We may get hurt but at the same time, we can also be a remedy. Not always for ourselves, maybe for another instead.
Three Goblin Art

titsay
No title available
macklin celebrini has autism

⁂
Monterey Bay Aquarium
Stranger Things
todays bird

shark vs the universe
Cosmic Funnies

Love Begins

izzy's playlists!

oozey mess
Claire Keane
will byers stan first human second
occasionally subtle

tannertan36
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
h

pixel skylines
seen from United States

seen from Singapore
seen from Japan
seen from Italy
seen from Japan
seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from Pakistan

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Japan

seen from India
seen from India

seen from United States

seen from United States
seen from United States
@fikargravityzone
We may get hurt but at the same time, we can also be a remedy. Not always for ourselves, maybe for another instead.
since that day you might be gone, but never forgotten.
guilty feeling of lackness
seringkali hal yang kita tuju atau kita inginkan justru gabisa diraih "apple to apple" dengan kita mengejar langsung apa target kita. Tapi ada hal yang lain yang mungkin dirasa kontradiktif yang dengan kita kejar hal itu justru kita bakal dapet apa yang sebenarnya kita inginkan
miss those thank you
Radical Muslim caught on camera.
Berkumpul dengan kawan lama memang punya sukanya sendiri.
Kenalkan ini kawan-kawanku, kawan 3 tahun SMA dan juga 1 Atap (Mungkin beberapa ada yang 6 tahun jika sudah bersamaku sejak SMP). Mereka adalah kawan tumbuh dewasa. Belajar bersama, tertawa bersama, dihukum bersama, tertawa lagi, dan dihukum lagi. kami jarang bersedih, lebih sering was was karena takut kenakalan kami akan terbongkar wali asrama (pengganti orangtua kami selama di asrama). Oiya sebelumnya kami ini anak pesantren tapi lebih senang disebut anak asrama (biar terdengar lebih keren mungkin, padahal tak ada bedanya). Disini kami kehilangan banyak hal yang mungkin akan didapat teman-teman diluar sana, nongkrong" ala anak SMA tidak semudah ketika kami berada diluar asrama, kisah cinta anak SMA, ah sudahlah kami ini hanya kumpulan ratusan orang remaja pria berkumpul di satu asrama, paling bisanya cuma olahraga. Kalaupun ada paling hanya menyapa malu malu dari sosial media di warnet, atau paling diam diam kirim sms pake hape nokia jadul wali asrama yang harusnya dipakai untuk menelpon orang tua 1 minggu 1 kali. Tapi tanpa disangka, hal ini yang membuat solidaritas kami tiada dua apalagi tiga. Disini tiada yang namanya orang kaya. Walaupun dirumah ia punya 18 Lamborgini, tapi disini makannya tetap tempe sama nasi, bajunya cuma koko putih, seragam, dan gamis.
Lalu setelah melalui dinamikanya, datang waktunya kami lulus, berpisah. Terasa senang karena akhirnya bisa keluar dari "penjara suci" ini. Namun tak berapa lama terasa ada yang berbeda, iya dunia luar berbeda. Kami mulai teringat kawan lama kami lagi. Tapi itulah hidup, terus menuntun. dan kami menempuh jalan masing masing.
Hingga baru saja saat kami bertemu kembali, rasanya tiada beda bertemu kawan lama yang kami tau seluk beluk buruknya. Namun kini semua sudah berkembang menjadi diri terbaiknya.
Sungguh seru.
lucunya, kita lebih sering mengkhwatirkan dan mencemaskan hal yang sudah Allah jamin (seperti rejeki), dan malah santai dalam memikirkan bekal akhirat yang belum tentu terjamin
Yang Tidak Bisa dibalas Sebanyak Apapun Harta Belasan Tahun Mendatang
Setahun lebih lalu saya dan Azima punya kebiasaan malam. Azima belum tidur sampai ayahnya pulang, lalu ajak main sampai malam. Kadang bisa jam 10, bahkan jam 11 malam kami main. . Biasanya dihabiskan buat gambar bareng, olah raga bareng, atau main bangun susun bareng. Azima gak akan mau tidur kalau ayahnya gak ikut tidur. Pas ayahnya harus lanjutin kerja malam hari, dia sering bilang, “mau nemenin ayah kerja”, sambil nulis2 sendiri di deket meja kerja ayahnya. . Nah tapi setelah Azima sekolah TK dan TPA sore hari, jam tidurnya jadi sebelum jam 8 malam karena lelah di siang hari. Pola yang lebih bagus dan sehat sebenarnya, tapi sekarang jadi merindukan waktu2 malam main bareng kami. Mayoritas hari kerja biasanya ayahnya pulang dalam kondisi Azima sudah berselimut. . Pernah dengar cerita dari orang, katanya entrepreneur itu gak punya work life balance. Iming2 punya waktu fleksible sebagai wirausaha hanya isapan jempol. Ia mungkin baru bisa menikmati waktu luang saat bisnisnya besar, bisa jalan sendiri, atau tinggal menikmati deviden hasil usaha. . Tapi saya merasa stigma itu gak boleh begitu saja diterima dan telan mentah2. Karena walau pengorbanan waktu dengan kerja keras itu mutlak diperlukan, tapi waktu saat ini tidak akan pernah bisa ditukar dengan kelapangan masa depan. . Gak akan sama rasanya antara bacakan cerita sebelum tidur putri kecil kita dengan dinner bareng anak gadis ketika mereka dewasa. Beda jauh kenangan antara ajarkan meng-eja quran dengan menyaksikan mereka menyelesaikan hafalan quran saat beranjak besar. Gak tergantikan sensasi saat kita menggendongnya riang di bahu, dengan mendampinginya saat akad nikahnya kelak. . Setiap penggalan waktu punya kenangan dan artinya. Semua berharga. Gak bisa kejadian di satu penggalan waktu ditunda terjadinya di masa kemudian ketika kita lapang. Semuanya harus terjadi dan dijalani sesuai suratan, baik sempit ataupun lapang. . Yang buatnya bisa berbeda adalah kemampuan tuk terus berusaha total di setiap peran sesempit apapun. Mencari nafkah butuh total, tapi gak boleh mengurangi totalitas sebagai seorang ayah. Memperjuangkan mimpi harus serius, tapi gak boleh mengabaikan keseriusan sebagai suami. Aktualisasi diri penting, tapi gak boleh menafikkan pentingnya berbakti pada orang tua. . Semua mungkin gak akan bisa sempurna. Sering kali kita pincang ke kanan dan ke kiri sambil terus melangkah. Tapi gak boleh satupun yang tercecer terabaikan. Karena tiap hal yang kita pikul itu penting. Gak bisa dibalas sebanyak apapun harta belasan tahun mendatang. Gak bisa diputar ulang selapang apapun waktu di masa yang akan datang.
Andy Robertson: Here, Trent, I got you a gift.
Trent Alexander-Arnold: Hey, thanks Robbo
Trent: *Shaking the box* It’s kinda light. What is it?
Trent: *Opens gift and looks up at Andy unimpressed* This is just an empty box
Andy: Yeah, I know. The real gift is my friendship.
Trent: *throws the box at Andy*
Astaghfirullahaladzim astaghfirullahaladzim astaghfirullahaladzim
Ketika banyak tertawa dapat mengeraskan hati, insyaallah berdzikir merupakan peluruhnya. Ya allah ampuni kami atas segala dosa yang telah kami perbuat, yang disengaja maupun tidak.
وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
And surely to our Lord we always turn. (The Quran, verse 43:14)
Source: umaymen, via IslamicArtDB
Proses atau Hasil, Pilih!
"Yang paling penting adalah prosesnya meraihnya, hasil belakangan!"
"Tidak, justru hasil yang kita raihlah yang terpenting!"
Memang benar rasanya ketika proses perjalanan adalah yang dikedepankan. Tapi mementingkan hasil pun bukan suatu yang dapat disalahkan pula.
Karena yang berproses tanpa disadari berproses untuk menyiapkan hasil terbaiknya.
Begitupun yang mementingkan hasil, tanpa disadari mementingkan hasil sembari berproses dengan caranya.
Toh nyatanya hidup ini bukan melulu pilihan ganda. Karena seringkali, menetapkan suatu pilihan berati harus menjalani pilihan lainnya.
“When Allah blesses us with someone that we love, we forget that Allah is the source of that blessing, and we begin to love that person as we should love Allah. That person becomes the center of our world—all our concerns, thoughts, plans, fears, and hopes revolve only around them. If they are not our spouses, we are sometimes even willing to fall into haram just to be with them. And if they were to leave us, our whole world would crumble. So now, we have shifted our worship from the Source of the blessing to the blessing itself.”
— Yasmin Mogahed
Abu Huraira رضي الله عنه reported Allah’s Messenger ﷺ as saying:
The uttering of (these words): “Glory be to Allah, All praise is due to Allah, There is no god but Allah, Allah is the greatest” is dearer to me than anything over which the sun rises.
[Sahih Muslim 2695]
Pada beberapa kesempatan, kehilangan sesuatu acap kali terjadi pada diri kita. Namun pada beberapa kesempatan juga begitu banyak hal yang datang untuk melengkapi kita. Salah satunya adalah melihat yang dicinta bahagia.
- lamunan bersuara
mengulang masa lalu memang selalu menjadi perkara