Worst
Mereka bilang ada tujuh dosa yang merusak. Jika aku harus melakukan satu diantara tujuh, maka aku akan berkata, "aku adalah manusia, jika kamu pun manusia kamu pasti pernah melakukan ketujuh-tujuhnya"

izzy's playlists!

#extradirty
tumblr dot com

Discoholic 🪩
🪼
Claire Keane
I'd rather be in outer space 🛸

Product Placement

PR's Tumblrdome
wallacepolsom
dirt enthusiast

@theartofmadeline
d e v o n
art blog(derogatory)

⁂
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
RMH
One Nice Bug Per Day
DEAR READER
almost home

seen from India
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from Germany

seen from India
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Germany
seen from United States
@forgetyourplans
Worst
Mereka bilang ada tujuh dosa yang merusak. Jika aku harus melakukan satu diantara tujuh, maka aku akan berkata, "aku adalah manusia, jika kamu pun manusia kamu pasti pernah melakukan ketujuh-tujuhnya"
Not everyone will understand your journey. That’s okay. You’re here to live your life, not to make everyone understand.
(via kurniawangunadi)
Saat kamu memegang rahasia seseorang, kamu sedang memegang semestanya.
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)
Came Back
Setiap hari adalah peperangan. Aku harus membunuh kalau tidak mau dibunuh. Mari.
Rasa
Enak tidaknya kopi katanya bergantung pada dua hal, seberapa tinggi toleransi si peminum, dan seberapa besar hati si penyeduh
Verbal Abuse #parenting – View on Path.
Grind
Lalu karena itu, aku jadi tumpul. Fisikku, batinku, semuanya tumpul. Aku butuh asahan. Aku butuh kau.
Secuil Cerita Dibalik Roti dan Kopi Sanger (1)
Pukul 01.30.
Dini hari itu, seorang lelaki kurus terlihat setengah berlari ke dalam sebuah gang kecil di pinggir jalan raya. Suasana yang sunyi senyap membuat nafas terengahnya terdengar begitu jelas. Memperlihatkan dirinya yang terburu-buru seolah akan kehilangan sesuatu jika ia tak cepat.
“Brak!”, tak lama terdengar suara benturan. Lelaki itu baru saja mendobrak pintu sebuah bangunan tanpa pagar yang berada tak jauh dari mulut gang. Bangunan dengan satu jendela yang terlihat reyot itu kini terkesan semakin mengkhawatirkan setelah pintunya dibuka paksa hingga nyaris lepas dari engselnya. Yah, bangunan itu tak lain adalah rumah sang lelaki.
Selang beberapa menit, lelaki itu berlari keluar dari rumahnya masih dengan nafas terengah. Kini di tangannya tergantung tas besar berisikan setumpuk pakaian, kain samping, bedong, dan perlak yang menyembul keluar karena ia tidak menutup seletingnya dengan benar. Saking terburu-burunya ia sampai hampir lupa menutup pintu rumah yang kini doyong karena perbuatannya tadi.
Lelaki itu berlari keluar gang kembali ke jalan raya, Setelah sedikit celingukan di mulut gang, ia memutuskan dengan mantap untuk terus berlari menyusuri jalan raya ke arah barat. Berlari telah menjadi satu-satunya pilihan baginya untuk berpergian saat ini. Jangan bayangkan dini hari kala itu adalah dini hari di masa kita hidup sekarang, dimana kendaraan umum apalagi pribadi masih cukup mudah ditemukan.
Sudah cukup jauh lelaki itu berlari meskipun dengan tergopoh-gopoh sembari menjinjing tas besarnya. Tubuhnya yang kurus seolah tak kenal lelah, ia terus saja berlari dengan nafas yang kini sudah tak terkontrol. Ia tahu bahwa ia telah dekat dengan tujuannya. Ya, sebuah bangunan besar yang kini telah mulai terlihat di depan matanya. Sebuah rumah sakit.
Kini lelaki itu telah sampai di depan pintu rumah sakit dengan gaya arsitektur belanda kuno. Tepat di bawah sebuah papan besar bertuliskan “anno 1887″ yang terpampang di samping pintu rumah sakit ia memutuskan untuk sejenak beristirahat, mencoba untuk mengatur nafasnya yang terengah-engah. Delapan kilometer bukanlah jarak lari yang pendek untuk ukuran orang biasa.
Melihat seorang lelaki mendatangi rumah sakit di pagi buta, suster yang berjaga di meja resepsionis berjalan keluar mendekati sang lelaki. Raut mukanya berubah panik setelah mengetahui bahwa sang lelaki merupakan orang yang ia tunggu sedari tadi. Tanpa pikir panjang sang suster langsung berkata, “Pak, istri bapak sekarang dalam kondisi kritis!”
Secuil Cerita Dibalik Roti dan Kopi Sanger (Intro)
Bersuara itu mudah, semua bisa melakukannya. Semuanya, kecuali aku.
Besok hari selasa, entah kenapa rasanya aku ingin banyak bicara. Padahal jelas-jelas aku tak bisa dan besok pun masih puasa.
Masa bodoh dengan jiwa yang kering karena dahaga.
Yah, namanya juga besok.
Roti rasa kari ayam yang kukira berkuah namun ternyata tidak waktu itu. Lucu sekali.
Membuat rasanya ingin tenggelam jauh ke dalam apa, yang aku pun tak tahu apa.
Sebelum besok aku banyak bicara, malam ini aku mau bicara sedikit saja.
Jadi tolong duduklah manis, dan dengarkan.. oh.. tidak, bacalah..
Tidak.. ciumlah..
Bukan.. rasakanlah..
Oh.. abaikanlah..
Aku,
Bukan..
Secangkir Cafe Latte
Halo, sudah lumayan lama tak bersua ya, tumblr. Akhir-akhir ini saya punya kebiasaan baru yang bikin saya lupa sama kamu mbler. Nggak apa-apa kan ya saya panggil mbler (lagian sok kenal, admin media sosial kok diajak ngomong hahaha #monolog).
Jadi begini, mau sedikit cerita kalo beberapa minggu lalu terjadi sebuah perbincangan singkat dengan dosen yang kita sebut saja Pak TH, kira-kira begini perbincangannya..
Pak TH: Rajin ya ki, pagi-pagi sudah nyeduh kopi di kampus (Duduk di sebelah saya)
Saya: (Kaget) Eh, pak tumben main ke komabi, mau saya buatin kopi?
Pak TH: Wah, boleh! Saya minta yang Java Arabica ya
Saya: Siap pak
Pak TH: Ngomong-ngomong progress TA kamu sudah sampai mana ki?
Saya: (Muka polos, nggak kaget sama sekali ditanya begitu) Ya, gitulah pak, saya lagi nggak semangat ngerjainnya hahaha
Pak TH: (Raut mukanya berubah langsung) Loh, kok gitu?! Konsekuensi kalo kamu nggak seminar 1 semester ini nilainya langsung E dan kamu harus ganti judul plus pembimbing!
Saya: Oh, begitu pak? Syukur lah kalo begitu mah
Pak TH: (Raut mukanya berubah lagi) Lah, saya ini berusaha push angkatan 2011 biar bisa seminar 1 semua semester ini, 50% nya sudah melaksanakan sampe hari ini. Saya malu setiap tahun ditanya fakultas kenapa cuma biologi yang jumlah lulusan tepat waktunya nggak pernah lebih dari 15% setiap tahunnya!
Saya: Kalo gitu saya juga mau tanya deh pak, kenapa lulusan biologi yang sekarang "kepakai" sama jurusan, beberapa diantaranya itu alumni-alumni yang lulusnya nggak tepat waktu?
Pak TH: Ya itu kan dulu, yang pasti kan setiap tahun kita sudah berusaha, menurut saya salah satu problemnya itu mahasiswa kita berpikir kalau seminar itu hal sepele yang bisa dilaksanain kapan saja, padahal seharusnya nggak seperti itu!
Saya: (Masih nunggu proses drip kopi selesai, ceritanya brewing pake vietnam drip)Ooh makanya sekarang diberlakukan konsekuensi seminar yang tadi bapak bilang ya? Hehehe
Pak TH: Yang penting ginilah, kalo temen-temen kamu bisa kenapa kamu nggak bisa selesain proposal sampe seminar 1 kayak mereka?!
Saya: Yaaa, saya mah simpel pak, kalo yang lain pada sama progress ngerjain proposalnya nanti nggak ada kasus yang jadi bahan omongan orang pak hahaha
Pak TH: Jadi kamu maunya gimana? Sehari-hari padahal tidur di kampus, proposal doang aja nggak beres, mau lulus kapan kamu?!
Saya: Yaaa, simpel juga pak, kalo seangkatan lulus bareng nanti nggak keliatan mana individu yang lebih unggul dong, segi kompetitifnya jadi hilang hahaha
Pak TH: Kok, pemikiran kamu malah begitu?!
Saya: (Sambil ngocok susu buat campuran kopi) Sederhananya mah pak, kalo semuanya berjalan baik, lancar, lajunya sama, jadinya nggak seru pak hahaha
Pak TH: Ya pokoknya saya nggak mau nantinya terjadi kasus gara-gara kamu!
Saya: (Sambil nuang susu ke kopi) Yaaa, saya usahain deh pak, lagian kalau nggak ada kasus nanti tugas konseling dosen nggak jalan dong hehehe
Pak TH: Saya harap kamu siap nanggung resiko dari keputusan yang kamu, yang jelas saya saranin kamu selesaikan proposal TA secepatnya!
Saya: Nah, sebelum saya beresin proposal monggo dinikmati dulu kopinya pak hehehe (Sambil ngasih secangkir cafe latte yang sudah jadi)
Pak TH: (Raut mukanya langsung berubah) Wah, ada gambar apel diatasnya ya hahaha. Ya sudah, makasih kopinya ya, ki
Saya: Sama-sama pak, semoga rasanya memuaskan hehehe
Pak TH: Oke oke! (Beranjak dari tempat duduk menuju ruang kerjanya)
*Conversation end*
Situs Karangkamulyan atau disebut juga Obyek Wisata Budaya Ciung Wanara merupakan sebuah situs purbakala bersejarah dan situs arkeologi yang terletak di Desa Karangkamulyan, Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia tepatnya di sisi Jalan Raya Ciamis - Banjar, 17 km dari Kota Ciamis. Situs ini merupakan peninggalan dari zaman Kerajaan Galuh yang bercorak Hindu-Buddha. Kawasan dengan luas 25 Ha ini juga merupakan salah satu hutan purba di Jawa Barat yang masih tersisa. Disinilah tempat Legenda Ciung Wanara yang berhubungan dengan Kerajaan Galuh berlangsung sehingga banyak terdapat peninggalan sejarah dari kerajaan Galuh baik itu berupa bangunan maupun barang-barang seperti golok, keris, porselin, dan juga fosil hewan purba.
Foto
1. Gong Perdamaian Dunia yang berada di gerbang sebelum memasuki kawasan situs.
2. Akses di dalam kawasan situs. Kondisi vegetasi yang rapat dengan pohon - pohon menjulang tinggi (dominasi strata B dan C) menggambarkan kawasan tersebut sudah terjaga sejak puluhan tahun silam. Disini dapat ditemukan beberapa flora dan fauna seperti beberapa jenis bambu, palem, rotan, Ficus, binong, berbagai jenis burung, monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan lutung (Trachypitecus auratus mauritius) yang tempat hidupnya terisolir hanya dalam kawasan situs.
3. Area Cikahuripan, terdapat sumur yang airnya tidak pernah kering sepanjang tahun
4. Area Pangcalikan/ Singgasana Raja pada masa Kerajaan Galuh.
5. Fosil Hewan Purba, mungkin bagian tulang panggul, yang ada di Museum Situs Karangkamulyan.
6. Panorama Area Patimuan, atau lokasi pertemuan antara Sungai Citanduy dan Cimuntur.
7. Pohon Binong (Tetrameles nudiflora) berukuran besar dan masih hidup.
Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Karangkamulyan
Sumber Foto Pribadi, Ciamis, 21 Maret 2015.
Di hamparan gurun yang seragam, jangan lagi menjadi butiran pasir. Sekalipun nyaman engkau di tengah impitan sesamamu, tak akan ada yang tahu jika kau melayang hilang.
Salju Gurun, Dee 1998 dalam Filosofi Kopi, 2006
Perahu kayu yang miring jalannya 1 (Satu)
A: Hai, lama tak jumpa ya
B: Iya, sepertinya kamu terlihat baik-baik saja
A: Oh ya? (tertawa kecil) mungkin itu karena kopi yang terus saja kau pegangi dari tadi. Ristretto.
B: Ini? Bagaimana kamu bisa tahu ini Ristretto?
A: (tertawa kecil)
B: Aku pernah berkunjung dua kali ke kedai kopi ini demi Ristretto (tersenyum). Dulu.
A: Dulu? Maksudmu bagaimana?
B: Iya, beberapa bulan ini terasa seperti bertahun-tahun buatku. Aneh ya?
A: Ah... kurasa itu tergantung alasan (sembari membolak balik buku menu)
B: Alasan, huh... Sesuatu yang tidak kusuka, namun selalu aku gunakan, kapanpun, dimanapun (sembari menyalakan rokok)
A: Mari kubuat mudah, aku ingin melihat caramu bercerita tentang apa yang kamu alami? (masih membolak balik buku menu)
B: Yah... (menghembuskan asap rokok). Ini soal... perahu kayu... yang miring jalannya.
A: Uh huh...(masih membolak balik buku menu)
B: Bermula dari aku yang masih muda, tak berhenti mengumbar nyali. Bermimpi apa saja, kapan saja, dan dimana saja. Imajinasi dan mimpi terus mengalir begitu deras, hingga aku mulai menantang alam semesta. Aku melompat sambil tertawa ke samudra luas. Tujuanku hanya satu, aku ingin alam semesta melihatku. Kutunjukkan pada-Nya mimpi yang tak pernah dimimpikan siapapun. Mimpi dari orang yang amat bodoh dan berkarat hatinya. Mimpi yang hari ini ternyata hanya jadi bualan sia-sia. Mimpi yang membuatku ditampar oleh-Nya sehingga tak henti-hentinya aku berterimakasih...
Kupikir lompatanku waktu itu adalah ujung tombak dari mengapa aku masih disini menceritakan kisah ini padamu. Karena itulah, aku bertemu perahu itu... (mengisap rokok dalam dalam)
A: Lanjutkan untukku (menutup buku menu)
B: Sebaiknya aku memanggil barista dulu untukmu (menghambuskan asap rokok lalu berdiri dan melambaikan tangan pada orang dibalik mesin penggiling kopi)
Hujan dan malam membuat sesuatu mudah dirindukan. Tak melulu tentang kamu. Terkadang tentang pagi dan terang dimana aku bisa bicara dengan lantang.
(via akarlangit)
Raja dan Budak
Hawa dingin malam mengalun layaknya senandung pengantar tidur
Tidak, tidak sama di antara keduanya, tidak akan sama
Seonggok tubuh meringkuk di sudut jalan
Tersebutlah budak sang raja, menggigil tak kuasa menahan dinginnya angin malam
Lalu bagaimana dengan raja? Ya, dia sedang menikmati kehangatan dalam haribaannya
Fana, semu, ya. Kehangatan yang sang raja rasakan tidaklah nyata. Bohong.
Lalu bagaimana dengan rasa dingin yang dirasakan oleh si budak? Sama saja, bohong. Dingin malam tak sanggup menusuk hingga isi hati. Tidak akan.
Keduanya sama-sama berbohong, tapi hanya salah satu diantaranya yang akan kuingat.
Raja telah berhasil merajai tubuh si budak, namun tidak dengan hatinya
Budak telah berhasil merajai hati sang raja, namun tidak dengan tubuhnya
Keduanya tak bisa dibedakan
Keduanya sama
Tidak, tidak sama di antara keduanya, tidak akan sama
Keraguan membunuh potensi dan mimpi dengan sangat halus. Tapi, tetap saja dia membunuh. Dia pembunuh.
(via beningtirta)