ini ada. Yang akan mengajariku menikmati hari hingga senja datang. Kemudian mensyukuri sinar bintang dan rembulan yang telah menuntun kita untuk saling menemukan.
Semoga kamu.
Yang akan menenangkanku pada setiap fase perjalanan, bahwa semua masalah dapat terselesaikan dengan baik tanpa sebuah pertengkaran. Kita tak perlu saling bersikukuh siapa yang paling benar, karena ini bukan perkara menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana memahami diri kita masing-masing yang memerlukan waktu berpikir dan menyerahkan semua kepada Allah. Kita bisa, kan?
Semoga kamu.
Yang akan membawaku pergi jauh, melihat semua kekuasaan Allah, melihat semua keindahan ciptaan-Nya. Berkeliling menyusuri lingkar pantai dan berkunjung ke setiap rumah-Nya yang indah. Sembari menceritakan semua sejarah yang telah kau hafal di luar kepala.
Semoga kamu.
Yang akan menuntunku menyusuri jalan setapak berkerikil yang panjang bernama kehidupan. Menggandeng tanganku memilih jalan terbaik, dan merangkul dengan penuh keyakinan.
Yang akan membuatku bersyukur telah mempercayai dan menerima takdir dengan mengikhlaskan segala rencana yang sebelumnya telah ku buat, yang ku revisi karena kehadiranmu.
Dan akan menyempurnakan semua mimpi yang telah ku harapkan.
Semoga kamu di masa depan, yang menjadi semestaku.
Iya, semoga kamu, siapapun kamu, tidak terlambat karena terlalu banyak pertimbangan dan hanya merencanakan, karena semua tidak akan pernah tersampaikan bila tidak dikomunikasikan.
Semoga kamu tidak terjebak pada idealisme yang kau buat sendiri.
It's about manners
Entah mungkin karna orang jawa dan di didiknya sebagai orang jawa
Kita punya aturan dan unggah ungguh sebagai orang jawa, salah satunya menghormati orang tua walau yang bukan orang tua kita.
Something hurting me when my friends meet my parents and they just pass by. Like hah what they just did?
Apa susahnya gitu buat mendekat nyamperin dan salim menyapa gitu :')
Sudah ku bangun benteng ini, belum kokok memang. Tapi tolong jangan kau robohkan
Wahai kamu mengertilah
Dear future husband
Maafkan aku atas kesalahan kesalahanku di masa ini
Maafkan aku, cinta yang seharusnya suci untukmu pernah terbagi dan menjadi milik orang lain
Aku merasa malu dan tak pantas saat nanti bertemu kamu di masa depan
Maukah kamu memaafkan aku sebab pernah pacaran?
Aku sedang memperbaiki diri, mengusahakan yang terbaik agar aku pantas untukmu nanti
Maukah kau tak perlu melihat masa laluku?
Al Quds adalah tanah suci yang penuh berkah. Al Quds tanah para nabi. Allaah menjadikannya kiblat pertama Muslim. Kesinilah wajah menghadap saat sholat dahulu.
Rasulullaah shallahu allaihi wassalam memerintahkan Usamah bin Zaid ra membawa pasukan untuk membebaskannya. Dibawah kekhalifahan Umar bin Khaththab ra, Al Quds bebas dari penguasaan Romawi, hingga Yahudi bisa masuk kembali dan kesucian Nasrani tetap utuh.
Sholahuddin Al Ayyubi kembali mencontoh Umar, membebaskannya dari The Crusaders, kaum salib Eropa sehingga Al Quds kembali menjadi pusat ilmu dan peradaban Islam.
Saat Zionist Internasional mengirimkan Yahudi Eropa ke Palestina pada tahun 1900-an, jumlah Yahudi di Al Quds tak sampai 10%. Mayoritasnya adalah Muslim.
Dimana logika pembenaran Al Quds/ Yerusalem dijadikan Ibu Kota Penjajah yang tidak punya hak berdiri di tanah suci?!
SAY NO!!! to Al Quds/ Yerusalem for Israel!!!
—
©smart_171
Siapapun. Yang baik buat kamu. Asal bukan dia :)
~* Beberapa tentang
Barangkali aku terlalu lugu telah mempercayai ucapanmu kala itu.
Barangkali aku terlalu naif masih saja berdiam diri menunggumu.
Dan barangkali aku polos untuk memahami perihal keputusanku.
Aku yang memintamu pergi, kau menyepakati itu. Aku berpura-pura tegar, dan kaupun bahagia.
Entah naif, entah lugu. Barangkali itu penilaianmu terhadapku. Tapi aku tidak peduli.
Yang aku tangisi adalah perasaanku yang tetap saja menatap kedatanganmu kembali. Membaca tulisanmu yang bukan untukku.
Aku mendapati diriku menangis. Terguyur sembab kedua kelopak mataku.
“Kasihan betul perumpanmu ini”
Kudapati banyak perkataan itu pada mulut-mulut orang yang kutemui. Tersenyum kecut adalah sisa upaya yang bisa kulakukan saat itu.
Dan kini, satu persatu kau hilang dari ingatan dan kenangan yang kau tinggalkan. Aku tidak tahu bagaimana mungkin waktu bisa melakukan tugasnya dengan begitu baik.
Namun satu yang tidak bisa waktu lakukan. Mengubur nama dan kebaikanmu dalam ingatanku. Waktu tak mampu melakukannya. Tak pernah mampu.
Ia mampu menghapus semua jejak dan kenangan tentangmu. Namun tidak pada nama dan kebaikanmu.
Lantas, aku harus bersikap bagaimana Tuhan. Jika rerengkuh takdir masih saja menahanku berdiri di tempat dimana aku mengucapkan selamat tinggal untuknya.
Bagaimana mungkin aku melakukan itu semua tanpa mengasihani diriku sendiri?
“Aku ingin bahagia, Tuhan. Aku ingin bahagia bersama dia ataupun tidak nantinya”.
Maka jika memang dia baik untuk hidup dan jalanku nantinya. Mudahkanlah semuanya untukku merengkuh bahagia. Jika tidak, berikanlah keikhlasan dan pemahaman yang baik, bahwa setiap takdir-Mu adalah baik.
Untuk semua yang ku upayakan, untuk semua yang kudoakan. Bahagiakanlah, Tuhan..
aku doakan kamu || 19.17 (di Pelabuhan Tanjung perak surabaya (Jamrud Utara))
Mau sudah sedekat apa dengan pernikahan, bila tidak ada takdir bersama pada dua manusia, Tuhan akan pisahkan. Takusah pula risau dengan kejauhan, bila Tuhan hendak, Dia akan dekatkan. Rumusan yang sudah sering kita dengar, tapi tidak langsung ampuh membuat kita menerima dan tegar. Takmengapa, waktu dan kebiasaan bisa membuat hati pelan-pelan melapang.
(via kotak-nasi)
Sebuah hubungan itu kadang seperti gelas kaca. Lebih baik biarkannya pecah berantakan daripada harus terluka berdarah-darah untuk merakitnya lagi
Entah ini kutipan dari dirinya atau entah darimana. Kalimat yang di kirimkannya padaku ini seperti menunjukkan sudahlah lebih baik kita saling pergi, kita saling lupa dan tak usah kita kembali bersama. -Untuk itu aku pergi, tak usah kau cari lagi-
Bila saat berpisah telah tiba. Izinkan aku menjaga apa yang aku pernah punya: Kamu. Meski kita tak lagi bersama, aku selalu menjadikanmu yang pertama. Sebab, cintaku tak pasti hilang dari jiwa. Mereka ada. Membekas dan berjejak diantara semua singgahan yang pernah kita pijak. Mereka hidup. Menari-nari dalam kemajemukan perasaan yang menjelma sebagai degup. Tenang saja—kamu masih orang yang aku jaga perasaannya.
Arief Aumar Purwanto (via sajaksesak)
Yang aku butuhkan hanyalah pedulimu terhadap segala masalahku. Aku hanya ingin didengar oleh kamu, diberi pengertian, lalu dibuat tenang dari rasa resah yang menggenang. Apakah semua kesibukan, membuatmu buta akan orang yang kamu sayang? Aku terluka sebab kamu tak ada. Perih menyita semua bahagia yang tertera. Aku hampa—kian diurai oleh duka. Tapi. Kamu dimana?
Arief Aumar Purwanto (via sajaksesak)
Aku 😢😢😢
It's been a month, but it still hurt inside
Kamu baik-baik saja tanpa aku? Kalau aku tidak.
Sajaksesak. (via sajaksesak)
Keberanian Esok Hari
Menjadi ‘orang kedua’ tak pernah menjadi impian siapapun. Meski itu adalah seorang dengan hidup termalang sekalipun.
-
Aku tak mengerti bagaimana awalnya aku ada di proses ini. Menjalani semuanya bersama seseorang yang mengaku tak ingin kehilanganku. Namun enggan berkomitmen dan meninggalkan segala hal untuk bisa bersamaku. Aku tak mengerti. Yang kutahu, setiap aku hendak memutuskan pergi, senyumnya selalu menggoda dan menahanku, lagi dan lagi, untuk tetap tinggal. Antara bertahan atau mengutuki diri sendiri.
Aku bukan seorang yang memandang rendah diri sendiri, sehingga berpikir aku layak diperlakukan demikian. Namun selalu setiap ia datang, aku menikmati waktu demi waktu bersamanya. Setiap ia tiba dan memelukku, aku selalu menunda untuk berniat pergi dari sisinya. Selalu saja, hadirnya membuatku membatin…
: Mungkin esok hari aku punya keberanian lebih. Untuk pergi. Benar-benar pergi.
-
© Tia Setiawati | Kualanamu, 9 Juli 2017
Gagal berpamitan :(