Vintage book covers

Discoholic 🪩

JBB: An Artblog!
KIROKAZE
tumblr dot com

Origami Around

❣ Chile in a Photography ❣

★
YOU ARE THE REASON

Kaledo Art

ellievsbear

blake kathryn
Not today Justin

titsay
No title available

#extradirty
Keni
Cosimo Galluzzi
Game of Thrones Daily

roma★
$LAYYYTER

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Kazakhstan
seen from China
seen from Brazil
seen from Indonesia
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Iraq

seen from Sweden

seen from Iraq

seen from France

seen from Iraq
seen from Sweden

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
@falinaisya
Vintage book covers
Usagi’s bedroom from the Sailor Moon Crystal Blu-ray box set booklet.
Jalanmu takkan tersesat, selama dirimu masih tahu arah kiblat.
Gagal menjadi yang terbaik dimata manusia tak mengapa, asalkan jangan gagal menjadi hamba yang baik dimata sang maha pencipta.
The Duke of Cambridge revealed that Princess Charlotte is very excited for her first day of school | September 5, 2019
The Duchess of Cambridge telling Princess Charlotte that big brother Prince George will help her show the way as they arrive at Thomas’s Battersea | September 5, 2019
Pertanyaan Tentang Kehidupan
Seolah-olah kita hadir ke dunia hanya untuk mengumpulkan rezeki. Disitu saja kita berkutat sehari-hari. Mengumpulkan pundi-pundi uang untuk banyak sekali keperluan yang tak ada habisnya.
Berhenti juga salah. Dengan apa kita hidup. Dengan apa anak bisa sekolah. Dengan apa sakit bisa diobati. Dengan apa perut bisa diisi. Dengan apa rumah bisa dibeli.
Kebanyakan orang di generasi kita disekolahkan tinggi-tinggi ujungnya kesitu-situ pula. Cari uang. Jadi yang paling kaya, atau yang paling tinggi jabatannya. Jujur, alhamdulillah. Korupsi, nanti istighfarlah. Nanti tapi. Sekarang hajar dulu, kesempatan gak datang lebih dari sekali, katanya.
Lantas apa kalau sudah bisa beli semuanya? Adakah kebahagiaan benar-benar berasal dari situ? Mengapa di lampu merah tadi ada pengamen dan pedagang asongan yang saling tertawa?
Dalam hidup ini, apa yang kita perjuangkan setiap hari selain menjadi kaya? Hidup itu sendiri? Lantas untuk apa kita hidup?
Taufik Aulia
Jurus Jitu Mendidik Anak
Oleh: Ust. Abdullah Zaen, Lc. MA حفظه الله تعالى
👉JURUS PERTAMA: MENDIDIK ANAK PERLU ILMU
Tidak sedikit di antara kita mempersiapkan ilmu untuk kerja lebih banyak daripada ilmu untuk menjadi orangtua. Padahal tugas kita menjadi orangtua dua puluh empat jam sehari semalam, termasuk saat tidur, terjaga serta antara sadar dan tidak. Sementara tugas kita dalam pekerjaan, hanya sebatas jam kerja.
Betapa banyak suami yang menyandang gelar bapak hanya karena istrinya melahirkan. Sebagaimana banyak wanita disebut ibu semata-mata karena dialah yang melahirkan. Bukan karena mereka menyiapkan diri menjadi orangtua. Bukan pula karena mereka memiliki kepatutan sebagai orangtua.
Padahal, menjadi orangtua harus berbekal ilmu yang memadai. Sekadar memberi mereka uang dan memasukkan di sekolah unggulan, tak cukup untuk membuat anak kita menjadi manusia unggul. Sebab, sangat banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Uang memang bisa membeli tempat tidur yang mewah, tetapi bukan tidur yang lelap.
Uang bisa membeli rumah yang lapang, tetapi bukan kelapangan hati untuk tinggal di dalamnya.
Uang juga bisa membeli pesawat televisi yang sangat besar untuk menghibur anak, tetapi bukan kebesaran jiwa untuk memberi dukungan saat mereka terempas.
Betapa banyak anak-anak yang rapuh jiwanya, padahal mereka tinggal di rumah-rumah yang kokoh bangunannya. Mereka mendapatkan apa saja dari orangtuanya, kecuali perhatian, ketulusan dan kasih sayang!
👉Ilmu apa saja yang dibutuhkan?
»Ilmu agama pertama dan utama yang harus dipelajari orangtua adalah akidah. Sehingga ia bisa menanamkan akidah yang lurus dan keimanan yang kuat dalam jiwa anaknya. Nabi shallallahu’alaihiwasallam mencontohkan bagaimana membangun pondasi tersebut dalam jiwa anak, dalam salah satu sabdanya untuk Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma,
“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.
»»Ilmu tentang cara ibadah, terutama shalat dan cara bersuci. Demi merealisasikan wasiat Nabi shallallahu’alaihiwasallam untuk para orangtua,
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat saat berumur tujuh tahun, dan pukullah jika enggan saat mereka berumur sepuluh tahun”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Syaikh al-Albany.
Bagaimana mungkin orangtua akan memerintahkan shalat pada anaknya, jikalau ia tidak mengerti tatacara shalat yang benar. Mampukah orang yang tidak mempunyai sesuatu, untuk memberikan sesuatu kepada orang lain?
»ilmu tentang akhlak, mulai adab terhadap orangtua, tetangga, teman, tidak lupa adab keseharian si anak. Bagaimana cara makan, minum, tidur, masuk rumah, kamar mandi, bertamu dan lain-lain.
Dalam hal ini Nabi shallallahu’alaihiwasallam mempraktekkannya sendiri, antara lain ketika beliau bersabda menasehati seorang anak kecil,
“Nak, ucapkanlah bismillah (sebelum engkau makan) dan gunakanlah tangan kananmu”. HR. Bukhari dan Muslim dari Umar bin Abi Salamah.
»Ilmu seni berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak. Bagaimana kita menghadapi anak yang hiperaktif atau sebaliknya pendiam. Bagaimana membangun rasa percaya diri dalam diri anak. Bagaimana memotivasi mereka untuk gemar belajar. Bagaimana menumbuhkan bakat yang ada dalam diri anak kita. Dan berbagai konsep-konsep dasar pendidikan anak lainnya.
👍Ayo belajar!
Semoga pemaparan singkat di atas bisa menggambarkan pada kita urgensi ilmu dalam mendidik anak. Sehingga diharapkan bisa mendorong kita untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan pengetahuan kita, menghadiri majlis taklim, membaca buku-buku panduan pendidikan. Agar kita betul-betul menjadi orangtua yang sebenarnya, bukan sekedar orang yang lebih tua dari anaknya!
Urgensi kesalihan orangtua dalam mendidik anak
Kita semua mempunyai keinginan dan cita-cita yang sama. Ingin agar keturunan kita menjadi anak yang salih dan salihah. Namun, terkadang kita lupa bahwa modal utama untuk mencapai cita-cita mulia tersebut ternyata adalah: kesalihan dan ketakwaan kita selaku orangtua. Alangkah lucunya, manakala kita berharap anak menjadi salih dan bertakwa, sedangkan kita sendiri berkubang dalam maksiat dan dosa!
✔Kesalihan jiwa dan perilaku orangtua mempunyai andil yang sangat besar dalam membentuk kesalihan anak.
Sebab ketika si anak membuka matanya di muka bumi ini, yang pertama kali ia lihat adalah ayah dan bundanya. Manakala ia melihat orangtuanya berhias akhlak mulia serta tekun beribadah, niscaya itulah yang akan terekam dengan kuat di benaknya. Dan insyaAllah itupun juga yang akan ia praktekkan dalam kesehariannya. Pepatah mengatakan: “buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya”. Betapa banyak ketakwaan pada diri anak disebabkan ia mengikuti ketakwaan kedua orangtuanya atau salah seorang dari mereka. Ingat karakter dasar manusia, terutama anak kecil, yang suka meniru!
👉Beberapa contoh aplikasi nyatanya
Manakala kita menginginkan anak kita rajin untuk mendirikan shalat lima waktu, gamitlah tangannya dan berangkatlah ke masjid bersama. Bukan hanya dengan berteriak memerintahkan anak pergi ke masjid, sedangkan Anda asyik menonton televisi.
Jika Anda berharap anak rajin membaca al-Qur’an, ramaikanlah rumah dengan lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an yang keluar dari lisan ayah, ibu ataupun kaset dan radio. Jangan malah Anda menghabiskan hari-hari dengan membaca koran, diiringi lantunan langgam gendingan atau suara biduanita yang mendayu-dayu!
👉JURUS KEDUA: MENDIDIK ANAK PERLU KESALIHAN ORANGTUA
Tentu Anda masih ingat kisah ‘petualangan’ Nabi Khidir dengan Nabi Musa ‘alaihimassalam. Ya, di antara penggalan kisahnya adalah apa yang Allah sebutkan dalam surat al-Kahfi. Manakala mereka berdua memasuki suatu kampung dan penduduknya enggan untuk sekedar menjamu mereka berdua. Sebelum meninggalkan kampung tersebut, mereka menemukan rumah yang hampir ambruk. Dengan ringan tangan Nabi Khidir memperbaiki tembok rumah tersebut, tanpa meminta upah dari penduduk kampung. Nabi Musa terheran-heran melihat tindakannya. Nabi Khidir pun beralasan, bahwa rumah tersebut milik dua anak yatim dan di bawahnya terpendam harta peninggalan orangtua mereka yang salih. Allah berkehendak menjaga harta tersebut hingga kedua anak tersebut dewasa dan mengambil manfaat dari harta itu.
Para ahli tafsir menyebutkan, bahwa di antara pelajaran yang bisa dipetik dari kisah di atas adalah: Allah akan menjaga keturunan seseorang manakala ia salih, walaupun ia telah meninggal dunia sekalipun.
Subhânallâh, begitulah dampak positif kesalihan orang tua! Sekalipun telah meninggal dunia masih tetap dirasakan oleh keturunannya. Bagaimana halnya ketika ia masih hidup?? Tentu lebih besar dan lebih besar lagi dampak positifnya.
Kalau Anda menginginkan anak jujur dalam bertutur kata, hindarilah berbohong sekecil apapun. Tanpa disadari, ternyata sebagai orang tua kita sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya. Salah satu contoh pada saat kita terburu-buru pergi ke kantor di pagi hari, anak kita meminta ikut atau mengajak jalan-jalan mengelilingi perumahan. Apa yang kita lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengatakan, “Bapak hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya. Sebentaaar saja ya sayang…”. Tapi ternyata, kita malah pulang malam!
Dalam contoh di atas, sejatinya kita telah berbohong kepada anak, dan itu akan ditiru olehnya.
Terus apa yang sebaiknya kita lakukan? Berkatalah dengan jujur kepada anak. Ungkapkan dengan lembut dan penuh kasih serta pengertian, “Sayang, bapak mau pergi ke kantor. Kamu tidak bisa ikut. Tapi kalo bapak ke kebun binatang, insyaAllah kamu bisa ikut”.
Kita tak perlu merasa khawatir dan menjadi terburu-buru dengan keadaan ini. Pastinya akan membutuhkan waktu lebih untuk memberi pengertian kepada anak karena biasanya mereka menangis. Anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orang tuanya harus selalu pergi di pagi hari. Kita perlu bersabar dan melakukan pengertian kepada mereka secara terus menerus. Perlahan anak akan memahami mengapa orangtuanya selalu pergi di pagi hari dan bila pergi bekerja, anak tidak bisa ikut.
Anda ingin anak jujur? Mulailah dari diri Anda sendiri!
. Sebuah renungan
Tidak ada salahnya kita putar ingatan kepada beberapa puluh tahun ke belakang, saat sarana informasi dan telekomunikasi masih amat terbatas, lalu kita bandingkan dengan zaman ini dan dampaknya yang luar biasa untuk para orangtua dan anak.
Dulu, masih banyak ibu-ibu yang rajin mengajari anaknya mengaji, namun sekarang mereka telah sibuk dengan acara televisi. Dahulu ibu-ibu dg sabar bercerita tentang kisah para nabi, para sahabat hingga teladan dari para ulama,
👉JURUS KETIGA: MENDIDIK ANAK PERLU KEIKHLASAN
✔👍Ikhlas merupakan ruh bagi setiap amalan. Amalan tanpa disuntik keikhlasan bagaikan jasad yg tak bernyawa.
Termasuk jenis amalan yg harus dilandasi keikhlasan adalah mendidik anak. Apa maksudnya?
Maksudnya: Rawat & didik anak dg penuh ketulusan & niat ikhlas semata-mata mengharapkan keridhaan Allah ta’ala.
Canangkan niat semata-mata untuk Allah dalam seluruh aktivitas edukatif, baik berupa perintah, larangan, nasehat, pengawasan maupun hukuman. Iringilah setiap kata yg kita ucapkan dg keikhlasan..
Bahkan dalam setiap perbuatan yg kita lakukan untuk merawat anak, entah itu bekerja membanting tulang guna mencari nafkah untuknya, menyuapinya, memandikannya hingga mengganti popoknya, niatkanlah semata karena mengharap ridha Allah.
Apa sih kekuatan keikhlasan?
Ikhlas memiliki dampak kekuatan yg begitu dahsyat. Di antaranya:
dg ketulusan, suatu aktivitas akan terasa ringan. Proses membuat & mendidik anak, mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, membimbing hingga mendidik, jelas membutuhkan waktu yg tidak sebentar. Puluhan tahun! Tentu di rentang waktu yg cukup panjang tersebut, terka&g muncul dalam hati rasa jenuh & kesal karena ulah anak yg kerap menjengkelkan. Seringkali tubuh terasa super capek karena banyaknya pekerjaan; cucian yg menumpuk, berbagai sudut rumah yg sebentar-sebentar perlu dipel karena anak ngompol di sana sini & tidak ketinggalan mainan yg selalu berserakan & berantakan di mana-mana.Anda ingin seabreg pekerjaan itu terasa ringan? Jalanilah dg penuh ketulusan & keikhlasan! Sebab seberat apapun pekerjaan, jika dilakukan dg ikhlas insyaAllah akan terasa ringan, bahkan menyenangkan. Sebaliknya, seringan apapun pekerjaan, kalau dilakukan dg keluh kesah pasti akan terasa seberat gunung & menyebalkan.
Dg keikhlasan, ucapan kita akan berbobot. Sering kita mencermati & merasakan bahwa di antara kata-kata kita, ada yg sangat membekas di dada anak-anak yg masih belia… hingga mereka dewasa kelak. Sebaliknya, tak sedikit ucapan yg bahkan kita teriakkan keras-keras di telinganya, ternyata berlalu begitu saja bagai angin malam yg segera hilang kesejukannya begitu mentari pagi bersinar.Apa yg membedakan? Salah satunya adalah kekuatan yg menggerakkan kata2 kita. Jika Engkau ucapkan kata2 itu untuk sekedar meluapkan amarah, maka anak-anak itu akan mendengarnya sesaat & sesudah itu hilang tanpa bekas. Namun jika Engkau ucapkan dg sepenuh hati sambil mengharapkan turunnya hidayah utk anak2 yg Engkau lahirkan dg susah payah itu, insya Allah akan menjadi perkataan yg berbobot.Sebab bobot kata-kata kita kerap bersumber bukan dari manisnya tutur kata, melainkan krn kuatnya penggerak dari dalam dada; iman kita & keikhlasan kita…
dg keikhlasan anak kita akan mudah diatur. Jgn pernah meremehkan perhatian & pengamatan anak kita. Anak yg masih putih & bersih dari noda dosa akan begitu mudah merasakan suasana hati kita.Dia bs membedakan antara tatapan kasih sayang dg tatapan kemarahan, antara dekapan ketulusan dg pelukan kejengkelan, antara belaian cinta dg cubitan kesal. Bahkan ia pun bisa menangkap suasana hati orgtuanya, se&g tenang & damaikah, atau se&g gundah gulana?Manakala si anak merasakan ketulusan hati orgtuanya dalam setiap yg dikerjakan, ia akan menerima arahan & nasehat yg disampaikan ayah & bun&ya, krn ia menangkap bahwa segala yg disampaikan pa&ya adalah semata demi kebaikan dirinya.
dg keikhlasan kita akan memetik buah manis pahala. Keikhlasan bukan hanya memberikan dampak positif di dunia, namun juga akan membuahkan pahala yg amat manis di alam sana. yg itu berujung kpd berkumpulnya orgtua dg anak2nya di negeri keabadian; surga Allah yg penuh dg keindahan & kenikmatan.
Artinya: “org-org yg beriman, beserta anak cucu mereka yg mengikuti mereka dlm keimanan, Kami akan pertemukan mereka dg anak cucu mereka”. QS.Ath-Thur: 21
Dipertemukan dimana? Di surga Allah jalla wa‘ala!
Mulailah dari sekarang
🍃🌺🌺 ❀ ❀ ❀ ❀ ❀
😊, simpan dulu..
Hello Tumblr 👋
Today, Tumblr’s owner, Verizon Media, announced that Automattic plans to acquire Tumblr. Automattic is the technology company behind products such as WordPress.com, WooCommerce, Jetpack, and Simplenote—products that help connect creators, businesses, and publishers to communities around the world.
We couldn’t be more excited to be joining a team that has a similar mission. Many of you know WordPress.com, Automattic’s flagship product. WordPress.com and Tumblr were both early pioneers among blogging platforms.
Automattic shares our vision to build passionate communities around shared interests and to democratize publishing so that anyone with a story can tell it, especially when they come from under-heard voices and marginalized communities.
We look forward to continuing to create products that empower your self-expression and sense of community and that build a better, more inclusive internet.
We’re excited for our future together!
<3 Tumblr
Hatimu berharga, tidak sembarang orang berhak menerimanya.
©Quraners
Buat perempuan juga laki-laki.
Karena hatimu berharga, tidak sembarang orang bisa masuk dan menyentuhnya.
Karena untuk mendapatkannya, ada 'izzah yang harus dijaga.
Semoga hati yang dijaga, bertemu juga dengan yang terjaga lagi menjaga. ©Quraners
Bukankah sudah sering diingatkan, bahwa saat sendirimu adalah bagaimana kualitas imanmu, halal atau haram yang kamu kerjakan saat itu menunjukkan serius tidaknya kamu dengan tuhanmu.
Menjadi malaikat dalam keramaian jauh lebih mudah dibanding menjadi malaikat dalam kesendirian, mungkin dunia bisa kamu bohongi tapi kamera langit tidak akan pernah mati merekam dan mengawasi.
Ada yang dengan mudahnya melemparkan kata-kata indah dan untaian nasehat untuk setiap pendengarnya, tapi dia lupa bahwa pada saat itu Allah akan menguji dengan apa yang barusan ia katakan. Sendirimu adalah kualitas takutmu pada Rabbmu.
Hendaknya, setiap episode kehidupan, menjadikan kita lebih yakin kepada Allah tanpa ada keraguan, soal rezeki apalagi jodoh yang sudah pasti, kematianpun kian hari semakin menghampiri.
Ya Allah, dalam setiap sujudku ada selipan doa dan permohonan ampun. Dari hambamu yang sering lalai.
Melembutlah.
@jndmmsyhd
Tanpa kamu harus bercerita panjang lebar pada manusia, Allah sudah mengerti bagaimana sulitnya kamu bersabar, tentang bagaimana gemuruhnya hatimu saat ini.
Menangislah sejenak, kepasrahanmu padaNya akan mendatangkan jalan keluar, ribuan usaha yang kamu lakukan tidak akan pernah membawa pada puncaknya jika ternyata kamu tidak melibatkan Allah dalam rencanamu.
Rancang dan tuangkanlah setiap rencanamu dalam secarik kertas, pada bait akhir tulislah "Aku, usahaku, dan doaku harus seimbang, dan untuk hasilnya aku ikuti jalan dan kemauanmu ya Rabb". Ia akan menenangkanmu, sebab kini kamu tidak bergantung pada hasil manusia, tapi pada hasilNya.
Setiap yang bergemuruh dalam dada terkadang akan membuatmu harus sedikit menangis, tidak mengapa. Biarkan ia tertuang dalam aliran airmatamu, hingga ia tenang, dan setelah itu kamu harus kembali menghapusnya dan mulai berjalan lagi. Tersenyum.
Karena setiap kita akan ada gemuruh dalam dadanya masing-masing, dan setiap kita punya tujuan yang harus dicapai. Semangat bertumbuh.
Jangan lupa doa.
@jndmmsyhd
Pesan berharga
“Setiap jalan cerita yang kamu lalui, ada sesuatu yang ingin Allah sampaikan kalau kamu mau peka dalam mengambil pelajaran.”
Pernahkah menarik satu waktu ke belakang, menuju titik awal perjalananmu. Ke suatu waktu di mana kamu baru memulai untuk mengambil suatu keputusan.
Pernahkah kamu melihat kembali bagaimana dulu pertimbangan-pertimbanganmu, sudut pandangmu, dan keyakinanmu tentang sesuatu hal.
Pernahkah kamu merenungkan kenapa harus memilih jalan A, melalui arah B, atau memutar ulang ke arah yang lebih jauh melalui rute C.
Atau kamu sudah pernah melalui A, setelah memutar arah ke arah C, lalu kamu kembali memutar arah ke titik A.
Jika kamu mau mengambil pelajaran, setiap keputusan-keputusanmu, dari A, B, C hingga Z semuanya terkorelasi dalam satu hubungan.
Ada pesan berharga yang bisa kamu petik menuju satu kesimpulan. Bahwa sesuatu yang baik terkadang adalah sesuatu yang yang paling dekat denganmu.
Sesuatu yang hadirnya sering kamu lewatkan.
—ibnufir
Selalu melelahkan dan membosankan mendengar pertanyaan berulang yang dimulai dengan kata tanya 'kapan'. Gengs, aku pun penasaran. Tapi ternyata jawaban masih rahasia Tuhan.
“As time goes on, you’ll understand. What lasts, lasts; what doesn’t, doesn’t. Time solves most things. And what time can’t solve, you have to solve yourself.”
— Haruki Murakami, Dance Dance Dance (via amargedom)
Memang akan ada beberapa bagian yang tidak berjalan sesuai dengan rencana. Sematang apapun kita membuat rinciannya.
Membuat kita belajar lagi untuk mengenal diri sendiri. Meyelam lebih dalam, menguatkan kembali segala persiapan.
Agar yang menciptakan semesta mengerti, hamba-Nya ini masih terus berjalan untuk memantaskan diri
- Danny Dzul Fikri
Surabaya, pertengahan Juli 2019
Nungguin Apa Sih?
Di usia seperempat abad-an ini rasanya tuh kayak gak sukses-sukses gitu, tapi sebenarnya di dalam kepala sudah ada macam-macam rencana. Kayaknya, gak suksesnya tuh bukan karena rencananya yang kurang bagus, tapi karena eksekusinya yang gak jalan.
Bikin rencana itu susah, eksekusinya lebih susah lagi. Karena gak cuma harus mikir, tapi juga ngalokasiin waktu, tenaga, uang, juga perasaan.
Jadi jangan kesenengan dulu kalo baru cuma punya rencana bagus. Lewat sehari, lewat seminggu, lewat sebulan, lewat setahun, tau-tau udah tua aja.
Sebenernya nungguin apa sih? Nungguin besok? Begitu ketemu besok, besok itu udah bukan besok lagi, tapi udah jadi sekarang. Karena di kepalamu yang kamu tunggu itu besok, akhirnya kamu nungguin besok lagi. Gitu aja terus.
I know, ngelawan magernya itu, kan? Pasti ada aja distraksi yang muncul dan mencuri waktumu tanpa kamu sadari. Gadgetmu itu lho. Youtube-an mulu. Main game mulu. Streaming film mulu. Tau-tau tua.
Duh bang, kapan lagi kalau bukan sekarang? Hajarlah!
Jakarta | Taufik Aulia
Tanpa kamu harus bercerita panjang lebar pada manusia, Allah sudah mengerti bagaimana sulitnya kamu bersabar, tentang bagaimana gemuruhnya hatimu saat ini.
Menangislah sejenak, kepasrahanmu padaNya akan mendatangkan jalan keluar, ribuan usaha yang kamu lakukan tidak akan pernah membawa pada puncaknya jika ternyata kamu tidak melibatkan Allah dalam rencanamu.
Rancang dan tuangkanlah setiap rencanamu dalam secarik kertas, pada bait akhir tulislah "Aku, usahaku, dan doaku harus seimbang, dan untuk hasilnya aku ikuti jalan dan kemauanmu ya Rabb". Ia akan menenangkanmu, sebab kini kamu tidak bergantung pada hasil manusia, tapi pada hasilNya.
Setiap yang bergemuruh dalam dada terkadang akan membuatmu harus sedikit menangis, tidak mengapa. Biarkan ia tertuang dalam aliran airmatamu, hingga ia tenang, dan setelah itu kamu harus kembali menghapusnya dan mulai berjalan lagi. Tersenyum.
Karena setiap kita akan ada gemuruh dalam dadanya masing-masing, dan setiap kita punya tujuan yang harus dicapai. Semangat bertumbuh.
Jangan lupa doa.
@jndmmsyhd