Kadang, ketika aku sudah malu untuk meminta kepada-Mu, do'aku hanya satu; Kabulkanlah semua do'a ibuku.
Fitri Nurjamilah
he wasn't even looking at me and he found me
sheepfilms
Show & Tell
i don't do bad sauce passes
Three Goblin Art
trying on a metaphor

★
Today's Document

izzy's playlists!
Game of Thrones Daily
🪼

Love Begins
YOU ARE THE REASON
Lint Roller? I Barely Know Her

blake kathryn

Andulka

❣ Chile in a Photography ❣

JBB: An Artblog!
cherry valley forever
taylor price

seen from United States
seen from United States

seen from Australia

seen from United States

seen from Türkiye

seen from T1
seen from Malaysia

seen from Germany
seen from Malaysia
seen from Singapore
seen from Türkiye

seen from Pakistan
seen from Canada

seen from T1

seen from Singapore
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Norway

seen from United States
@filosofitri
Kadang, ketika aku sudah malu untuk meminta kepada-Mu, do'aku hanya satu; Kabulkanlah semua do'a ibuku.
Fitri Nurjamilah
From Love, Your Mother
what is importance? is make we forgot little happiness which actually more important than anything?
sometimes, we called important on bussiness, activity, money and we reach it always. yaaaa doesnt matter sih, tapi we must know that, “we cant do everything we want. we can only do thing we need.”
more important rather than our wealth are; family, friends and their happiness.
source image : facebook
Make time for life. Not, Make life for time.
Para guru, bersabarlah dalam menghadapi anak-anak yang nakal, sulit diatur dan semaunya sendiri. Siapa tahu tangan anak-anak tersebut adalah tangan yang menarik kita ke syurga nanti. Selamat hari guru nasional.
Fitri Nurjamilah
Dulu, aku ingin mengelilingi Indonesia dan menjelajahi dunia. Ingin bertamasya ke tempat-tempat yang indah dan menyejukan mata. Mengunjungi tempat yang mempertemukan aku dengan banyak orang baru. Namun sekarang, satu-satunya tempat yang ingin aku tuju hanyalah rumah. Yang mempertemukanku dengan ayah dan ibu.
Fitri Nurjamilah
Sekarang ini, sulit mencari orang yang benar-benar mau mendengar. Kalau lawan bicaramu mendengar dengan sepenuh hati, beban pikiranmu menjadi ringan. Kalau kamu malah tambah ruwet, meski yang mendengarkanmu tadi seolah serius mendengar, berarti dia tak benar-benar hadir untukmu
Firaz “Partikel” (via filosofitri)
nasib seseorang yang tidak memiliki teman untuk mendengarkan ceritanya, hanya bisa memendam cerita itu untuk dirinya sendiri :)
Ceritakan pada-Nya, itu akan sangat membantumu. :)
Laki2 yg paling berjiwa besar adalah laki-laki yang menikah dengan kaum difabel. Mencintai wanita yang tidak sempurna, tidak semudah mencintai wanita normal apalagi cantik.
Fitri Nurjamilah
Day 4 "Selamat Malam, Malam"
Selamat malam, malam. Maaf jika tak lama aku terjaga bersamamu. Jangan lupa sampaikan pesanku kepada pagi untuk membangunkanku besok.
Day 3 "Membiasakan Menulis"
Untuk kalian yang belum tahu, nulisbuku.com lagi ngadain project #nulisrandom2015. Siapapun kamu boleh ikutan tanpa syarat apapun, hanya saja yang pastinya kamu harus menulis setiap hari. Membiasakan menulis seperti setiap pagi kita gosok gigi, mandi dan sarapan sebelum pergi. Seperti mengucapkan selamat pagi dan selamat tidur kepada kekasih hati. Seperti kita wajib Shalat 5 waktu setiap hari. Dosa jika ditinggalkan. Begitupun menulis. Setidaknya kita merasa berdosa, bersalah dan ada yang hilang bila meninggalkannya. Semoga kita bisa terus menulis setiap hari. Melatih otak agar tidak tumpul. Pun untuk warisan kepada anak cucu kita. Agar mereka lebih mengenal siapa orang tua dan nenek kakeknya kelak dibanding Thomas Alva Edison, Einsein ataupun Soekarno. Tidak perlu kata-kata mutiara atau kalimat sempurna untuk ikutan project ini. Yang penting kamu mau menulis setiap hari walaupun hanya satu kalimat.
Day 2 "Kerudung dan Hati"
Masih terngiang di memori ketika salah seorang dosen bertanya kepadaku di dalam kelas “kenapa Fitri belum pake kerudung?” melihat semua mahasiswi di kelas, satu persatu semuanya sudah memakai kerudung kecuali Frida dan aku. Frida adalah perempuan asal Batak, yang beragama non islam. Jadi tidak mungkin jika dosenku bertanya kepada dia. Sedang aku perempuan Bandung tulen yang beragama islam. Dengan lantang aku menjawab “Mau mengerudungi hati dulu Bu”. Diiringi sorak sorai teman-teman satu kelas. Tak ada sedikitpun rasa malu ataupun sungkan menjawab pertanyaan semacam itu. Dosenku pun menggeleng-gelengkan kepala “Ah alesan aja kamu”. Tanpa menceramahiku lebih lanjut. Awal-awal kuliah memang momen yang paling seru. Teman-teman yang banyak, mata kuliah yang masih lumayan gampang dan perbincangan yang seru membuatku beruntung bisa menjadi mahasiswi. Dari dulu memang aku agak tomboy, jadi kebanyakan teman-temanku pun laki-laki. Tak sedikitpun aku merasa tergiur dengan mengerudungi kepala. Walaupun ibu dan kakakku berkerudung, tetapi mereka tidak pernah memaksaku untuk berkerudung. Bagiku itu kuno dan tidak gaul. Pun aku tidak bisa membayangkan bagaimana gerah dan panasnya kepalaku ketika aku mengenakan kerudung di kota Bandung yang sudah tidak sedingin dulu. Seiring waktu berjalan, karena lingkungan pergaulanku yang kebanyakan perempuan berkerudung, termasuk lingkungan kerja. Juga aku sudah mulai girly, pun aku belajar lebih banyak tentang agama, aku mulai mencoba berkerudung. Awalnya hanya sesekali ketika kerja saja. Jika berangkat kuliah atau sekedar jalan2, aku tanggalkan kerudungnya. Makin lama aku semakin malu pada Tuhanku, malu pada teman-temanku, malu pada murid-muridku, dan yang lebih parahnya lagi aku malu pada diriku sendiri. Kenapa aku harus membuka tutup kerudungku? Padahal perempuan muslim wajib menggunakan kerudung. Kenapa aku harus malu karena tidak gaul atau kuno? Padahal nasib ayahku di akhirat nanti ditentukan oleh aku, anak perempuannya. Jika anak perempuannya keluar rumah tidak menggunakan kerudung, maka selangkah lagi ayah akan masuk ke dalam neraka. Aku tidak mau ayahku jadi korban kebengalanku. Aku sudah mantap berkerudung dan tidak akan melepasnya untuk alasan apapun. Kau tau? Aku berkerudung bukan berarti agamaku sudah sempurna, aku masih cacat penuh dosa. Tingkah laku dan pandangan pun pasti tidak selalu benar, akidah ku belum tentu sudah lebih baik dari perempuan yang memakai tanktop dan hotpants. Tapi setidaknya aku sudah menaati kewajibanku sebagai perempuan muslim. Selebihnya biarkan aku perbaiki akhlak ku sendiri. Tak perlu kau suruh aku membuka kerudungku. Aku tak akan menyuruh kalian yang belum berkerudung untuk secepatnya berkerudung secara blak-blakan. Tapi aku hanya ingin memberi saran; jika ingin benar, bergaulah dengan orang-orang yang benar. Maka kau akan ikut benar. Tak perlu menunggu akhlak dan agamamu sempurna jika ingin memulai berkerudung. Juga nyatanya aku sendiri membuktikan berkerudung dan memakai baju panjang itu tidak membuatku semakin gerah, malah jadinya adem, karena tubuhku dilindungi oleh kain dari sinar matahari maupun debu jalanan. Ketika malampun ia melindungiku dari dinginnya angin. Dan oh iya, sekarang sudah bukan jamannya lagi setengah telanjang memamerkan aurat di depan umum. Itu sudah kuno :D.
Day 1 "Krisis Malu Sahabat"
Sahabat adalah sekelompok orang yang tidak punya malu dan tidak pernah menjaga image saat bersama. Bahkan tak jarang malu2in dan membuat gelak tawa semakin menggema. Ini sudah menjadi krisis malu yang sulit disembuhkan. Mereka yang masuk tanpa permisi ke rumahmu ketika lapar dan tidak ada tujuan. Mereka yang dengan sengaja mengatakan langsung kekurangan dan kejelakanmu tanpa membuatmu sakit hati. Mereka yang akan menolongmu saat jatuh ketika mereka selesai menertawakanmu dulu. Hal yang paling menyenangkan adalah ketika sudah lama aku tidak bertemu mereka dan setelah bertemu tidak ada yang berubah dari mereka. Meskipun ada yang agak berubah menjadi sedikit alay :p, dan sang tomboy yang menjadi mamah Dedeh KW 2, tetapi mereka masih tetap menjadi orang-orang yang aku kenal dari 10 tahun yang lalu. Pertemuan dengan mereka selalu seru dengan saling menjatuhkan, membuka aib sendiri dan membuang jauh rasa malu. Kini mereka telah dewasa, sudah mulai membicakan masa depan. Dan aku pasti banyak berharap mereka akan tetap menjadi orang-orang yang sama walau telah menemukan pasangan hidup masing-masing nanti. Krisis malu mu tak perlu disembuhkan. Dan semoga selalu begitu :).
Pendidikan pertama adalah keluarga. Keluarga yang bahagia akan melahirkan generasi yang bahagia. Generasi yang bahagia akan mampu menerima pendidikan dengan baik. Selamat hari pendidikan nasional.
filosofitri
Ketika rakyat Indonesia menyatakan perang melawan korupsi, semestinya presiden bersikap sama bila benar hanya akan tunduk pada kehendak rakyat.
Karim Suryadi
Bye 2014..
Tak perlu terlalu gegap gempita menyambut tahun baru. Dengan membakar makanan, apalagi membakar petasan. Habiskan detik-detik pergantian tahun ini dengan syukur yang tak terhingga. Tahun 2014, mungkin tahun ini menjadi tahun yang paling banyak cerita. Wisuda, menikah dan tim sepakbola yang juara setelah 19 tahun. Adakah yang lebih sempurna dari ketiga kolaborasi itu? Ada. Aku belum menjadi ibu. Dan itu akan menjadi resolusi terbesar dalam sejarah hidupku menyongsong tahun baru. Aku juga belum bisa membahagiakan ayah dan ibu. Aku juga belum bisa membanggakan suamiku. Aku juga belum bisa menjadi panutan adik-adikku. Ilmu yang aku sampaikan pada anak-anak didikku juga belum menuai hasil yang maksimal. Ah ternyata masih banyak yang harus aku raih. Semoga akan terwujud 3 jam lagi. Kuharap kau meng-amiinkan.
Jika ada penulis yang mengaku produktif tanpa pernah membaca sama sekali, artinya ia berhenti belajar dan hanya.ada dua kemungkinan: pertama ia sudah mencapai tingkat "manusia guru" atau kedua ia pembohong dan ini mungkin yang paling masuk akal
Andrias Hareta
Aktifitas menulis dapat mengangkat derajat intelektualitas seseorang. Apalagi masyarakat Indonesia masih belum membudayakan menulis. Lihat saja bagaimana mahasiswa S1 yang mengenyam bangku kuliah hingga 4 tahun masih sangat alergi menulis makalah dan gagap saat menulis skripsi. Kalau mahasiswanya saja demikian, bagaimana yang tidak berpendidikan?
88 kiat menjadi penulis hebat
Tuhan, aku tahu, Kau telah memberiku banyak hal, sementara sedikit sekali yang kuberi. Tapi, tambahkanlah satu saja: jangan ragu untuk memberiku lebih dari itu. Sayangilah ayah dan ibuku, juga orang-orang yang menyayangiku.
A cat in my eyes