Perihal waktu.
Aku ingin kembali ke masa lalu dan memperbaiki apa yang harus dibenahi.
Aku ingin berlari mengunjungi masa depan agar aku bisa menyiapkan sebaik-baik perencanaan.
Lalu, apa yang kau lakukan sekarang?

Janaina Medeiros
Cosmic Funnies
No title available

titsay

if i look back, i am lost
Stranger Things
Alisa U Zemlji Chuda

izzy's playlists!
TVSTRANGERTHINGS

❣ Chile in a Photography ❣
Monterey Bay Aquarium
Three Goblin Art
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

JVL

PR's Tumblrdome
todays bird

Kaledo Art

Kiana Khansmith

JBB: An Artblog!
we're not kids anymore.
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Brazil

seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Canada
seen from United States

seen from United States

seen from Hungary

seen from Netherlands
@gajahmungil
Perihal waktu.
Aku ingin kembali ke masa lalu dan memperbaiki apa yang harus dibenahi.
Aku ingin berlari mengunjungi masa depan agar aku bisa menyiapkan sebaik-baik perencanaan.
Lalu, apa yang kau lakukan sekarang?
Us too.
Today shall pass, tomorrow too.
Maybe my love is not enough to make you stay.
But, Its enough to see you happy with somebody else.
Thats how much I love you.
Goodbye.
Elegi dibalik tirai
Mempelajari kehilangan. Ketika sesuatu hilang, kita cenderung akan mencari apa-apa yang hilang.
Jika diibaratkan dengan cinta, jika kau mencintai seseorang, pun sebaliknya tapi tiba-tiba dia pergi dengan hati yang lain meninggalkan hatimu yang sudah terlanjur terpaut. Sakit luar biasa tak terelakkan. Mungkin orang yang belum jatuh sejatuhnya tak akan mengerti. Tapi memang begitu adanya. Hatimu akan bertalu mencari apa yang sudah kau tanam di dalamnya. Nama yang hilang akan menyisakan lubang nestapa.
Bahkan Ali bin Abi Thalib pun pernah berkata "Aku sudah mengalami banyak kepahitan hidup. Dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia"
Sudah ada contoh nyata perkataan seorang khalifah tapi kita tetap bebal tak bisa mengontrol rasa yang akhirnya jatuh pada pengharapan. Dan Allah benci sesuatu yang berlebihan, apalagi menduakan cintamu dengan makhluk yang diciptakannya yang seharusnya kau berikan cinta itu hanya kepada Allah saja.
Ah, jika saja ada pemutar waktu. Tapi kita tak boleh berandai. Jika sudah seperti itu, satu hal yang harus segera kita lakukan adalah menyusuri jalan untuk kembali. Sehancur apapun diri, paksakan untuk kembali. Karena tidak ada seorang pun yang bisa menolongmu. Hanya Allah yang mampu, tidak ada yang lain. Kalau pun ada, itu karena Allah memberikan pertolongan melalui dirinya.
Allah yang pengasih dan penyayang.
Allah yang maha pengampun atas dosa-dosa.
Allah tidak akan meninggalkanmu jika kau kembali.
Allah akan memelukmu melebihi pelukan seorang Ibu.
Betapapun banyak dosa yang kau lakukan selama kau kembali dan mengikrarkan hanya Dia yang bisa menolongmu dan kau percaya atasNya.
Allah tidak akan pernah mengabaikanmu.
Ayo kembali!
Aku pun sama. Sedang menelusuri jalan untuk kembali. Harap-harap cemas apakah Allah akan menerimaku lagi atau tidak. Apakah Allah akan sudi melihatku lagi atau tidak. Apakah Allah masih berkenan membukakan pintunya untukku lagi atau tidak. Lamat-lamat ada yang berbisik "Jangan pernah putus asa dari Rahmat Allah"
Siapa itu yang berbisik? Hatiku kah?
Dan elegi dibalik tiraiku berubah menjadi simpuh sujud. Berubah menjadi butiran bening air mata di atas sajadah. Berubah menjadi pengakuan, penyesalan, dan permohonan ampun yang lebih merdu dari pada kidungan elegi yang ku ratapi dengan tangisan pedihnya harapan tak sampai. Jauh, amat sangat jauh lebih merdu.
Lalu aku sadar. Oh, mungkin ini sebabnya Allah memberiku kesakitan. Oh, mungkin ini sebabnya Allah menjauhkanku dengan seseorang. Oh, mungkin ini sebabnya Allah menamparku dengan kenyataan. Allah inginkanku kembali merasakan nikmatnya beribadah kepadaNya. Allah ingin aku bicara lagi denganNya di malam-malam sunyi saat kebanyakan manusia lelap dengan mimpinya. Allah ingin aku kembali. Dan bukankah itu sebuah kehormatan? Aku yang penuh dosa, diundang untuk kembali.
Saat itu aku sadar sudah saatnya berhenti mengharapkan sesuatu yang sudah tak ingin membersamai. Sakit hati ini memang konsekuensi dari kesalahanku sendiri menaruh hati. Kata temanku, nikmati laramu sampai kau tak lagi lara saat menikmatinya.
Dalam hatiku berbisik
"Kau bodoh sekali. Tali Allah sudah kau pegang. Kau renggangkan hanya karena dia. Sekarang, dia yang memutuskan talinya darimu dan kau jatuh entah sehancur apa dia tak peduli. Jika dia bersikukuh kalau dia peduli padamu, dia tidak akan tega memotong talinya yang dia berikan sendiri pertama kali padamu. Dia yang berikan, dia yang putuskan. Kau masih bilang dia peduli? Sekarang, istirahatlah dulu. Butuh tenaga untuk kembali naik. Dan kali ini kau hanya harus berpegang pada satu tali. Tak boleh tali-tali lainnya yang tak jelas cintanya itu. Tali Allah yang harus kau jadikan pegangan. Allah tidak akan memutusnya selama kau percaya padaNya. Bukankah Allah baik sekali? Sekarang jangan bebal lagi. Allah sudah memberimu kesempatan, jangan sia-siakan lagi"
Ada awal ada akhir.
Sebuah rangkaian kata yang sudah lama sekali ada dan terkenal sehingga banyak dipakai anak-anak muda. Ada pula pada lirik lagu. Kadang digunakan alasan memutuskan dan mengawali sesuatu.
Aku setuju dengan kalimat itu. Ada awal juga pasti ada akhir. Sebagaimana ada kehidupan, kematian juga menjadi pendampingnya. Allah sendiri yang bilang. Setiap yang bernyawa akan mati.
Hi! Sebagai manusia yang sama-sama tidak tahu kapan ajal datang. Salam kenal!
Semoga sama-sama saling memberi manfaat dan saling menemukan di kampung halaman.